MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Rabu, 11 September 2019 12:21
0 Indonesia vs Thailand 3
DI BULLY DI KANDANG SENDIRI
Indonesia kembali menelan kekalahan, kali ini dari Thailand. (BOLA.com)

PROKAL.CO,

JAKARTA- Teriakan ''Simon Out'' langsung menggema setelah wasit Ma Ning dari Tiongkok meniup peluit akhir. Teriakan itu sudah pasti ditujukan kepada pelatih timnas Simon McMenemy. Pendukung tim Garuda kecewa berat. Sebab, dua kali timnas bermain di laga kandang pada Kualifikasi Piala Dunia 2022 grup G, dua kali pula timnas harus tumbang. Setelah takluk 2-3 saat menjamu Malaysia (5/9), tadi malam timnas malah dibantai Thailand tiga gol tanpa balas.

Seperti saat melawan Malaysia, timnas tadi malam juga hanya mampu menunjukkan spirit perlawanan di babak kedua. Lepas 45 menit babak pertama, Thailand merajalela dan berhasil melesakkan tiga gol ke gawang Andritany Ardhiyasa. Andritany pun senasib dengan Simon. Kiper Persija Jakarta ini juga menjadi sasaran cemoohan pendukung timnas. Terutama setelah dia dianggap membuat kesalahan seiring pelanggaran terhadap Supachok Sarachat yang berbuah penalti.

Theerathon Bunmathan maju sebagai algojo dan berbuah gol pada menit ke-64. Dua gol Thailand lainnya diborong Supachok Sarachart (56' dan 72').

Unggul tiga gol membuat Thailand bermain lebih nyaman. Mereka seperti bermain di kandang sendiri. Itu lantaran suporter Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), malah menyoraki pemain timnas setiap mereka menguasai bola.

McMenemy menyadari kekecewaan suporter. Namun, dia meminta suporter memahami, bahwa Thailand diperkuat sejumlah pemain berpengalaman. Salah satunya Theerathon Bunmathan yang bermain di Liga Jepang bersama Yokohama Marinos. ’’Saya kaget dengan cemoohan itu, kadang ekspetasi tidak sesuai realita,'' keluh McMenemy. ''Suporter boleh punya opini sendiri, tapi yang mereka soraki kemarin adalah pemain yang berjuang habis-habisan untuk negara ini,’’ timpal mantan pelatih Bhayangkara FC itu.

Dia juga mendengar teriakan ''Simon Out''. McMenemy mengerti arti kenapa teriakan itu keluar dari mulut suporter. Yakni, karena permainan timnas memang jauh dari harapan. ’’Tim ini dibentuk hanya dalam waktu enam bulan. Ingat bagaimana Luis Milla ketika kali pertama pegang Timnas? untuk bisa ke depan,  mungkin harus kalah dulu,’’ lanjutnya.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 12:15

Fans MU Walkout di Menit ke-68

KEBERHASILAN mendatangkan Bruno Fernandes tidak menyurutkan niat fans Manchester United…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:14

Batal Pulang Karena Korona

PREMIER League kembali memanggil bomber Marko Arnautovic. Namanya sempat masuk…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:13
REAL MADRID VS ATLETICO MADRID

Puncak Rivalitas Si Gurita dan Si Tembok

MADRID- Belum ada kiper yang memenangi Zamora Trophy lima musim…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:08

Diogo Resmi Diperkenalkan

SAMARINDA - Borneo FC Samarinda akhirnya resmi memperkenalkan Diogo Campos…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:04
Man United vs Wolverhampton

Panggung Rekrutan Baru

MANCHESTER– Manchester United sudah lebih dari sedekade ditinggal minggat Cristiano…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:03

Racing Point Menjadi Aston Martin

SILVERSTONE- Racing Point akan menjalani transformasi signifikan pada musim 2021.…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:02

Misi Jungkalkan Raja

MELBOURNE - Dominic Thiem memastikan diri sebagai penantang juara bertahan…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:01

El Matador Gagal, Pilih CLBK

UPAYA Atletico Madrid mendapatkan striker PSG Edinson Cavani berakhir seiring…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:46

Wajib Kerja Keras

Menukangi Borneo FC Samarinda, beban coach Edson Tavares dipastikan tak…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:45

Borneo FC Ingin Uji Coba Internasional

SAMARINDA - Borneo FC terus mempersiapkan diri menyambut kompetisi musim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers