MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Rabu, 11 September 2019 10:57
KPK Tetapkan Mantan Dirut Petral Tersangka

PROKAL.CO, JAKARTA– Butuh waktu empat tahun bagi KPK untuk menyelidiki indikasi korupsi PT Pertamina Trading Limited (Petral). Kemarin (10/9) lembaga antirasuah itu menetapkan seorang tersangka dalam perkara perdagangan minyak mentah yang sempat ramai pada 2015 silam.

Tersangka tersebut adalah Bambang Irianto, managing director Pertamina Energy Service (PES) Pte. Ltd (2009-2013). Bambang juga pernah menjabat Direktur Utama (Dirut) Petral sebelum dilakukan pergantian pada 2015. PES dan Petral sama-sama merupakan perusahaan subsidiari Pertamina.

Bambang diduga menerima suap USD 2,9 juta (Rp 40,837 miliar) dari Kernel Oil, perusahaan perdagangan minyak di Singapura. Uang suap itu dikirim ke rekening SIAM Group Holding milik Bambang di British Virgin Island. ”Atas bantuan (Bambang) kepada Kernel Oil terkait perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES di Singapura,” kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif.

Kasus itu berawal dari indikasi adanya praktik mafia migas dalam perdagangan minyak yang dilakukan anak perusahaan Pertamina. Yakni, Petral dan PES. Indikasi permainnan itu yang konon melatarbelakangi pembubaran Petral pada Mei 2015.

Dalam penelusuran awal, KPK menemukan bahwa kegiatan perdagangan minyak dan produk kilang sejatinya dilakukan PES. Petral hanya sebagai paper company atau perusahaan bayangan yang tidak memiliki kegiatan bisnis pengadaan dan penjualan aktif. Untuk diketahui, Petral berkedudukan hukum di Hongkong, sedangkan PES berkantor di Singapura.

Laode menjelaskan, Bambang awalnya diangkat menjadi Vice President (VP) Marketing PES pada 6 Mei 2009. Tugasnya membangun dan mempertahankan jaringan bisnis dengan komunitas perdagangan. Setahun sebelumnya, Bambang yang kala itu masih bekerja di kantor pusat Pertamina bertemu dengan perwakilan Kernel Oil.

Nah, saat menjabat VP Marketing, PES melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan Pertamina. Pengadaan itu dapat diikuti national oil company, major oil company, refinery, maupun trader. Saat itu Kernel Oil juga beberapa kali diundang dan menjadi rekanan kegiatan impor serta ekspor minyak mentah untuk PES.

Pada 2012, Pertamina melakukan peningkatan efisiensi perdagangan minyak mentah dan bahan bakar minyak (BBM) atas perintah presiden. Efisiensi itu dilakukan dengan memprioritaskan pembelian langsung ke sumber-sumber utama. Urutan prioritas yang dimaksud adalah national oil company, refinery/producer, dan potential seller/buyer.

Dengan aturan itu, perusahaan Kernel Oil tidak bisa lagi menjadi rekanan prioritas. Karena itu, Kernel Oil diduga menggunakan bendera Emirates National Oil Company (ENOC) agar bisa ikut kegiatan perdagangan minyak dan produk kilang PES. ”ENOC pun diundang (ikut pengadaan) sebagai kamuflase agar seolah-olah PES bekerja sama dengan national oil company,” ungkap Laode.

Selama proses penyelidikan KPK memeriksa sebanyak 53 saksi. Lalu, di tahap penyidikan, lima lokasi digeledah. Yakni, rumah di Jalan Pramukasari 3 Jakarta; rumah di kompleks Ligamas, Pancoran; rumah di Cempaka Putih Timur; rumah di Jalan Cisanggiri II Petogogan, Kebayoran Baru; erta apartemen di Salemba Residence.

KPK mengakui penanganan perkara tersebut tidak gampang. Sebab, alur suap melewati berbagai negara. British Virgin Island, negara tempat Bambang menampung uang, juga termasuk yurisdiksi asing yang tergolong tax heaven countetries atau negara suaka pajak. ”Semoga perkara ini dapat menjadi kotak pandora untuk mengungkap skandal mafia migas yang merugikan rakyat.” (tyo/fal)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 11:02

Gerah di Jogja Imbas Badai, Bukan Merapi

JOGJA- Kepala Stasiun Klimatologi (Staklim) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika…

Selasa, 19 November 2019 10:43

Kecewa Kalah Pemilihan Kepala Dusun, Pria Ini Bakar Puluhan KIS Warga Miskin

SINGARAJA - Ada-ada saja ulah Ketut Suarta, warga Desa Anturan,…

Selasa, 19 November 2019 10:29

Buku Pelajaran Agama yang Baru Mulai Diajarkan Tahun Depan, Bedanya Apa Sih?

JAKARTA– Perubahan terhadap 155 buku ajar mata pelajaran Pendidikan Agama…

Senin, 18 November 2019 11:34

Gunung Merapi Erupsi Masih Akan Terus Erupsi

JAKARTA– Setelah erupsi pada 9 November lalu, Gunung Merapi di…

Senin, 18 November 2019 11:12

PKS Target Menang 60 Persen Pilkada 2020

JAKARTA– Rapat koordinasi nasional (Rakornas) PKS memunculkan sejumlah rekomendasi penting.…

Senin, 18 November 2019 11:10

Dominan Gas dan Abu Vulkanik, Penerbangan Normal

JOGJA -  Gunung Merapi kembali mengalami aktivitas vulkanik, Minggu (17/11).…

Senin, 18 November 2019 10:52

Panasnya Pilkades di Jawa, Persaingan Suami Versus Istri di 18 Desa

KUDUS- Gelaran pesta politik arus bawah atau pemilihan kepala desa…

Senin, 18 November 2019 00:08

Mendes PDTT : LDN Bisa Ciptakan Pemain Berbakat Dari Desa

JOMBANG  - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes…

Minggu, 17 November 2019 20:30

Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Palestina

JAKARTA – Indonesia mengutuk serangan udara Israel ke Palestina yang terjadi…

Sabtu, 16 November 2019 11:55

Susah Solar Akibat Kuota Dikurangi

JAKARTA– Kosongnya stok solar bersubsidi di SPBU-SPBU telah menghambat aktivitas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*