MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 11 September 2019 12:11
Pak Habibie Membaik, Tak Berniat Bawa ke Jerman

Sudah Membuka Mata dan Merespon

BJ Habibie

PROKAL.CO, JAKARTA-- Masyatakat Indonesia bisa sedikit lega atas kondisi Presiden ke-3 Republik Indonesia Baharuddin Jusuf Habibie. Putra bungsu B.J. Habibie Thareq Kemal Habibie memastikan kondisi sang bapak sudah membaik dan stabil.  

Dalam jumpa pers yang digelar kemarin (10/9) malam, di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gotot Soebroto, Thareq tak merinci sakit yang diderita oleh sang bapak. Dia hanya menyebut, ada masalah dengan kondisi jantung sang bapak. "Bapak saya memang dari dulu, semenjak muda punya masalah dengan jantung. Otomatis setelah menua, jantungnya sangat melemah," paparnya.  

Kondisi ini diperburuk dengan banyak aktivitas yang dilakukan oleh pria kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan itu. Salah satunya, menerima tamu-tamu yang ingin berkonsultasi, baik urusan politik hingga pemerintahan.  

"Bapak suka sekali menerima tamu. Kelemahannya, otaknya masih jalan, tapi lupa kalau tubuhnya sudah sepuh," tuturnya.  

Karena aktivitas yang begitu padat, membuat sang Bapak Teknologi Indonesia itu kurang istirahat. Hingga tubuhnya berontak. Pihak keluarga pun akhirnya sepakat membawa Habibie ke rumah sakit. Pria 83 tahun itu sengaja ditempatkan di ICU. Dengan begitu, kunjungan dapat dibatasi. Bahkan dari pihak keluarga sekalipun. Kunjungan hanya diperolehkan untuk anak, cucu, serta kakak adik dari Habibie dan almh. Ainun. 

 "Kalau di rumah, siapapun dapat datang menjenguk. Saat dijenguk, bapak beraktivitas lagi. Gak ada waktu istirahat," jelasnya. Setelah menjalani serangkaian pengobatan sejak Minggu (8/9), Thareq menegaskan, bahwa kondisi sang bapak sudah berangsur pulih. Meski komunikasi masih terbatas, Habibie tetap merespon ketika ditanya. Entah dalam bentuk anggukan maupun gelengan kepala.  

"Tidak ada bahwa bapak kritis. Cuma memang masih sangat lemas. Sangat capek,"  ungkap suami Widya Leksmanawati itu. 

Dia pun turut menyayangkan adanya kabar hoax yang beredar soal Habibie yang meninggal dunia. Bukan hanya sekadar broadcast message di kalangan masyarakat, dirinya pun sampai menerima pesan berisi ungkapan bela sungkawa. "Belum apa-apa dapat sms innalillahi. Lah yang meninggal siapa? Katanya, bapakmu. Loh kata siapa?," curhatnya.  

Karena itu, dia meminta masyarakat tak mudah termakan berita hoax. Pastikan kabar yang diterima berasal dari sumber terpercaya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan, hingga kini tak ada rencana membawa Habibie berobat ke Jerman. Menurut dia, tim dokter di RSPAD Gatot Soebroto sudah sangat cakap  untuk menangani kondisi sang bapak. Di samping, ada pertimbangan jarak dan kondisi Habibie yang dirasa tak mumpuni untuk terbang jauh. "Dengan keadaan kayak gini malah bahaya," katanya.  

Kembali dirawatnya Habibie ini membuat sejumlah pihak khawatir. Banyak pejabat dan kolega yang datang untuk mendoakan dan memastikan kondisinya.  

Sebut saja Ketua Dewan Pers M. Nuh. Mantan Menteri Pendidikan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu terlihat datang sekitar pukul 16.00 WIB. Dengan mengenakan kemeja warna biru, itu masuk lobby paviliun Kartika. Cukup lama Nuh berada di dalam, sekitar 30 menit sebelum akhirnya keluar.  

Dia bercerita, bahwa kondisi Habibie sudah berangsur pulih. "Saya sempat cium kening beliau untuk memberikan doa," katanya.  

Nuh sempet terkaget ketika Habibie merespon kedatangannya dengan membuka kedua kelopak matanya. Respon itu diberikan Anggota Kehormatan Gesselschaft Fuer Luft und Raumfarht Jerman tersebut setelah sang putra, Ilham Habibie membisikkan sebuah kalimat dalam bahasa Jerman. "Saya tidak tahu pasti artinya. Tapi seperti membisikkan kalau ada tamu datang, nyebut nama saya juga. Lalu beliau membuka mata sambil manggut-manggut," tuturnya.  

Selain Nuh, tampak Wakil Presiden Jusuf Kalla juga terlihat datang menjenguk. JK tiba dengan pengawalan ketat sekitar pukul 18.30 WIB melalui pintu samping Paviliun Kartika. Kunjungannya tak terlalu lama. Dia hanya masuk ICU sekitar lima menit dan langsung meninggalkan lokasi.  

Sebelumnya, ada juga kunjungan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Ia tiba di RSPAD pukul 10.00. Kurang lebih 15 menit, Anies membesuk Presiden ke-3 RI itu. Selama itu, dia tidak bisa berkomunikasi langsung dengan Habibie. "Beliau seperti tidur. Masih dalam perawatan. Ada alat-alat juga yang terpasang," ucapnya. 

Anies mengatakan, kondisi kesehatan Habibie cukup berat. Dia mendoakan, semoga Allah memberikan mukjizat untuk kesehatan perancang pesawat N-250 itu. "Semoga Pak Habibie bisa kembali sehat, beraktifitas semula, dan kita berharap tim dokter melakukan upaya terbaik seperti yang sudah dilakukan," katanya.  

Ada juga Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza. Dalam kesempatan tersebut, Hammam menceritakan, kontribusi Habibie sebagai pendiri BPPT. Menurut dia, Habibie membawa ruh membangun Indonesia melalui transformasi industri. "Transformasi industri, berawal di akhir, berakhir di awal. Artinya, ingin melakukan lompatan mengembangkan teknologi industri untuk Indonesia," ucap Hammam. 

Kini, sebagian cita-cita Habibie satu per satu mulai terwujud. Seperti berdirinya PT. Pindad hingga PT. Dirgantara Indonesia. Selain itu, memberikan kesempatan besar kepada anak bangsa untuk mendapat pendidikan, disekolahkan, dan mendapat beasiswa bahkan hingga ke luar negeri. Itu semua untuk membangun sumber daya manusia Indonesia supaya bisa menghasilkan invensi, inovasi, dan memajukan industri tanah air.  

"Semangat itu yang selalu didorong Pak Habibie sejak awal kepada BPPT. Tujuannya, untuk membangun dan memberikan kontribusi ekonomi negara ini," kenangnya. (mia/han)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:45

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

SAMARINDA–Penyelundupan narkoba di Samarinda masuk radar Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…

Jumat, 20 September 2019 11:39

Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltim-Kaltara Sudah Tembus..!! Tapi...

BALIKPAPAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap…

Jumat, 20 September 2019 11:11

YESSS..!! Transportasi IKN: Kereta Tanpa Awak dan Rel

Semenjak penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, kementerian satu…

Jumat, 20 September 2019 11:10

Beri Tenggat hingga Akhir Bulan

BALIKPAPAN–Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim tampaknya hanya…

Jumat, 20 September 2019 11:09

19 Hari, 36 Kasus Karhutla di PPU

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Penajam Paser…

Jumat, 20 September 2019 10:49

Pedagang Sex Toys Ditangkap, Padahal Lagi Laris-larisnya Dibeli Pria dan Perempuan Paruh Baya

BALIKPAPAN – Melakoni pekerjaan sebagai pedagang sex toys alias alat…

Jumat, 20 September 2019 10:45

Jokowi Diminta Tunjuk Koordinator Pemindahan Ibu Kota

JAKARTA – Rencana pemindahan ibu kota negara ditargetkan terlaksana pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*