MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 11 September 2019 11:53
Restrukturisasi untuk Raih Untung, Bukalapak PHK Ratusan Pekerja

PROKAL.CO, JAKARTA– Kabar cukup mengejutkan datang dari salah satu unicorn Indonesia, yakni Bukalapak. Perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce itu dikabarkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ratusan karyawannya. Alasan yang dikemukakan dari keputusan tersebut adalah penyesuaian internal demi bisnis jangka panjang.

Nada penyesalan dicurahkan salah seorang karyawan Bukalapak yang menjadi korban PHK. Dia mengeluhkan aksi perusahaan yang memutus hubungan kerja dalam jumlah yang cukup besar dan merata di hampir semua divisi. ’’Yang jelas sudah beberapa gelombang. Sejak akhir Juli. Hampir 200 (karyawan, Red) mungkin,’’ ungkap salah seorang karyawan korban PHK Bukalapak (10/9).

Karyawan yang enggan namanya disebutkan itu menceritakan, PHK dilakukan merata di semua divisi dan posisi. Sebagian besar sudah berstatus karyawan tetap. Posisi yang terkena imbas PHK bukan hanya staf. Bahkan, ada yang menjabat senior engineer dan senior manager. ’’Restrukturisasi. Begitu statement resminya. Targetnya profitable,’’ ujarnya.

PHK sangat mungkin tidak berhenti sampai di situ. Sebab, kantor Bukalapak di Medan dan Surabaya juga disebut-sebut akan tutup. Sebagian karyawan yang memiliki kinerja bagus bakal ditawari untuk pindah ke Jakarta. Yang tidak bersedia pindah akhirnya memilih resign.

Chief of Strategy Of?cer of Bukalapak Teddy Oetomo mengakui, pihaknya memang melakukan beberapa penyesuaian dan perubahan internal. ’’Bukalapak ingin menjadi e-commerce yang sustainable untuk tumbuh dan menciptakan impact. Karena itu, kami perlu melakukan penyesuaian internal dan perubahan yang dianggap perlu demi bisnis jangka panjang,’’ jelasnya.

Teddy menyatakan, perkembangan teknologi makin pesat sejalan dengan kebutuhan konsumen yang kian beragam. Karena itulah, perusahaan juga beradaptasi terhadap perubahan-perubahan di masyarakat. ’’Ketika Bukalapak didirikan sembilan tahun lalu, perkembangan teknologi tak sepesat sekarang,’’ katanya.

Menurut Teddy, pertumbuhan Bukalapak pada semester pertama 2019 masih positif. Periode itu tumbuh tiga kali lipat bila dibandingkan dengan semester pertama 2018. ’’Menjadi sustainable sangatlah penting bagi kami,’’ tuturnya.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan, fenomena yang dialami Bukalapak mematahkan asumsi shifting masif yang terjadi antara offline dan online. Faktanya, menurut Bhima, semua pelaku bisnis di sektor apa pun saat ini menghadapi tantangan yang sama. ’’Kondisi ekonomi memang sedang berat, baik bagi pemain offline maupun online,’’ ujarnya.

Menurut Bhima, saat ini perusahaan dituntut melakukan penyesuaian strategi bisnis. Selain itu, perusahaan perlu memperhatikan kondisi likuiditas atau cash flow. ’’Harus punya cadangan cash untuk mengantisipasi kondisi tak terduga,’’ tuturnya.

Yang tidak kalah penting, menurut Bhima, perusahaan wajib melakukan riset pasar secara lebih mendalam. Sebab, tidak semua segmen konsumen melemah. Misalnya, berdasar data BI, indeks keyakinan konsumen kelas bawah justru masih optimistis. (agf/deb/rin/c14/oki)


BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 11:36

Harga CPO Mulai Membaik

SAMARINDA- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diharapkan segera…

Jumat, 20 September 2019 11:33
Buruan Datangi Mitsubishi Motors Auto Show

Banyak Promo Menarik dan Harga Spesial

BALIKPAPAN- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI)…

Jumat, 20 September 2019 11:04

Uang Muka Rumah dan Kendaraan Kian Rendah

JAKARTA – Ketegangan hubungan dagang AS dan Tiongkok yang diikuti…

Jumat, 20 September 2019 10:01

Porang Bisa Dibudidayakan di Kaltim, Punya Nilai Ekspor ke Jepang, Tiongkok, dan Vietnam

BALIKPAPAN – Kalimantan Timur diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber…

Jumat, 20 September 2019 09:59

BI Bisa Turunkan Suku Bunga Acuan

JAKARTA– Setelah dua kali memangkas 7-day reverse repo rate (7DRRR)…

Jumat, 20 September 2019 09:54

Pajak Lahan Progresif Bikin Resah

JAKARTA– Tahun ini diakui sebagai periode yang menantang bagi dunia…

Rabu, 18 September 2019 14:17
PT Taspen Ajak ASN Berwirausaha

Gandeng Pegawai Lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda

SAMARINDA-PT TASPEN Persero Cabang Samarinda Kaltim menyelenggarakan acara Program Wirausaha…

Rabu, 18 September 2019 13:07

Banyak Diserap Industri Rumahan, Daging Kerbau Laris di Kaltim

BALIKPAPAN- Sempat sulit diterima, permintaan daging kerbau di Kalimantan Timur…

Rabu, 18 September 2019 13:06

DPK Kaltim Capai Rp 94,45 Triliun

SAMARINDA-Jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kaltim mengalami peningkatan…

Rabu, 18 September 2019 13:02

Semester Pertama Kinerja Kontruksi Kaltim Melambat

SAMARINDA-Kinerja lapangan usaha konstruksi Kaltim triwulan II 2019 tumbuh positif…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*