MANAGED BY:
RABU
15 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 07 September 2019 13:42
Pemprov Jangan Ragu Tutup IUP Curang

Manipulasi Hasil Produksi, Hanya Bayar Iuran Tetap

Didampingi Bambang Gatot Ariyanto (kiri), Gubernur Isran Noor memberikan keterangan ke awak media.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Pemerintah pusat menantang Pemprov Kaltim menindak tegas pelaku usaha pertambangan yang culas. Hal itu respons konkret atas banyaknya laporan negatif perihal tambang batu bara di provinsi ini. Pernyataan itu diungkapkan Dirjen Minerba, Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyanto di Hotel Novotel Balikpapan (6/9).

”Penataan IUP (izin usaha pertambangan) itu penting. Kalau bandel, cabut saja izinnya. Apalagi tidak pernah bayar iuran tetap dan royalti. Cabut saja. Wong dia melanggar kok," ucapnya sambil menatap Kepala Dinas ESDM Kaltim Wahyu Widhi Heranata. Dirjen mengatakan, suara sumbang pengelolaan lingkungan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim hingga kemarin terus muncul dan sangat sensitif.

Khususnya dari Komisi VII DPR RI. Padahal, beberapa waktu lalu, sudah ada komitmen dalam bentuk pakta integritas. Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar koordinasi dan supervisi di sektor mineral dan batu bara. Jadi, tidak terjadi hal yang merugikan terkait kegiatan usaha tambang batu bara di Benua Etam. ”Baik itu (kerugian) jiwa maupun materiil. Pengelolaan lingkungan harus lebih baik," ujarnya.

Diketahui, berdasar rekonsiliasi finalisasi data IUP di Kaltim, Maret lalu ada 386 IUP C&C yang masih berlaku. Sebanyak 171 di antaranya ada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sementara itu, 133 IUP berstatus C&C, tapi habis masa berlakunya yang sedang diproses pembaruan izinnya.

Lagi, jumlahnya kembali terbanyak di Kukar dengan jumlah 67 IUP yang kedaluwarsa. Kemudian, lubang bekas tambang batu bara yang “disetor” oleh IUP dan PKB2B di Kaltim sepanjang September 2019 mencapai 542 lubang. Pada tahun lalu jumlahnya 539. Sementara pada 2016 dan 2017 masing-masing terdapat 632 dan 537 lubang tambang.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Juni 2020 20:44

Perempuan 48 Tahun di Paser Positif Corona Meninggal Dunia

SAMARINDA - Kasus meninggal dunia positif Corona (covid-19) di Kaltim…

Rabu, 24 Juni 2020 17:37

Kaltim Tertinggi di Kalimantan, Angka Pengangguran Meroket karena Corona

SAMARINDA- Akibat penyebaran virus corona (covid-19) di Kaltim, Dinas Tenaga…

Selasa, 23 Juni 2020 20:35

Kasus Covid-19 Tambah 9 di Balikpapan dan 3 di Berau, Total 447 di Kaltim

SAMARINDA - Kasus positif virus corona (covid-19) di Kalimantan Timur…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

Tiga Jam Tengah Malam Bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

Minggu (21/6) malam, manajemen Kaltim Post ngobrol santai bersama Ketua…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

PDIP Ingatkan Peta Politik Bisa Berubah

DARI Balikpapan, sejauh ini ada dua figur yang mencuat ke…

Selasa, 23 Juni 2020 13:04

Ngos-ngosan Usung Kader Sendiri

SAMARINDA–Manuver Demokrat dan Golkar menyambut Pilkada Samarinda masih terbilang landai.…

Senin, 22 Juni 2020 13:19

Balita di Balikpapan Positif Covid-19

SEMENTARA itu, masih terlalu dini untuk menilai apakah penularan Covid-19…

Senin, 22 Juni 2020 13:17

Heri Yulianto, Sembuh dari Stroke setelah Rutin Bersepeda

Dia mengaku sebagai gila sepeda. Rela bercapek ria menempuh ratusan…

Senin, 22 Juni 2020 12:41

Pilwali Samarinda, PDIP Belum Tentukan Sikap, PAN Resmi Usung Barkati-Darlis

SAMARINDA–Duet Barkati dan Darlis Pattalongi yang sudah mengantongi restu DPP…

Senin, 22 Juni 2020 12:39

Sering “Kecolongan” Pendatang lewat Pelabuhan

BALIKPAPAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan masih mencari formulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers