MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 08 September 2019 15:23
Bripda Intan Widya Taklukkan Pegunungan Jaya Wijaya
Torehkan Rekor Muri dengan Nyawa yang Hampir Melayang
Bripda Intan Widya

PROKAL.CO, Setiap tanggal 1 September tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Polisi Wanita (Polwan) Nasional. Ternyata, banyak pula nama-nama Polwan yang belakangan mencuat ke permukaan. Selain parasnya cantik juga banyaknya prestasi yang sudah ditorehkan. Bagaimana kisah-kisah Polwan ini?

Adetio Purtama—Padang

SIAPA sangka seorang wanita yang merupakan Polwan asal Sumbar mampu menapaki kakinya di puncak Carstensz, puncak tertinggi di Indonesia di Pegunungan Jaya Wijaya, Papua. Bahkan namanya berhasil masuk dalam Rekor Museum Indonesia (Muri) atas prestasinya itu.

Polwan tersebut bernama Bripda Intan Widya. Saat ini ia bertugas di Satbrimob Polda Sumbar. Dirinya terpilih menjadi salah satu dari sekian banyak Polwan untuk melakukan pendakian ke Puncak Carstensz, pada Agustus 2017.

Ia bersama 23 Polwan dari provinsi lainnya di Indonesia berkesempatan untuk menaklukkan puncak tertinggi di Indonesia tersebut dalam rangka upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.

”Jadi yang terpilih sebanyak 24 Polwan dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan pendakian ke puncak Carstensz tersebut. Pendakian dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI pada tahun 2017 lalu,” kata Bripda Intan Widya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Akrab disapa Intan itu mengatakan selain sebagai peringatan HUT Kemerdekaan RI, pendakian ke Puncak Carstensz juga dilatarbelakangi dari Ibu Asuh Polwan, Tri Suswati Tito Karnavian. Ia ingin membuktikan Polwan Indonesia juga tangguh, kuat, dan membanggakan Indonesia.

”Jadi kan selama ini anggapan orang bahwasanya Polwan itu lemah dan hanya bertugas membawa baki atau berada di balik layar. Kami ingin membuktikan bahwasanya Polwan juga kuat, tangguh, dan tidak kalah dengan polisi pria,” ungkap Polwan yang mempunyai hobi menembak tersebut.

Untuk bisa terpilih, banyak seleksi maupun latihan yang harus dilakukan. Seleksi dimulai dari tingkat Polda di seluruh Provinsi di Indonesia.

”Awalnya bukan saya terpilih, namun ada dua teman saya sesama Polwan Sumbar. Namun dalam perjalanan seleksi, mereka tidak lolos, maka dicari lagi. Singkatnya, saya akhirnya terpilih untuk mewakili Polda Sumbar dalam pendakian ke puncak Carstensz itu,” ujar Polwan yang juga hobi mendaki gunung tersebut.

Setelah lulus di tingkat Polda Sumbar, Bripda Intan melakukan berbagai tes di Jakarta. Seperti tes kesehatan, psikologi, tes kesehatan jiwa, dan tes ketahanan fisik. Bahkan Polwan yang pernah mendaki Gunung Gede, Jawa Barat itu harus berlari mengelilingi lapangan selama kurang lebih 3 jam.

”Pastinya persiapan harus sematang mungkin mengingat medan pendakian yang akan dihadapi sulit dan ekstrem. Bayangin aja puncak Carstensz sendiri berada pada posisi 4.884 MDPL,” jelasnya.

Pendakian ke puncak Carstensz sendiri diawali dari jalur pendakian tambang PT Freeport. Jika melewati jalur tersebut pendakian ke Puncak Carstensz membutuhkan selama dua jam dibanding jalur lain bisa menghabiskan enam jam.

”Kami 24 Polwan dituntun dan dibimbing oleh sebanyak 6 pelatih atau pendamping selama melalui pendakian. Selama perjalanan berbagai suka dan duka dilalui sampai ke puncak Carstensz itu,” ungkap Bripda Intan.

Putri pasangan Purn AKP Yusrizal dan Mardaningsih itu menceritakan selama perjalanan menuju ke puncak Carstensz banyak rintangan dilalui. Seperti tebing curam, kondisi cuaca yang dingin, dan ketahanan fisik yang mulai menurun.

”Bahkan di setiap pos peristirahatan kami manfaatkan untuk istirahat maksimal. Kami juga pernah sampai pada titik untuk memutuskan balik ke bawah. Namun karena dorongan semangat dan motivasi dari pelatih dan pendamping, kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan,” ujarnya.

Setelah perjuangan keras dan berat selama 2 jam, Bripda Intan bersama 23 Polwan lainnya berhasil menapaki kaki mereka di puncak tertinggi Indonesia tersebut.

