MANAGED BY:
KAMIS
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Rabu, 11 September 2019 15:29
Serapan Industri Bisa Stabilkan Harga Bawang Merah
ilustrasi

PROKAL.CO, SURABAYA– Harga bawang merah di pasar tradisional terus menurun. Saat ini harganya mencapai titik terendah pada 2019. Yakni, rata-rata Rp 15.160 per kilogram. Kemarin (10/9) situs siskaperbapo.com mencatatkan harga barang merah terendah di Kabupaten Kediri sekitar Rp 12.000 per kilogram. Sementara itu, harga tertinggi Rp 18.625 per kilogram di Kabupaten Bondowoso.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Bagus Sasmito mengatakan bahwa kisaran harga tersebut terpantau di 116 pasar tradisional. Sejak awal tahun, harga bawang merah mengalami fluktuasi. Bulan ini harganya anjlok. ”Tapi, kalau dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, harganya tidak jauh berbeda. Yaitu, Rp 16.124 per kilogram,” urainya kemarin (10/9).

Bagus mengatakan bahwa rendahnya harga bulan ini dipicu panen raya. Karena itu, dia berencana mengundang pelaku ekspor dan pelaku industri. Dengan demikian, penyerapan hasil panen bagus dan harganya pun terjaga.

Pelaku industri yang Bagus maksud adalah mereka yang menggunakan bawang merah sebagai bahan baku untuk kemudian menjadi produk olahan. ”Sebenarnya kami wait and see karena beberapa hari terakhir harga perlahan naik,” ungkapnya. Sampai sekarang, dia masih menghimpun data di tingkat petani terkait dengan kelebihan produksi dan kebutuhan di dalam maupun luar Jatim.

”Kami berharap penyerapan dari industri maupun kemungkinan ekspor bisa membantu mengatrol harga di tingkat petani,” papar Bagus.

Sementara itu, Ketua Umum Kontak Bisnis Hortikultura Indonesia M. Maulud mengatakan bahwa infrastruktur logistik di sentra-sentra produksi juga bisa mencegah penurunan harga. Misalnya, mesin cold storage. Fasilitas tersebut akan memperpanjang umur penyimpanan bawang merah.

”Kalau ada cold storage, hasil panen bisa disimpan dulu ketika harga jatuh,” tegas Maulud. Setelah penyimpanan maksimal dua bulan, bawang merah bisa dipasarkan lagi. Saat itu harga pasti sudah lebih stabil. (res/c12/hep)

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 12:29

Pengusaha Berharap Harga Domestik Batu Bara Dievaluasi

Pengusaha batu bara meminta pemerintah mengkaji ulang harga jual batu…

Kamis, 12 Desember 2019 11:58

Hotel Bumi Senyiur Siapkan Paket, Hadirkan “Serba-Lima” pada Perayaan Tahun Baru

SAMARINDA–Tidak terasa waktu cepat berlalu dan tahun baru sudah di…

Rabu, 11 Desember 2019 13:08

Ekonomi Kaltim Diproyeksi Tumbuh 5 Persen

Derasnya ekspor batu bara hingga triwulan III/2019 membuat pertumbuhan ekonomi…

Rabu, 11 Desember 2019 13:05

2020, Pemerintah Larang Peredaran Minyak Curah, Asa Baru Bisnis Kelapa Sawit

SAMARINDA- Mulai 1 Januari 2020, Kementerian Perdagangan berencana melarang peredaran…

Rabu, 11 Desember 2019 13:03

Suplai Pisang Kepok Masih Kurang

SAMARINDA- Petani pisang kepok di Kaltim dituntut meningkatkan produksi. Pasalnya,…

Senin, 09 Desember 2019 12:57

Pembangunan IKN, Para Pekerja Wajib Bersertifikat

Tenaga kerja lokal bisa diandalkan untuk menyukseskan pengerjaan proyek konstruksi…

Senin, 09 Desember 2019 12:51

Penurunan Harga Tiket Jangan Setengah-Setengah

SAMARINDA – Wacana penurunan harga tiket pesawat sebesar 30 persen…

Senin, 09 Desember 2019 10:11

Bisnis Roti di Samarinda Makin Menggiurkan

Bisnis kuliner khususnya roti, ternyata mempunyai ceruk pasar yang sangat…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:36

Tahun Depan, Pedagang Online Wajib Punya Izin

JAKARTA – Pelaku bisnis online kini tak bebas lagi. Melalui…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:35

Bisnis Mal Masih Perkasa, BIGmall Ajak MR DIY Bergabung, Wacanakan Bangun Pusat Kuliner

SAMARINDA – Penurunan harga batu bara sepanjang tahun ini nampaknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.