MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 10 September 2019 09:54
Bisoq Keris, Cara Masyarakat Dasan Geria Lestarikan Warisan Leluhur
Ritual Bisoq Keris digelar di Desa Dasan Geria, Lombok Barat (Lobar)

PROKAL.CO, Ritual Bisoq Keris digelar di Desa Dasan Geria, Lombok Barat (Lobar). Tradisi ini muncul kembali setelah menghilang selama hampir tiga dasawarsa. Sebagai cara masyarakat menjaga warisan. Juga melestarikan budaya yang menjadi identitas turun temurun.

 

WAHIDI AKBAR SIRINAWA, GIRI MENANG

 

Tangan Jumarti secara perlahan menciduk air di tempayan gerabah. Mengisi centong (gayung) yang terbuat dari batok kelapa. Air itu kemudian disiramkan ke keris. Sebagai pertanda dimulainya ritual Bisoq Keris.

Bisoq berarti mencuci dalam Bahasa Indonesia. Secara harfiah Bisoq Keris berarti mencuci keris. Benda pusaka yang diwariskan secara turun temurun. Di beberapa daerah, terutama Pulau Jawa, tradisi ini dirawat dengan baik. Upaya serupa dilakukan di Dasan Geria. Salah satu desa di sebelah utara Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Tradisi Bisoq Keris kembali eksis. Setelah nyaris tiga dasawarsa menghilang. Dihidupkan kembali masyarakat bersama budayawan Sasak. Dilakukan di Padepokan Lingsir, Desa Dasan Geria. Pada Bulan Muharram.

Ada sekitar 25 keris dan ratusan benda pusaka lain. Yang dicuci malam itu. Sabtu, 7 September atau 7 Muharram untuk tahun penanggalan Islam.

Pencucian keris mengambil tempat di lantai dua Padepokan Lingsir. Bangunan ini seluruhnya terbuat dari kayu. Suasana sakral langsung terasa. Saat ketua Padepokan Lingsir H Imam Sanusi memulai ritual Bisoq Keris.

Seluruh lampu yang menerangi padepokan dimatikan. Gelap. Hanya menyisakan cahaya temaram dari lilin. Di lantai dua, ruangan yang luasnya sekitar 3x3 meter, dijejerkan puluhan keris dan tombak.

Di samping meja, nampak H Imam Sanusi duduk bersila. Didampingi Jumarti. Tokoh masyarakat Desa Dasan Geria. Di depan keduanya terdapat empat tempayan gerabah. Tiga tempayan berisi kembang dan sisanya sebagai tempat untuk wadah air bekas mencuci keris.

Pemilik keris mengambil benda pusakanya di atas meja. Diserahkan secara perlahan ke tangan Imam Sanusi. Perlahan, Sanusi mengeluarkan keris dari bungkusnya. Memperhatikan dengan detail bentuk keris. Merabanya dengan perlahan. Seolah sedang mengajak benda pusaka itu untuk berkomunikasi.

Ritual Bisoq Keris dimulai saat Jumarti menyiram air ke atas tubuh keris. Siraman itu disambut Sanusi dengan menggosok keris menggunakan tangannya. Selain air, Sanusi juga terlihat mengoleskan wewangian di sekujur tubuh keris.

Proses serupa diulangi. Untuk seluruh keris dan benda pusaka lainnya.

Suasana sakral Bisoq Keris bertambah dengan tembang yang dilantunkan dari lantai satu padepokan. Dinyanyikan menggunakan beragam bahasa. Dari Sansekerta, Jawa Kuno, sasak wayah, dan sasak milenial. Dilantunkan Ki Ageng Jelantik Sadarudin. Seorang dalang sekaligus pengemban budaya dan adat Sasak.

”Supaya bisa dimengerti semuanya. Jadi tidak saja pakai bahasa sansekerta,” kata Sadarudin.

Dalam proses Bisoq Keris, tembang tidak mesti dilantunkan. Hanya saja, Sadarudin memilih menembang untuk menambah kesakralan prosesi. Tembang yang dilantunkan pun disesuaikan dengan kondisi. Sadarudin menyebut tembangnya mengambil semangat Paer Patut Patuh Patju. Sesuai dengan slogan Kabupaten Lombok Barat.

”Sebenarnya untuk memberi semangat. Menghadirkan nuansa sakral dan khidmat,” ucap dia.

Tak ada cerita khusus dalam tembang yang dilantunkan Sadarudin. Kata dia, rangkaian kalimat yang dilontarkannya berisi pujian kepada Allah. Memohon keselamatan dan anugerah selama prosesi Bisoq Keris.

”Jadi isinya itu, bagaimana makhluk di atas dunia ini, timur barat, selatan utara, semuanya memuji kepada Tuhan YME,” jelas Sadarudin mengenai tembangnya.

Proses Bisoq Keris merupakan budaya yang perlu dilestarikan. Setidaknya seperti yang dikatakan Kades Dasan Geria Muhammad Nawa Komtaressa. Kata dia, acara ini menjadi salah satu ritual besar. Namun sempat hilang. Tidak pernah lagi dilakukan.

”Dari dulu sudah ada. Warisan turun temurun. Tapi, sudah dua atau tiga dasawarsa ini tidak pernah terlihat lagi,” kata Nawa.

Keprihatinan Nawa akan budaya Bisoq Keris yang semakin dilupakan, membuat dia mengajak tokoh masyarakat Sasak urun rembug. Menghidupkan kembali tradisi tersebut. Apalagi Bisoq Keris merupakan salah satu budaya tertua di Lombok. Juga memiliki nilai filosofi.

Nawa mengatakan, budaya bisa menjadi kebanggaan suatu bangsa. Identitas yang harus terus dijaga. Dia pun bersyukur. Masih banyak tokoh adat dan budayawan yang mendukung tradisi Bisoq Keris.

”Kira-kira apa yang kita banggakan? Keilmuan? Dunia? Modernisasi? Kita masih belum mampu. Harta juga tidak ada nilainya. Cuma budaya ini yang bisa kita banggakan,” tegas dia.

Sebagai kepala desa ke-14, sudah menjadi kewajiban Nawa untuk menghidupkan. Menjaga dan melestarikan budaya Sasak. Agenda Bisoq Keris pun diwacanakannya untuk digelar setiap tahun.

”Dan, kita harap pemerintah bisa siap menyambut kegiatan kebudayaan ini. Intinya, nilai budaya kita dapatkan. Tapi, lebih penting lagi itu nilai silaturahminya,” sebut Nawa.

Bisoq Keris, bagi Nawa, bukan sekedar ritual. Prosesi budaya. Tapi juga sebagai pengingat diri. Bahwa ada warisan benda pusaka yang harus dijaga. ”Melalui media ini, kita mengingat, menghargai, dan melestarikan apa yang sudah ditinggalkan untuk kita. Budaya ini jadi modal untuk bangkit lagi,” tegas dia. (bersambung/r3)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 10:58

Keberadaan Pesawat Rimbun Air Masih Belum Jelas

JAYAPURA-Pencarian terhadap pesawat Rimbun Air jenis Twin Otter DHC6 dengan…

Jumat, 20 September 2019 10:57

Sopir Taksi Perkosa Bocah 9 Tahun

GIANYAR – Bejat. Kata ini nampaknya pantas disematkan atas perilaku…

Jumat, 20 September 2019 09:55

Data Penumpang Bocor, Lion Group Investigasi

JAKARTA– Puluhan juta data penumpang maskapai milik Lion Air Group…

Kamis, 19 September 2019 00:32

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Imam Nahrawi Bantah Terima Duit Suap Sebesar Rp26,5 M

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga…

Rabu, 18 September 2019 12:13

PBB Akui Papua Bagian dari Indonesia

JAKARTA- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan tidak ada lagi pembahasan…

Selasa, 17 September 2019 16:30

RUU MD3 Disahkan, Pimpinan MPR Resmi Bertambah

JAKARTA– DPR akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Ketiga…

Selasa, 17 September 2019 16:17

Minta Tak Serahkan Mandat di Tengah Jalan

JAKARTA– Lima pimpinan KPK hasil pemilihan Komisi III DPR hadir…

Selasa, 17 September 2019 15:11

Kado Hari Anak Nasional, Revisi UU Perkawinan Sah

JAKARTA– Wajah Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise…

Senin, 16 September 2019 12:12

Merasa Ditipu Dosennya Sendiri, Dijanjikan PNS Bayar Rp 100 Juta

SLEMAN, - “Malu!”. Itulah yang berulang kali dikatakan Akbar, bukan…

Minggu, 15 September 2019 10:53

Veronica Jawab Tuduhan Polisi Soal Papua dan Rekening Gendut

Veronica Koman akhirnya angkat bicara terkait penetapan dirinya sebagai tersangka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*