Ia mengaku sempat emosional dan terharu atas pencapaian ia raih untuk membuktikan bahwasanya Polwan juga bisa menaklukkan puncak gunung tertinggi di Indonesia.

Namun satu momen yang tidak akan dilupakan, ketika ia bersama rekan-rekan lainnya turun dari puncak Carstensz Jaya Wijaya. Saat penurunan, kondisi cuaca di puncak diselimuti salju tersebut berada pada suhu minus 15 sampai 16 derajat. Kondisi suhu yang demikian, membuat seluruh pakaian yang digunakan basah.

”Seluruh pakaian Intan basah oleh dinginnya cuaca. Bahkan parahnya Intan sempat mengalami hipotermia dimana suhu tubuh turun drastis. Intan sempat merasa hilang kesadaran. Bahkan sampai ditampar-tampar oleh pelatih supaya tidak tertidur. Kalau tertidur dalam kondisi seperti itu, tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan kematian,” kenangnya.

Setelah perjuangan panjang bahkan hampir merenggut nyawa itu, Bripda Intan bersama 23 Polwan lainnya berhasil melakukan misi pendakian ke Puncak Carstensz dengan sukses. Atas prestasinya tersebut, Bripda Intan mendapatkan penghargaan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

”Diberi penghargaan oleh pimpinan teratas yakni Kapolri Jenderal Tito Karnavian merupakan sesuatu membanggakan. Apalagi ditambah Intan dan teman-teman juga mendapatkan rekor Muri dalam rekor upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI oleh Polwan di puncak tertinggi Carstensz 4884 MDPL,” ucapnya.

Tidak hanya presentasi pendakian ke Puncak Carstensz saja diraih Bripda Intan. Pada tahun 2020 mendatang, ia terpilih mewakili Polwan Sumbar untuk bergabung dengan Pasukan Force Police Unit (FPU) dalam rangka tugas pemeliharaan keamanan di Golo, Sudan.

”Tugas ke Golo, Sudan sendiri dalam rangka pemeliharaan keamanan di sana. Intan akan bertugas selama 1 tahun. Mudah-mudahan selama tugas di sana diberikan kekuatan serta keselamatan,” harapnya.

Cita-cita sejak Kecil

Intan juga mengatakan menjadi seorang Polwan merupakan cita-cita dan mimpinya sejak kecil. Ia termotivasi melihat ayahnya merupakan seorang polisi, gagah saat melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.

”Ya, cita-cita saya ingin menjadi seorang polwan. Gak tau kenapa waktu kecil melihat polisi itu pakai seragam terlihat gagah dan seperti seorang super hero atau pahlawan gitu,” katanya.

Mimpi sejak kecil, Bripda Intan akhirnya terwujud pada tahun 2014. Ia lulus menjadi anggota Polwan dan mulai aktif bertugas pada tahun 2015 di Polres Padangpanjang selama satu tahun. Setelah itu, kemudian ia pindah tugas ke Satbrimob Polda Sumbar.

”Tidak menyangka mimpi dari kecil akhirnya bisa dicapai pada tahun 2014. Dan semakin membahagiakan kala pertama kali mendapatkan tugas di Polres Padangpanjang dan akhirnya tahun 2016 pindah ke kantor sekarang yakni Satbrimob Polda Sumbar,” ungkap perempuan kelahiran Padangpanjang, 26 Mei 1996 tersebut.(***)


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 10:13

Tujuh Hari Lahan di Cagar Alam Kersik Luway Terbakar, Petugas Minta Water Booming

PROKAL.CO, SAMARINDA - Areal cagar alam, Kersik Luway Kabupaten Kutai…

Senin, 23 September 2019 09:01
Bandar Narkoba Tewas

Satu Proyektil Bersarang di Kepala Bandar Narkoba

SAMARINDA–Irwan (35), pengedar narkoba yang ditangkap di kawasan simpang empat…

Senin, 23 September 2019 08:52

Bangun Ibu Kota, Perhatikan Kota Penyangga

Pembangunan ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara (PPU)…

Sabtu, 21 September 2019 11:45

Dilumpuhkan setelah Kejar-kejaran

SAMARINDA–Penyelundupan narkoba di Samarinda masuk radar Badan Narkotika Nasional (BNN)…

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:28

Jalan Ibu Kota Negara Dibagi Lima Zona

Ada banyak alasan mengapa kereta dipilih dibanding moda transportasi lain.…

Sabtu, 21 September 2019 11:27

Ancam Kebebasan Berekspresi, Banyak Masalah di RKUHP

BALIKPAPAN- Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) masih menjadi sorotan.…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…

Jumat, 20 September 2019 11:39

Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltim-Kaltara Sudah Tembus..!! Tapi...

BALIKPAPAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*