MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 10 September 2019 13:19
Keluhkan Pendapatan, TK2D Kesehatan Mengundurkan Diri, Program pun Kacau
Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani saat diwawancarai

PROKAL.CO, SANGATTA - Dinas Kesehatan Kutim melaporkan saat ini banyaknyaTenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) bidang kesehatan mengundurkan diri. Hal itu terjadi di puskesmas sejumlah kecamatan, dimana tenaga perawat dan bidan sangat terbatas. Padahal kondisinya saat dibutuhkan. 

Belum diketahui pasti alasan sejumlah tenaga kesehatan tersebut memilih mundur dari pekerjaannya. Namun, dikatakan Bahrani, ada yang berhenti karena menikah, beralih pekerjaan yang lebih menjanjikan hingga keluhan pendapatan.  

Di sisi lain, dapat mengurangi jumlah TK2D yang jumlahnya mencapai 7000an di Kutim. Namun, berhentinya sejumlah tenaga kesehatan ini memengaruhi pada pekerjaan di puskesmas Kutim khususnya di pedalaman. 

"Di puskesmas banyak TK2D yang mengundurkan diri, mereka mengeluh banyak kekurangan. Program jadi kacau karena tidak ada orang. Mau terima tenaga kontrak lagi juga tidak bisa," jelasnya saat diwawancarai usai coffee morning (9/9). 

Bahrani menjelaskan, banyak Puskesmas yang mengeluh karena kekurangan tenaga kesehatan bahkan sejumlah puskesmas mengaku kewalahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.  

"Di beberapa kecamatan memang sedang butuh bidan dan perawat. Seperti Muara Bengkal salah satunya. Belum tau berapa total yang mengundurkan diri, yang jelas ini membuat kesulitan," terang dia.

 Dia berharap pemerintah dapat memberikan solusi terkait hal ini,  sebagaimana diketahui saat ini tidak ada lagi penerimaan TK2D yang baru. Hingga sejauh ini, satu orang merangkap hingga tiga pekerjaan. 

Menanggapi hal ini, Sekda Kutim, Irawansyah yang memimpin rapat Coffe Morning tersebut mengatakan, tahun ini tidak ada penerimaan TK2D baru, untuk kekurangan SDM yang dialami sejumlah Puskesmas, dia berjanji tahun tahun depan akan dibuka jalur khusus untuk tenaga kesehatan dan guru. 

"Nanti ada perekrutan khusus, tidak untuk umum, karena penggajian juga mengalami kewalahan," tutupnya. (*/la)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 22:52

Disegel Ahli Waris, Minta Pembayaran Pinjam Pakai, Pengurus PMI Mengungsi

SANGATTA–Pengurus PMI Kutim terpaksa angkat kaki mencari hunian baru sebagai…

Rabu, 20 November 2019 22:50

Jembatan Penopang Timpang, Badan Jalan Turun, Lima Kecamatan Terancam Terisolasi

Jembatan Sungai Lembang di Kecamatan Bengalon, tepat di bibir jembatan…

Rabu, 20 November 2019 13:03

Pembangunan Jembatan Sebulu dan Loa Kulu Mencuat Lagi

Wacana pembangunan dua jembatan yang sempat menguap kini kembali dilirik.…

Rabu, 20 November 2019 13:01

Ada Potensi PAD dari Kapal Pandu

  Keberadaan sejumlah jembatan di Kukar berpotensi menambah pendapatan asli…

Rabu, 20 November 2019 13:01

Ombau Asa Belum Nikmati Listrik dan Air Bersih

SENDAWAR–Pemerataan pembangunan di Kutai Barat (Kubar) dianggap belum maksimal. Tidak…

Rabu, 20 November 2019 12:57

Air Sungai Segah Tercemar, Pemkab Hentikan Sementara Aktivitas Dua Perusahaan

TANJUNG REDEB – Setelah melakukan pengambilan sampel air di Sungai…

Rabu, 20 November 2019 12:55

Meski Tidak Ada Kantor Pos, Berkas CPNS Wajib Disetor

SANGATTA - Berkas pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih…

Rabu, 20 November 2019 12:29

HEBOHHH..!! Bikin Video Mesum di Hutan Bakau

PULAU DERAWAN – Video tidak senonoh berdurasi sekitar 2 menit…

Rabu, 20 November 2019 10:34

Tilap Anggaran Desa, Bendahara Desa Tanjung Aru Didakwa 4,6 Tahun Penjara

TANA PASER - Kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang melanda…

Rabu, 20 November 2019 10:31

INGAT..!! Dukungan ASN Tidak Sah Untuk Calon Independen

TANA PASER - Persyaratan dukungan calon perseorangan (non-partai) untuk pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*