MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 10 September 2019 12:06
KABAR GEMBIRA..!! Saudi Diskon Biaya Visa Progresif Umrah-Haji

Semula Rp 8 Juta, Kini Hanya Rp 1,2 Juta

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Ada kabar gembira bagi masyarakat yang ingin kembali beribadah ke tanah suci. Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait pengurangan biaya visa progresif untuk umrah dan haji.

Hal tersebut disampaikan Konsul Haji Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI di Jeddah Endang Djumali kemarin (9/9). Dia menuturkan, Kementerian Haji Arab Saudi telah mengajukan peninjuan ulang atas kebijakan biaya visa tersebut. Peninjauan ulang ini terkait besaran biaya, bukan penghapusan. Endang sudah berkomunikasi dengan sejumlah pihak. Antara lain, Sekretaris Pribadi Menteri Haji Arab Saudi Majid al Moumeni, Penanggungjawab E-Hajj Mr Farid Mandar, dan Humas Kementerian Haji dan Umrah Saudi. ”Penghapusan itu baru wacana dan belum menjadi suatu keputusan mutlak. Yang sudah menjadi keputusan adalah pengurangan biaya visa progresif,” ujarnya.

Dalam keputusan tersebut, pengurangan nominal visa progresif mencapai 1.700 Riyal. Artinya, calon jamaah yang ingin kembali menjalankan ibadah umrah dan haji cukup membayar 300 Riyal atau sekitar Rp 1,2 juta (asumsi kurs 1 Riyal adalah Rp 4 ribu). Angka itu lebih rendah dari ketentuan sebelumnya yang mencapai 2.000 Riyal (Rp 8 juta). Namun, Endang belum mendapat informasi pasti terkait waktu penerapan aturan baru tersebut. ”Belum ada juknis dari Kementerian Haji Arab Saudi,” ungkapnya.         Endang mengaku menyambut baik kebijakan baru tersebut. Dia meyakini, kebijakan baru ini akan meringankan jamaah.

Dikonfirmasi terpisah, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengaku belum mendapat informasi resmi tentang kebijakan tersebut. Kendati demikian, ia menyambut baik jika memang sudah menjadi keputusan Saudi. ''Kemarin baru wacana. Yang jelas kami sangat menyambut baik,” tuturnya singkat saat ditemui di Kantor Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) kemarin.

Wakil Ketua Komisi 8 DPR Sodik Mudjahid mengatakan, pengurangan biaya itu bakal menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia yang ingin kembali menunaikan ibadah haji atau umrah. ”Sangat bermanfaat sekali. Terutama, mereka yang ingin berumrah kembali,” ujarnya.

Dia mengatakan, kebijakan ini akan sangat mempengaruhi biaya umrah yang harus dikeluarkan jamaah. Mereka tak harus mengeluarkan ongkos ganda untuk membayar biaya tambahan karena sudah pernah berumrah. ”Terutama mengurangi biaya pembimbing umrah yang akan berpengaruh pada pengeluaran jamaah secara umum,” katanya.

Diakuinya, ibadah umrah dan haji di Indonesia memang dimaknai sedikit berbeda oleh masyarakat Indonesia. Kedua ibadah tersebut sudah seperti budaya. Jadi, tak cukup sekali. Padahal, haji dan umrah berulang kali bukanlah amal utama. Masih banyak amalan-amalan yang nilainya jauh lebih besar dari umrah dan haji berulang-ulang. Salah satunya, wakaf atau infaq untuk pembangunan umat. ”Tugas ustadz-ustadz untuk memberikan tarbiyah dan edukasi yang benar,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.

Seperti diketahui, Arab Saudi memberlakukan visa progresif bagi jamaah umrah sejak 2016. Jamaah yang akan berumrah untuk kedua atau kesekian kalinya harus membayar biaya tambahan. Hal ini juga berlaku untuk jamaah haji yang sudah pernah berhaji dan ingin menunaikannya kembali. Sejak 2018, mereka wajib membayar biaya tambahan sebesar SAR 2.000. Jamaah yang dikenakan visa progresif tersebut didasarkan pada data e-Hajj yang dikeluarkan oleh Arab Saudi. (mia/oni) 


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:39

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif

Meski upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…

Senin, 21 Oktober 2019 11:01

Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat

JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai…

Senin, 21 Oktober 2019 10:41

CATAT JANJI JOKOWI, Akan Revisi Puluhan Undang-Undang Yang Hambat Investasi

JAKARTA– Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan…

Senin, 21 Oktober 2019 10:10

Akhir Tahun Konstruksi Menggeliat

SAMARINDA – Memasuki akhir 2019, kinerja lapangan usaha konstruksi diperkirakan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:10

Bincang dengan BPJS Kesehatan Wilayah Kaltimtengseltara

Alih-alih meraih break even point, BPJS Kesehatan mengaku terus mengalami…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:09

KPK Mulai “Lumpuh”

JAKARTA – Berlakunya UU Nomor 19/2019 tentang KPK mulai melumpuhkan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:08

Susunan Kabinet Belum Klir

SEMENTARA itu, penyusunan kabinet diprediksi belum akan rampung dalam waktu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*