MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 11 September 2019 10:57
Kaji Penghapusan PPN Kayu-Rotan
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA- Perang dagang antara Amerika Serikat - Tiongkok membuat pasokan industri furnitur ke negeri Paman Sam berkurang. Pasalnya, produk Tiongkok yang selama ini mendominasi terhambat atas ketegangan kedua negara. Indonesia mencoba mamasuki peluang tersebut.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (10/9). Jokowi menilai, kondisi itu harus dimaksimalkan. "Inilah yang jadi kesempatan kita," ujarnya. Jika merujuk data, ekspor furnitur Tiongkok ke AS mencapai 96 miliar dollar.

Apalagi, lanjut dia, berdasarkan informasi yang disampaikan World Bank, produk mebel, kayu dan rotan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengakselerasi pasar. Oleh karenanya, Jokowi menilai perlu kebijakan khusus untuk merangsang kesempatan tersebut.

"Kita ingin ada tindakan konkret dan policy dari kementerian yang meberikan dukungan terhadap ini," imbuhnya. Terkait kebijakan apa yang disiapkan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah sudah menyerap berbagai aspirasi dari pelaku usaha kayu dan rotan. Salah satu persoalan yang disampaikan adalah masih tingginya pajak pertambahan nilai (PPN). Untuk kayu log misalnya, besaran PPN mencapai 10 persen. 

Atas masukan tersebut, pemerintah pun melakukan kajian untuk potensi keringanan. "Menperin katakan sedang dibahas dengan Kemenkeu," ujarnya.

Selain pajak, hal lain yang dikaji adalah kebijakan financing. Berdasarkan cerita pengusaha, kata Darmin, mereka mengeluhkan jomplangnya bunga simpan dan pinjam. "Masa kita naruh uang dikasih bunga 5 persen, kalau pinjam 12 persen," imbuhnya.

Darmin menambahkan, berbagai persoalan tersebut masih dalam kajian. Yang pasti, harus ada solusi peningkatan. Pasalnya, perkembangan ekspor kayu dan produk kayu mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Yakni mencapai 32 persen dalam lima tahun terakhir. Namun demikian, ekspor produk mebel justru mengalami perlambatan akibat kalah saing dengan produk sejenis.

Selain memaksimalkan potensi di AS, Darmin menyebut peningkatan ekspor juga perlu ditingkatkan di negara-negara lain seperti Jepang, Belanda, dan Inggris. (far)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 11:43

Triwulan III 2019, Kinerja Ekspor Terancam Melambat

Kinerja ekspor Kaltim pada triwulan III 2019 diperkirakan tumbuh lebih…

Jumat, 20 September 2019 11:36

Harga CPO Mulai Membaik

SAMARINDA- Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diharapkan segera…

Jumat, 20 September 2019 11:33
Buruan Datangi Mitsubishi Motors Auto Show

Banyak Promo Menarik dan Harga Spesial

BALIKPAPAN- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (PT MMKSI)…

Jumat, 20 September 2019 11:04

Uang Muka Rumah dan Kendaraan Kian Rendah

JAKARTA – Ketegangan hubungan dagang AS dan Tiongkok yang diikuti…

Jumat, 20 September 2019 10:01

Porang Bisa Dibudidayakan di Kaltim, Punya Nilai Ekspor ke Jepang, Tiongkok, dan Vietnam

BALIKPAPAN – Kalimantan Timur diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber…

Jumat, 20 September 2019 09:59

BI Bisa Turunkan Suku Bunga Acuan

JAKARTA– Setelah dua kali memangkas 7-day reverse repo rate (7DRRR)…

Jumat, 20 September 2019 09:54

Pajak Lahan Progresif Bikin Resah

JAKARTA– Tahun ini diakui sebagai periode yang menantang bagi dunia…

Rabu, 18 September 2019 14:17
PT Taspen Ajak ASN Berwirausaha

Gandeng Pegawai Lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda

SAMARINDA-PT TASPEN Persero Cabang Samarinda Kaltim menyelenggarakan acara Program Wirausaha…

Rabu, 18 September 2019 13:07

Banyak Diserap Industri Rumahan, Daging Kerbau Laris di Kaltim

BALIKPAPAN- Sempat sulit diterima, permintaan daging kerbau di Kalimantan Timur…

Rabu, 18 September 2019 13:06

DPK Kaltim Capai Rp 94,45 Triliun

SAMARINDA-Jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kaltim mengalami peningkatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*