MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 11 September 2019 11:37
KENA IMBASNYA..!! Karhutla di Sekitanya, Kota Minyak Dikabuti Asap
Kota Balikpapan tampak diselimuti asap, hasil kebakaran lahan dan hutan di kabupaten tetangga.

PROKAL.CO, Kabut asap yang timbul akibat kebakaran hutan dan lahan di sekitar wilayah Balikpapan memenuhi langit Kota Minyak. Ketiadaan hujan makin memperparah.

 

BALIKPAPAN – Dua hari terakhir, langit Kota Minyak tak biru. Terutama di pagi hari. Kabut asap tampak menyelimuti, seperti pada Selasa (10/9) pagi. Kabut asap masih terlihat hingga pukul 09.00 Wita. Tidak hanya kabut, bau asap seperti lahan terbakar juga tercium. Asap ini diduga imbas dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah Kaltim.

Prakirawan BMKG Balikpapan Diyan Novrida menjelaskan, saat ini Balikpapan sedang memasuki puncak musim kemarau. Walau sempat hujan, hanya intensitas ringan. Akibat cuaca yang begitu panas, memicu titik panas (hotspot) semakin banyak. Berdasarkan data BMKG Balikpapan pada kemarin pagi, jumlah hotspot mencapai 241 titik di seluruh wilayah Kaltim.

“Jadi bukan asap di Balikpapan, tapi kiriman dari daerah sekitar,” ucapnya. Di antaranya Samboja Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara (PPU), sampai Paser. Dari pantauan jumlah hotspot terbanyak dari Paser, yaitu 50 titik.

“Arah angin mendukung penyebaran asap ke Balikpapan. Musim kemarau ini arah angin dari tenggara ke selatan hingga barat daya,” sebutnya. Namun, dia menuturkan, kabut asap hanya terjadi beberapa jam. Saat merambat siang, asap menyebar dan hilang.

Selain itu, hotspot yang cukup diwaspadai jika memiliki tingkat kepercayaan hingga 80 persen. Namun tidak semua hotspot memiliki tingkat kepercayaan sebesar itu. Ada yang hanya 30 persen. Sementara hotspot di Paser dengan tingkat kepercayaan 80 persen sekitar 20 titik.

“Berbeda dengan di Kalteng mungkin di sana jumlah hotspot lebih banyak dengan tingkat kepercayaan lebih dari 80 persen,” bebernya. Diyan menjelaskan, jumlah hotspot hingga 241 titik di Kaltim termasuk tinggi. Meningkat dari kondisi biasa. Tentu pengaruh dari adanya musim kemarau.

Namun dia mengaku tidak bisa mengukur berapa banyak hotspot di Kaltim. Sebab datanya setiap hari bisa berubah. “Tidak ada ukuran rata-rata karena setiap hari jumlah hotspot ini berubah. Kalau setelah hujan bisa nihil. Sekarang meningkat karena ini puncaknya musim kemarau, tidak ada hujan,” katanya.

Meski asap menyelimuti langit, sejauh ini belum mengganggu aktivitas penerbangan di kawasan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan. Jarak pandang masih sekitar 3-5 kilometer pada Selasa pagi. Kondisi ini tidak akan terlalu berpengaruh untuk pesawat berukuran besar.

“Masih bisa take off dan landing, belum mengganggu aktivitas penerbangan,” imbuhnya. BMKG tidak dapat memprediksi berapa lama kabut bisa menghampiri Balikpapan. Meski begitu, musim kemarau di Kaltim diprediksi baru terjadi sekitar Oktober dasarian III. Sementara untuk Balikpapan, musim hujan masih di awal November.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Balikpapan, hari ini Balikpapan diprediksi cerah berawan. Dengan suhu sekitar 23-31 derajat Celsius. Kelembaban 65-90 persen. Sementara besok cuaca akan cerah. Suhu 24-30 derajat Celsius dengan kelembaban 65-85 persen. “Kemarau bukan berarti tidak hujan, tetap ada potensi hujan tapi intensitasnya ringan,” tutupnya. (gel/ms/k18)

Tabel Lokasi Hotspot

Berau: 62 titik

Kutai Barat: 30 titik

Kukar: 29 titik

Kutim: 53 titik

Mahulu: 11 titik

Paser: 50 titik

PPU: 5 titik

Samarinda: 1 titik

Total: 241 hotspot di Kaltim

* data per 10 September pukul 07.00 Wita


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:45

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

SAMARINDA–Penyelundupan narkoba di Samarinda masuk radar Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…

Jumat, 20 September 2019 11:39

Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltim-Kaltara Sudah Tembus..!! Tapi...

BALIKPAPAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap…

Jumat, 20 September 2019 11:11

YESSS..!! Transportasi IKN: Kereta Tanpa Awak dan Rel

Semenjak penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, kementerian satu…

Jumat, 20 September 2019 11:10

Beri Tenggat hingga Akhir Bulan

BALIKPAPAN–Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim tampaknya hanya…

Jumat, 20 September 2019 11:09

19 Hari, 36 Kasus Karhutla di PPU

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Penajam Paser…

Jumat, 20 September 2019 10:49

Pedagang Sex Toys Ditangkap, Padahal Lagi Laris-larisnya Dibeli Pria dan Perempuan Paruh Baya

BALIKPAPAN – Melakoni pekerjaan sebagai pedagang sex toys alias alat…

Jumat, 20 September 2019 10:45

Jokowi Diminta Tunjuk Koordinator Pemindahan Ibu Kota

JAKARTA – Rencana pemindahan ibu kota negara ditargetkan terlaksana pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*