MANAGED BY:
KAMIS
21 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 10 September 2019 11:52
Efek IKN Mulai Terasa Tahun Depan

Diversifikasi Investasi, Perizinan di Kaltim Masih Bermasalah

Realisasi investasi penanaman modal dalam negeri sektor tambang batu bara periode April - Juni 2019 di Kaltim mencapai Rp 10.55 triliun atau 86,76 persen.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Ketergantungan terhadap pertambangan batu bara mesti dilepas Kaltim. Seiring pemindahan ibu kota negara (IKN), ceruk lain penggerak ekonomi daerah mesti diubah. Di antaranya, perdagangan, jasa, dan konstruksi. Namun, diversifikasi ekonomi masih dihantui banyak kendala. Utamanya mengenai online single submission (OSS).

Untuk diketahui, OSS merupakan terobosan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). OSS dianggap karpet merah untuk pemodal menamakan investasinya di Kaltim. Tujuannya, mempermudah investor mengurus perizinan. Baik izin usaha skala kecil, menengah, maupun besar.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPMPTSP Kaltim Awaluddin mengatakan, urusan perizinan via OSS memangkas birokrasi. Urusan lebih canggih, lebih cepat, dengan sistem data yang terpadu dan terintegrasi secara online. “Namun belum berjalan dengan maksimal. Ke depan kita akan membuat project untuk membuat aplikasi rekomendasi teknis,” tuturnya.

Lanjut dia, perizinan yang diajukan lewat OSS bisa terus dipantau lewat identity (ID) tracking. Pemberian ID tracking memudahkan investor mengecek perkembangan izinnya sudah sampai mana. Dampaknya, terobosan ini diharapkan dapat menggenjot daya tarik investor ke Kaltim.

“Kaltim menjadi IKN tentunya kita akan memberikan kenyamanan bagi investor. Lewat izin yang lebih mudah, insentif bagi sektor tertentu dan sebagainya,” katanya. Awaluddin mengungkapkan, meskipun Presiden Joko Widodo sudah mengatakan IKN dipindah ke Kaltim, belum banyak pergerakan yang dilakukan investor. “Pengusaha masih wait and see. Masih menunggu. Kan belum jelas di mana dan sebagainya,” ungkap Awaluddin.

Dia memprediksi, geliat investasi dampak IKN baru terasa pada 2020. Pasalnya, saat itu pembangunan mulai berjalan. Terlebih saat ini, belum jelas terkait regulasi-regulasi pemindahan IKN. Merespons masuknya keran investasi ke Kaltim pada tahun depan, DPMPTSP telah merencanakan beberapa hal.

“Kami mau bikin focus group discussion (FGD) soal regulasi,” imbuhnya. Melalui, FGD masalah yang menghambat, termasuk regulasi-regulasi yang tak sinkron akan dicarikan solusinya.

Menurut dia, hal yang paling penting saat ini adalah perizinan berbasis aplikasi internet. Namun, perlu waktu untuk masyarakat menerimanya. Akan tetapi, dengan seiring perkembangan zaman, masyarakat tentu bisa menerimanya.

Ditemui terpisah, Wakil Ketua Umum Kamar dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Alexander Soemarno mengatakan, untuk awal pemindahan IKN jelas akan menarik perhatian investor bidang konstruksi. Selama masa pembangunan itu, otomatis sub-bidang pengerjaannya, maupun pengadaannya pasti akan meningkat.

“Investor masih akan sebatas melirik konstruksi dulu. Setelah dipindah baru akan bermunculan investasi lain seperti perdagangan dan jasa,” ujarnya Senin (9/9). Menurut dia, pemindahan IKN yang turut memindahkan 1,5 juta jiwa menjadi pasar potensial. Khususnya di sektor makanan dan minuman. “Sehingga akan muncul investasi-investasi baru. Jika infrastruktur daerah ini lebih baik karena IKN, maka tidak hanya batu bara yang menarik investor, tapi juga sektor lain,” katanya.

Diakuinya, masih mendominasinya sektor pertambangan di Kaltim karena sektor tersebut masih paling menarik dibandingkan sektor lain di Kaltim. Sehingga diperlukan perbaikan infrastruktur agar sektor lain bisa dilirik. “Jika IKN terealisasi, investor bisa melirik sektor lain seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk dan perbaikan infrastruktur,” tutupnya. (*/ain/ctr/nyc/riz/k8)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 13:18

Polda dan Polres Jadi Sasaran, Densus Tangkap Empat Orang Jaringan Bom Medan

Polrestabes Medan diserang kelompok teroris Rabu (13/11). Tak lama berselang,…

Rabu, 20 November 2019 10:14

Mau Bahas IKN, Baleg DPR Kecewa dengan Pemprov Kaltim

BALIKPAPAN- Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke…

Rabu, 20 November 2019 10:10

Kedapatan Ngobrol saat Kapolri Beri Arahan, Kapolres Kampar Dicopot

JAKARTA— Kapolri Jenderal Idham Aziz menunjukkan ketegasannya dalam memimpin Polri.…

Selasa, 19 November 2019 17:49

Tiga Tempat di Samarinda Digerebek Densus 88

SAMARINDA - Tim Densus 88 menggerebek tiga tempat di Samarinda,…

Selasa, 19 November 2019 14:41

Polisi Berjaga di Ruko Penjual Parfum di Jalan Cendana, Ada Apa?

SAMARINDA - Sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di salah satu…

Selasa, 19 November 2019 11:06

Tak Yakin Jembatan Mahakam Masih Aman

Agustus lalu, umur Jembatan Mahakam sudah lebih tiga dekade. Minim…

Selasa, 19 November 2019 11:05

Perlu Keseriusan Benahi Stadion Palaran, Kemenpora Janji Beri Bantuan

SAMARINDA–Stadion Utama Palaran, Samarinda, sudah berdiri megah sejak 2008. Tapi…

Selasa, 19 November 2019 11:04
Mengunyah Draniki di Antara Sastra dan Seni

Minsk Itu Terbuat dari Bulba, Dingin, dan Kenangan

Di Minsk, legasi masa lalu dirawat dalam bentuk fisik dan…

Selasa, 19 November 2019 11:03

Tol Balsam Beroperasi Sebagian, Anggaran Dipertanyakan

BALIKPAPAN-Tarik-ulur pemanfaatan Tol Balikpapan-Samarinda menjadi atensi DPRD Kaltim. Tol pertama…

Selasa, 19 November 2019 10:53

Warga Malaysia Dilarang Jual Tiket ke Suporter Indonesia

FEDERASI Sepak Bola Malaysia (FAM) tak ingin suporter tamu mendominasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*