MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Sabtu, 07 September 2019 10:28
Muharam dan Nikah

PROKAL.CO, Oleh: Bambang Iswanto

Dosen IAIN Samarinda

Bulan Muharam datang setelah Zulhijah. Bulan Zulhijah di Indonesia sering diplesetkan menjadi “musim kawin”. Gedung-gedung yang biasa digunakan tempat resepsi, biasanya sudah penuh dipesan jauh-jauh hari. Para penghulu sibuk mengatur jadwal. Surat undangan bersilewaran.

Bagi orang tertentu malah kebingungan, apakah bisa dikunjungi semua atau tidak. Saking banyaknya undangan pada hari yang sama. Tidak ketinggalan katering-katering full order, harus menambah karyawan ekstra untuk memenuhi pesanan hajat pernikahan.

Jika ditelusuri, tidak ada dalil spesifik tentang keutamaan menikah di bulan Zulhijah atau bulan haji ini. Pelaksanaan pada bulan tersebut, tampaknya lebih didasarkan kebiasaan-kebiasaan masyarakat turun-temurun saja. Ada perasaan merasa nyaman ketika menyelenggarakan pada bulan haji.

Bisa jadi dulunya, para leluhur ada yang menghubungkan peristiwa nikah dengan banyaknya asupan protein berupa daging. Sebab, pada bulan haji dilaksanakan pemotongan hewan kurban. Mungkin saja ada yang menghubungkan, variabel makanan bergizi dengan kualitas hubungan suami istri. Masih banyak kepercayaan lain yang bersifat “cocokologi” yang tidak terkait dengan agama.

Berbeda dengan Zulhijah, bulan setelahnya, Muharam justru dianggap sebagian masyarakat sebagai bulan yang dihindari untuk melaksanakan pernikahan. Bulan ini banyak yang “puasa” nikah. Lebih baik menunggu bulan selanjutnya. Anggapan seperti ini pun ternyata lebih berakar dari dalil sejarah turun-temurun yang susah dicarikan dalil spesifiknya. Sebagian masyarakat tidak merasa nyaman menikah pada bulan ini.

Bagi mereka yang menghindari bulan haji, semacam ada keyakinan, tidak baik menikah pada bulan tersebut. Ada anggapan, nikahnya tidak langgeng. Alasannya macam-macam. Hampir semuanya dihubungkan dengan peristiwa sama yang terjadi pada bulan yang sama.

Misalnya, ada yang beranggapan pada bulan yang sama banyak peristiwa yang tidak baik, seperti peperangan dan terbunuhnya tokoh-tokoh tertentu. Jadi, ada yang menyematkannya dengan label bulan “sial”. Untuk menghindari peristiwa yang tidak baik dan berulangnya siklus waktu “sial” tersebut, hindari pula melangsungkan hajatan pada waktu yang sama.

Menghubung-hubungkan peristiwa satu dengan yang lain inilah yang dijadikan patokan untuk merasa nyaman dan tidak nyaman melangsungkan acara pernikahan. Semua dikembalikan pada pendapat pribadi. Ada yang nyaman menikah pada bulan haji dan ada yang tidak nyaman menikah di bulan Muharam. Sekali lagi, berdasar pada dalil dan hitungan pribadi atau masyarakat tertentu.

Sementara jika merujuk pada dalil nash, tidak ada anjuran spesifik tentang bulan yang baik untuk menikah. Atau sebaliknya, tidak ada larangan untuk menikah pada bulan tertentu. Dua belas bulan yang diciptakan Tuhan tidak ada yang buruk. Bahkan bulan Muharam, termasuk satu di antara empat bulan haram yang diagungkan oleh Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, siapa yang berbuat buruk, akan lebih besar dosanya. Sebaliknya, bagi yang berbuat kebajikan akan lebih besar pahalanya. Menikah adalah perbuatan baik, pahalanya insyaallah akan lebih besar pula sesuai informasi dari hadis.

HUBUNGAN SEKS DI LUAR NIKAH

Muharam 1441 Hijriah cukup istimewa, karena sedang hangat-hangatnya diperbincangkan tentang hubungan seks di luar nikah. Pembicaraan dimaksud adalah ujian disertasi Abdul Aziz di UIN Jogjakarta. Disertasi yang berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Nonmarital” tiba-tiba menjadi viral. Terlebih beberapa media memberitakan dengan judul “Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga: Seks di Luar Nikah Tak Langgar Syari’at”.

Anehnya, banyak orang yang hanya membaca judul dan tidak mengetahui alur ujian sidang, tiba-tiba jadi hakim yang memukulkan palu ke kepala Abdul Aziz, si penulis disertasi. Bahkan ada yang menghukum Abdul Aziz dengan sebutan duta mesum. Tidak sampai di situ, keluarga Aziz, anak dan istrinya, turut dihakimi dan diteror.

