MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Selasa, 10 September 2019 11:28
Belum Siap Ubah Jam Buang

PROKAL.CO, PERSOALAN sampah tak melulu di TPA. Di hulu, persoalan juga tak sedikit. Jam buang sampah salah satunya. Mengacu peraturan daerah (Perda) sampah saat ini, buang sampah di tempat pembuangan sementara (TPS) boleh dilakukan pada pukul 18.00-06.00 Wita.

Kini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan tengah mengajukan perubahan jam buang sampah. Kian dipersempit, hanya boleh dilakukan pukul 18.00-00.00 Wita. Dengan harapan tak ada lagi timbunan sampah di TPS pada pagi hari.

Dalam Perda Nomor 13 Tahun 2015 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga tersebut telah diatur, bagi pelanggar peraturan bisa dikenakan jeratan hukum pidana kurungan paling lama 6 bulan, atau pidana denda paling banyak Rp 50 juta. 

Dirasa berlebihan, Kepala DLH Suryanto ingin mengubah sanksi yang ada jadi tindak pidana ringan (tipiring). Tidak ada pidana kurungan dalam usulan perda baru tersebut. Hanya saja warga yang melanggar akan ditahan KTP-nya dan langsung disidangkan dengan membayar denda Rp 50 ribu.

“Yang kita harap efek malu dan jera itu. Tetangga mereka sendiri yang akan jadi saksi,” ucapnya.

 Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi pun mendorong masyarakat dan komunitas untuk dapat mengolah sampah dengan pendekatan 3R (reuse, recycling dan reduce). Ia berharap sampah mengalami reduksi sekitar 35 persen, atau sampah yang sampai ke TPA hanya 65 persen dari volume sampah yang mencapai 342 ton per hari.

Namun, menurut penggiat lingkungan, Sri Ismudiati pengolahan 3R tidak maksimal. Masyarakat belum siap. Karena dari 1.517 RT baru ada 127 bank sampah. Rumah kompos di Balikpapan juga masih minim, hanya ada enam titik yang berada di Teritip, Manggar, Sepinggan (aktif), Karang Rejo (aktif), Graha Indah (aktif), dan Margo Mulyo.

Disebutkan, untuk 1 kg sampah botol plastik bersih yang dijual ke bank sampah dihargai Rp 1.500 dan bila dalam kondisi masih kotor dihargai Rp 1.000 per kilo. "Kalau masalah nilai jual itu adalah yang ke sekian. Kalau ingin membentuk bank sampah pun jangan berpikir nilai uangnya dulu, tetapi bagaimana lingkungan kita menjadi bersih dari sampah," tegasnya.

TPS LIAR

Selain persoalan jam buang, TPS liar juga jadi masalah serius. Warga membuang sampah di pinggiran jalan, dengan harapan ada petugas yang akan mengangkut.

Kondisi itu terlihat di kawasan Kelurahan Damai Bahagia.

“Sudah kami pasang spanduk untuk tidak buang di lokasi TPS liar,” terang Junaidy, Lurah Damai Bahagia. Padahal pemerintah telah menyediakan TPS. Lokasinya tak jauh dari TPS liar ini.

Soal TPS liar juga dikeluhkan warga bernama Andi kawasan Sumber Rejo, RT 19. Dirinya tak mengetahui secara rinci, kapan sampah bisa menumpuk di pinggir jalanan.

“Tidak tahu siapa yang memulai. Tiba-tiba sampah sudah mulai menumpuk. Lambat laun dijadikan TPS liar,” sesalnya. Selain berhamburan, juga tak dilengkapi bak sampah besar. “Dibuang begitu saja di pinggir jalan,” ujarnya.

Penumpukan sampah juga terlihat di pertigaan Jalan Indrakila-Wonorejo, Balikpapan Utara. Pada pagi hari, saat jam sekolah, sampah yang masih menumpuk belum seluruhnya diangkut. Imbasnya, kemacetan kerap terjadi.

Permasalahan sampah juga selalu terjadi di daerah pesisir. Banyak warga membuang sampah seenaknya ke laut. Seperti diungkapkan Lurah Baru Ulu Muhammad Rizal. Kurangnya TPS bisa jadi salah satu penyebab.

Belum lagi kebiasaan warga yang malas membuang di TPS, sehingga sampah kerap dibuang langsung dari rumah mereka yang berdiri di atas perairan.

“Ini kembali ke pola pikir. Memang sulit sekali buat mereka buang sampah ke TPS karena sudah terbiasa. Inilah yang jadi tantangan. Walau sudah dilakukan sosialisasi kebersihan lingkungan,” tuturnya. (lil/aim/ms/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 24 Mei 2020 12:22

Awal Juni, Kepastian Ibadah Haji Tahun Ini

BALIKPAPAN- Kementerian Agama Republik Indonesia masih menunggu keputusan Arab Saudi…

Minggu, 24 Mei 2020 12:16

Rapid Test Sambung Menyambung, Rizal Sebut Kurang Jarum Suntik

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan…

Minggu, 24 Mei 2020 12:12

"Kangen Penjara", 5 Napi Asimilasi Masuk Bui Lagi

BALIKPAPAN- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan beberapa waktu lalu…

Minggu, 24 Mei 2020 11:57

Setelah 3 Bulan Setop, Layanan Pengurusan SIM Dibuka Lagi, Catat Tanggalnya Nih..!!

BALIKPAPAN- Setelah kurang lebih tiga bulan dihentikan, layanan pengurusan Surat…

Jumat, 22 Mei 2020 14:44

Ada 2 Klaster Baru Penyebaran Corona di Samarinda

BALIKPAPAN–Empat anggota DPRD Balikpapan termasuk dua PNS dan tiga tenaga…

Jumat, 22 Mei 2020 14:13

Di Balikpapan, Takbir Keliling dan Open House Dilarang

Masyarakat diminta menghindari atau pun menggelar kerumunan massa. Untuk memeriahkan…

Jumat, 22 Mei 2020 13:41

Bantah Tarif Naik, PLN Bilang Tagihan Bengkak karena Social Distancing dan WFH

Tagihan listrik meningkat tidak terlepas dari kebijakan pemerintah untuk social…

Jumat, 22 Mei 2020 13:11

Pencairan BST, Imbau Warga agar Lebih Tertib

BALIKPAPAN – Keramaian warga di Kantor Pos Balikpapan masih berlanjut…

Kamis, 21 Mei 2020 13:22

Stok Darah di PMI Makin Menipis

BALIKPAPAN—Selama pandemi Covid-19 kegiatan donor darah keliling tidak bisa dilakukan.…

Kamis, 21 Mei 2020 13:21

Izin Salat Id di Masjid Ditarik, Ibadah Cukup di Rumah

Pelaksanaan ibadah dengan mengumpulkan orang banyak sangat memungkinkan kembali terjadinya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers