MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 11 September 2019 15:29
Serapan Industri Bisa Stabilkan Harga Bawang Merah
ilustrasi

PROKAL.CO, SURABAYA– Harga bawang merah di pasar tradisional terus menurun. Saat ini harganya mencapai titik terendah pada 2019. Yakni, rata-rata Rp 15.160 per kilogram. Kemarin (10/9) situs siskaperbapo.com mencatatkan harga barang merah terendah di Kabupaten Kediri sekitar Rp 12.000 per kilogram. Sementara itu, harga tertinggi Rp 18.625 per kilogram di Kabupaten Bondowoso.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Bagus Sasmito mengatakan bahwa kisaran harga tersebut terpantau di 116 pasar tradisional. Sejak awal tahun, harga bawang merah mengalami fluktuasi. Bulan ini harganya anjlok. ”Tapi, kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harganya tidak jauh berbeda. Yaitu, Rp 16.124 per kilogram,” urainya kemarin (10/9).

Bagus mengatakan bahwa rendahnya harga bulan ini dipicu panen raya. Karena itu, dia berencana mengundang pelaku ekspor dan pelaku industri. Dengan demikian, penyerapan hasil panen bagus dan harganya pun terjaga.

Pelaku industri yang Bagus maksud adalah mereka yang menggunakan bawang merah sebagai bahan baku untuk kemudian menjadi produk olahan. ”Sebenarnya kami wait and see karena beberapa hari terakhir harga perlahan naik,” ungkapnya. Sampai sekarang, dia masih menghimpun data di tingkat petani terkait dengan kelebihan produksi dan kebutuhan di dalam maupun luar Jatim.

”Kami berharap penyerapan dari industri maupun kemungkinan ekspor bisa membantu mengatrol harga di tingkat petani,” papar Bagus.

Sementara itu, Ketua Umum Kontak Bisnis Hortikultura Indonesia M. Maulud mengatakan bahwa infrastruktur logistik di sentra-sentra produksi juga bisa mencegah penurunan harga. Misalnya, mesin cold storage. Fasilitas tersebut akan memperpanjang umur penyimpanan bawang merah.

”Kalau ada cold storage, hasil panen bisa disimpan dulu ketika harga jatuh,” tegas Maulud. Setelah penyimpanan maksimal dua bulan, bawang merah bisa dipasarkan lagi. Saat itu harga pasti sudah lebih stabil. (res/c12/hep)

 

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 08:44

60 Persen Pendapatan untuk Belanja Pangan

SAMARINDA–Usaha kuliner saat ini cukup menjanjikan. Selain untuk memenuhi kebutuhan…

Minggu, 22 September 2019 13:21

Pemerintah Diminta Tunda Kenaikan Cukai Rokok

Keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berencana menaikan cukai rokok…

Jumat, 20 September 2019 11:43

Triwulan III 2019, Kinerja Ekspor Terancam Melambat

Kinerja ekspor Kaltim pada triwulan III 2019 diperkirakan tumbuh lebih…

Jumat, 20 September 2019 11:36

Harga CPO Mulai Membaik

SAMARINDA- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diharapkan segera…

Jumat, 20 September 2019 11:33
Buruan Datangi Mitsubishi Motors Auto Show

Banyak Promo Menarik dan Harga Spesial

BALIKPAPAN- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI)…

Jumat, 20 September 2019 11:04

Uang Muka Rumah dan Kendaraan Kian Rendah

JAKARTA – Ketegangan hubungan dagang AS dan Tiongkok yang diikuti…

Jumat, 20 September 2019 10:01

Porang Bisa Dibudidayakan di Kaltim, Punya Nilai Ekspor ke Jepang, Tiongkok, dan Vietnam

BALIKPAPAN – Kalimantan Timur diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber…

Jumat, 20 September 2019 09:59

BI Bisa Turunkan Suku Bunga Acuan

JAKARTA– Setelah dua kali memangkas 7-day reverse repo rate (7DRRR)…

Jumat, 20 September 2019 09:54

Pajak Lahan Progresif Bikin Resah

JAKARTA– Tahun ini diakui sebagai periode yang menantang bagi dunia…

Rabu, 18 September 2019 14:17
PT Taspen Ajak ASN Berwirausaha

Gandeng Pegawai Lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda

SAMARINDA-PT TASPEN Persero Cabang Samarinda Kaltim menyelenggarakan acara Program Wirausaha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*