Tidak adil rasanya menghakimi Abdul Aziz dan keluarganya, hanya karena membaca berita yang tidak utuh apalagi hanya dari potongan judul berita, tanpa menelusuri secara detail apa yang sesungguhnya disampaikan. Atau jangan-jangan para “hakim” ini justru tidak paham dengan makhluk yang bernama disertasi. Tidak paham deretan panjang proses pembuatan disertasi, dari pengajuan judul, seleksi judul, seminar proposal, tahap bimbingan dengan para ahli, ujian seminar hasil, ujian pendahuluan, sampai ujian terbuka.

Belum lagi perdebatan panjang pada ujian disertasi, dan apa sebenarnya isi disertasi. Apakah para pencaci itu mengetahui persis siapa Muhammad Syahrur? Apa pemikirannya yang kontroversial? Apakah tahu posisi Abdul Aziz? Mengkritisi ataukah mendukung pendapat Syahrur? Profesor Teknik Sipil Emeritus, Universitas Damaskus yang berpandangan, bahwa hubungan seks di luar pernikahan dengan batasan tertentu tidak melanggar syariat Islam. Yang memiliki latar belakang, lama hidup di Rusia.

Dari kasus di atas. Tidak sedikit yang membela Abdul Aziz. Menurut mereka, Abdul Aziz lebih banyak mengkritisi pemikiran Syahrur. Meskipun sebagian lain mengatakan, redaksi tulisannya “mengesankan” menjustifikasi pendapat Syahrur. Ujian disertasi tersebut sebenarnya belum final, ada perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan oleh Abdul Aziz terkait isi. Termasuk kesan mendukung Syahrur.

Abdul Aziz secara jelas dan tegas mengatakan bahwa hubungan seks di luar nikah adalah dosa besar. Sebab, menurut dia, doktrin hukum Islam sudah menentukan bahwa hubungan seksual tanpa pernikahan adalah kejahatan. Zina adalah perbuatan dilarang.

Aziz mengungkapkan Konsep Milk al-Yamin dari Muhammad Syahrur menawarkan peluang halal dengan tafsirnya terhadap ayat Alquran. Abdul Aziz mencoba menjelaskan kenapa Syahrur memiliki pendapat tersebut. Dia menggambarkan tentang pemikiran dan penafsiran Syahrur dengan membaca buku dan sumber lain. Dia juga mengkritik Syahrur dari aspek bahasa, pendekatan gender, dan lain-lain. Agar orang lain tahu dengan jelas konsep tawaran Syahrur.

Seandainya, sekali lagi, ini berandai, jikalau Abdul Aziz mendukung pandangan Syahrur, itu adalah pendapat pribadinya. Pendapat pribadinya bukanlah fatwa. Pandangan seperti itu tidak akan laku dan berlaku. Sebab, bertentangan dengan norma agama yang sudah jelas bahwa zina adalah perbuatan haram. Norma masyarakat umum pun tidak bisa menerima seks di luar nikah sebagai perbuatan legal.

Daripada menghakimi dan mengadili sesuatu yang belum diketahui secara pasti, lebih baik introspeksi dan mengoreksi diri sendiri. Wallahu a’lam bis shawwab.(dwi/k16)

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 September 2019 12:10

Asap dan Insaf

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jadwal penerbangan ke beberapa…

Senin, 16 September 2019 14:15

Kelasnya Kota Keretek

Oleh : M Chairil Anwar Warga Samarinda yang bekerja di…

Senin, 16 September 2019 14:12

KPK di Ambang Kehancuran

Oleh : Adam Setiawan, SH Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum…

Senin, 16 September 2019 14:10

Balikpapan Siap Menjadi Penopang Ibu Kota Negara

Oleh : Noviana Rejeki Statistisi BPS Balikpapan   Presiden Joko…

Senin, 16 September 2019 14:09

Rakyat Menjerit Kenaikan Iuran BPJS

Oleh: Andi Putri Marissa SE Guru Sekolah Swasta di Balikpapan…

Senin, 16 September 2019 14:06

Untung Rugi Kaltim Jadi Ibukota RI

Oleh : Ahmad Syarif Dosen Ekonomi Syariah IAIN Samarinda  …

Jumat, 13 September 2019 22:26

Jenius Ahli Ibadah Itu Telah Pergi

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda “Saya diberikan kenikmatan oleh…

Senin, 09 September 2019 14:12

Haornas dan Mimpi ke Piala Dunia

INDONESIA sukses menyelenggarakan Asian Games dan Asian Para Games 2018.…

Sabtu, 07 September 2019 10:28

Muharam dan Nikah

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Bulan Muharam datang setelah…

Kamis, 05 September 2019 10:38

MTQ dan Hijrah Menuju Perbaikan Tilawatil Quran

Ismail Guru Fikih MAN Insan Cendekia Kabupaten Paser   Musabaqah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*