MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 10 September 2019 13:19
Keluhkan Pendapatan, TK2D Kesehatan Mengundurkan Diri, Program pun Kacau
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani saat diwawancarai

PROKAL.CO, SANGATTA - Dinas Kesehatan Kutim melaporkan saat ini banyaknyaTenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) bidang kesehatan mengundurkan diri. Hal itu terjadi di puskesmas sejumlah kecamatan, dimana tenaga perawat dan bidan sangat terbatas. Padahal kondisinya saat dibutuhkan. 

Belum diketahui pasti alasan sejumlah tenaga kesehatan tersebut memilih mundur dari pekerjaannya. Namun, dikatakan Bahrani, ada yang berhenti karena menikah, beralih pekerjaan yang lebih menjanjikan hingga keluhan pendapatan.  

Di sisi lain, dapat mengurangi jumlah TK2D yang jumlahnya mencapai 7000an di Kutim. Namun, berhentinya sejumlah tenaga kesehatan ini memengaruhi pada pekerjaan di puskesmas Kutim khususnya di pedalaman. 

"Di puskesmas banyak TK2D yang mengundurkan diri, mereka mengeluh banyak kekurangan. Program jadi kacau karena tidak ada orang. Mau terima tenaga kontrak lagi juga tidak bisa," jelasnya saat diwawancarai usai coffee morning (9/9). 

Bahrani menjelaskan, banyak Puskesmas yang mengeluh karena kekurangan tenaga kesehatan bahkan sejumlah puskesmas mengaku kewalahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.  

"Di beberapa kecamatan memang sedang butuh bidan dan perawat. Seperti Muara Bengkal salah satunya. Belum tau berapa total yang mengundurkan diri, yang jelas ini membuat kesulitan," terang dia.

 Dia berharap pemerintah dapat memberikan solusi terkait hal ini,  sebagaimana diketahui saat ini tidak ada lagi penerimaan TK2D yang baru. Hingga sejauh ini, satu orang merangkap hingga tiga pekerjaan. 

Menanggapi hal ini, Sekda Kutim, Irawansyah yang memimpin rapat Coffe Morning tersebut mengatakan, tahun ini tidak ada penerimaan TK2D baru, untuk kekurangan SDM yang dialami sejumlah Puskesmas, dia berjanji tahun tahun depan akan dibuka jalur khusus untuk tenaga kesehatan dan guru. 

"Nanti ada perekrutan khusus, tidak untuk umum, karena penggajian juga mengalami kewalahan," tutupnya. (*/la)

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 12:04

Dana Reboisasi Tak Bisa Dicairkan, Kapolres Minta Perusahaan Membantu Personel dan Sarpras

TANA PASER - Keseriusan stakeholder di Kabupaten Paser menangani kebakaran…

Sabtu, 21 September 2019 12:03

1 Pelaku Karhutla Diungkap Polres Paser

TANA PASER - Satu tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan…

Sabtu, 21 September 2019 12:01

Kabut Asap Belum Ganggu Aktivitas Lalu Lintas Air

Aktivitas pelayaran di Bumi Batiwakkal tidak mengalami kendala meski kabut…

Sabtu, 21 September 2019 11:58

THM Itu Bukan Milik Polisi

SANGATTA-Beberapa hari lalu, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Sabtu, 21 September 2019 11:46

DUH, MIRIS..!! Tiga Kelurahan Masih Membara

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 20 September 2019 11:49

Sangkima Kesulitan Air Bersih, Sungai Mengering Hingga Tak Bisa Dilintasi Kapal

Musim kemarau semakin terasa dampaknya bagi warga Kutim. Tak hanya…

Kamis, 19 September 2019 13:16

Ada Kampung Narkoba yang Baru

SAMARINDA–Dalam waktu semalam, tepatnya Jumat (13/9), Polsek Samarinda Ulu berhasil…

Kamis, 19 September 2019 13:11

Kutim Siap Swasembada Pangan

Pusat pemerintahan Indonesia sudah diputuskan di Kaltim. Targetnya, sebelum 2024…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Nestapa Atlet Berprestasi, Hampir Setahun, Bonus 14 Cabor Tak Kunjung Cair

SANGATTA-Banyak atlet yang membela Kutim mempersembahkan medali. Namun, janji bonus…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Muharram Kembalikan Berkas ke PDIP

TANJUNG REDEB–Tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*