MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Rabu, 11 September 2019 10:57
KPK Tetapkan Mantan Dirut Petral Tersangka

PROKAL.CO, JAKARTA– Butuh waktu empat tahun bagi KPK untuk menyelidiki indikasi korupsi PT Pertamina Trading Limited (Petral). Kemarin (10/9) lembaga antirasuah itu menetapkan seorang tersangka dalam perkara perdagangan minyak mentah yang sempat ramai pada 2015 silam.

Tersangka tersebut adalah Bambang Irianto, managing director Pertamina Energy Service (PES) Pte. Ltd (2009-2013). Bambang juga pernah menjabat Direktur Utama (Dirut) Petral sebelum dilakukan pergantian pada 2015. PES dan Petral sama-sama merupakan perusahaan subsidiari Pertamina.

Bambang diduga menerima suap USD 2,9 juta (Rp 40,837 miliar) dari Kernel Oil, perusahaan perdagangan minyak di Singapura. Uang suap itu dikirim ke rekening SIAM Group Holding milik Bambang di British Virgin Island. ”Atas bantuan (Bambang) kepada Kernel Oil terkait perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES di Singapura,” kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif.

Kasus itu berawal dari indikasi adanya praktik mafia migas dalam perdagangan minyak yang dilakukan anak perusahaan Pertamina. Yakni, Petral dan PES. Indikasi permainnan itu yang konon melatarbelakangi pembubaran Petral pada Mei 2015.

Dalam penelusuran awal, KPK menemukan bahwa kegiatan perdagangan minyak dan produk kilang sejatinya dilakukan PES. Petral hanya sebagai paper company atau perusahaan bayangan yang tidak memiliki kegiatan bisnis pengadaan dan penjualan aktif. Untuk diketahui, Petral berkedudukan hukum di Hongkong, sedangkan PES berkantor di Singapura.

Laode menjelaskan, Bambang awalnya diangkat menjadi Vice President (VP) Marketing PES pada 6 Mei 2009. Tugasnya membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan. Setahun sebelumnya, Bambang yang kala itu masih bekerja di kantor pusat Pertamina bertemu dengan perwakilan Kernel Oil.

Nah, saat menjabat VP Marketing, PES melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan Pertamina. Pengadaan itu dapat diikuti national oil company, major oil company, refinery, maupun trader. Saat itu Kernel Oil juga beberapa kali diundang dan menjadi rekanan kegiatan impor serta ekspor minyak mentah untuk PES.

Pada 2012, Pertamina melakukan peningkatan efisiensi perdagangan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) atas perintah presiden. Efisiensi itu dilakukan dengan memprioritaskan pembelian langsung ke sumber-sumber utama. Urutan prioritas yang dimaksud adalah national oil company, refinery/producer, dan potential seller/buyer.

Dengan aturan itu, perusahaan Kernel Oil tidak bisa lagi menjadi rekanan prioritas. Karena itu, Kernel Oil diduga menggunakan bendera Emirates National Oil Company (ENOC) agar bisa ikut kegiatan perdagangan minyak dan produk kilang PES. ”ENOC pun diundang (ikut pengadaan) sebagai kamuflase agar seolah-olah PES bekerja sama dengan national oil company,” ungkap Laode.

Selama proses penyelidikan KPK memeriksa sebanyak 53 saksi. Lalu, di tahap penyidikan, lima lokasi digeledah. Yakni, rumah di Jalan Pramukasari 3 Jakarta; rumah di kompleks Ligamas, Pancoran; rumah di Cempaka Putih Timur; rumah di Jalan Cisanggiri II Petogogan, Kebayoran Baru; erta apartemen di Salemba Residence.

KPK mengakui penanganan perkara tersebut tidak gampang. Sebab, alur suap melewati berbagai negara. British Virgin Island, negara tempat Bambang menampung uang, juga termasuk yurisdiksi asing yang tergolong tax heaven countetries atau negara suaka pajak. ”Semoga perkara ini dapat menjadi kotak pandora untuk mengungkap skandal mafia migas yang merugikan rakyat.” (tyo/fal)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:06

Ipong "Lewati" PKS, Parpol-Bupati Harus Chemistry

PONOROGO- – Ipong Muchlissoni ’’melewati’’ Partai Keadilan Sejahtera.…

Sabtu, 21 September 2019 10:58

Keberadaan Pesawat Rimbun Air Masih Belum Jelas

JAYAPURA-Pencarian terhadap pesawat Rimbun Air jenis Twin Otter DHC6 dengan…

Jumat, 20 September 2019 10:57

Sopir Taksi Perkosa Bocah 9 Tahun

GIANYAR – Bejat. Kata ini nampaknya pantas disematkan atas perilaku…

Jumat, 20 September 2019 09:55

Data Penumpang Bocor, Lion Group Investigasi

JAKARTA– Puluhan juta data penumpang maskapai milik Lion Air Group…

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…

Senin, 16 September 2019 12:12

Merasa Ditipu Dosennya Sendiri, Dijanjikan PNS Bayar Rp 100 Juta

SLEMAN, - “Malu!”. Itulah yang berulang kali dikatakan Akbar, bukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*