MANAGED BY:
RABU
22 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 10 September 2019 13:16
Satpol PP Razia Belasan Kios Tidak Berizin
DIRAZIA: Satpol PP saat melakukan penertiban kios di ruas Jalan Sangatta Utara. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, SANGATTA - Dalam upaya melakukan penertiban dan pengamanan Satpol PP Kutim melakukan operasi lapangan, di lokasi, pihaknya menemukan oknum ASN menyewakan lahan secara ilegal. Hal ini dilaporkan dalam rapat coffee morning pada Senin (9/9). 

Menurut plt Kasatpol PP Kutim, Didi Herdiansyah menemukan banyak kios tidak berizin di ruas Jalan Yos Sudarso IV, Kecamatan Sangatta Utara. Temuan ini saat timnya melakukan operasi Minggu (8/9) lalu. 

"Kami sudah melakukan operasi, ada 11 PKL dan kios di depan kantor PLN tidak memiliki surat valid. Baik HGU maupun PPAT. Makanya kami beri waktu seminggu, setelah itu akan ditindak," ujarnya dalam laporannya. 

Menurutnya, kawasan ini merupakan jalur hijau milik Pemkab. Fatalnya lahan tersebut disalah gunakan oleh oknum. Baik disewakan bahkan dijual-belikan. Tidak hanya oknum masyarakat, Didi menyebutkan dua ASN ikut terlibat. 

"Saya tidak bisa sebutkan ASNnya, kalau oknum masyarakatnya, itu pemilik salah satu hotel di Sangatta. Dirinya sudah minta waktu sebulan untuk menertibkan sendiri," paparnya. 

Dia meminta usai penertiban dapat dibuatkan taman. Agar pengelolaan lahan lebih tertata dan tidak berisiko ditumbuhi kembali pedagang ilegal. 

"Saran saya, kalau dibongkar langsung dibuatkan taman, supaya tidak dianggap menggusur saja," jelasnya. Tidak hanya melakukan penelusuran, pihaknya juga  melakukan sosialisasi tentang peraturan dan program pemerintah. Agar dapat mengikuti permintaan Pemkab Kutim untuk melakukan sterilisasi kawasan tersebut.  

"Mereka tidak ada bukti surat-menyurat, maka sudah selayaknya untuk melakukan kegiatan perdagangan dengan sesuai aturan dan petunjuk pemerintah," ungkapnya. 

Didi memberi tolerir waktu hingga sepekan kepada para pemilik kios untuk tidak lagi berdagang di lokasi tersebut. Jika tak diindahkan, akan ditegur lagi. Kemudian diberi lagi waktu selama tiga hari. Kemudian setelahnya akan dilakukan pembongkaran. "Kami pakai sistem 7-3-1. Pemberitahuan, peringatan, dan aksi nyata pembongkaran," ujarnya. 

Diketahui, Pemkab Kutim telah menyediakan kawasan khusus untuk para pedagang Sangatta, salah satunya di Pasar Induk Sangatta. Menurutnya, kegiatan ini berdampak jangka panjang. Dia menargetkan kawasan ini sudah steril pada akhir September. "Semoga semua elemen dapat saling membantu, nanti kami sosialisasi ke RT, Desa dan Camat," jabarnya.

 Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kutim, Irawansyah mendukung seluruh hal yang berkaitan dengan marwah pemerintah, namun dirinya meminta tetap memberi solusi bagi masyarakat. Agar tidak ada kesenjangan.  

"Boleh lakukan saja, yang penting tetap sesuai dengan aturan. Untuk operasional di depan PLN harus diurus, apalagi disana tidak ada surat-menyurat tanah. Disana juga memang bagus jadi kawasan hijau. Nanti ajak PU atau perkim, supaya bisa diprogramkan disana," tutupnya. (*/la)

 


BACA JUGA

Selasa, 21 Januari 2020 14:01

Jalan Rusak, DPRD dan PU Beda Suara

TANA PASER-  Keluhan bernada protes yang disampaikan warga terhadap kondisi…

Selasa, 21 Januari 2020 12:17

Kampung Budaya Bensamar Ditambang, DLH Bilang Penjarahan..!!

Izin operasi atas konsesi PKP2B di Dusun Bensamar, Tenggarong, telah…

Selasa, 21 Januari 2020 10:25

Pasokan Listrik ke MMB Hanya di Bibir

SENDAWAR–Pembangunan jaringan listrik ke Kecamatan Mook Manar Bulatn (MMB) sebatas…

Senin, 20 Januari 2020 14:09

17 Tahun Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

TANA PASER- Sejumlah warga protes mempertanyakan badan Jalan KH Agus…

Senin, 20 Januari 2020 13:23

Antisipasi Bencana Banjir di PPU, Normalisasi Bergulir di Tiga Sungai

Banyak cara mencegah banjir. Salah satunya menormalisasi sungai. Baik melakukan…

Senin, 20 Januari 2020 13:20

Sudah 9.949 Siswa Terdata Calon Penerima Perlengkapan dan Seragam Sekolah Gratis

PENAJAM - Program seragam gratis untuk siswa di Penajam Paser…

Senin, 20 Januari 2020 13:18

Pengajuan CPNS 2020 Didominasi Guru

PENAJAM - Kabupaten Penajam Pasar Utara (PPU) jadi satu-satunya daerah…

Senin, 20 Januari 2020 10:44

Jembatan Ambruk, Perekonomian Warga Terancam

TANA PASER - Infrastruktur di pedesaan memang masih butuh perhatian…

Minggu, 19 Januari 2020 12:19

Masalah Jalan Urung Terselesaikan, Warga Butuh Bukti

Pemkab Kubar merespons keluhan warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara…

Minggu, 19 Januari 2020 12:17

Olahan Delima Bikin Paser Berjaya

TANA PASER - Melimpahnya tanaman alam di Desa Batu Kajang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers