MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 06 September 2019 09:34
Batasi Lagi Akses Internet Bila Keadaan Memburuk

Kejar Veronica Koman, Polri Koordinasi dengan Interpol

Rusuh di Papua beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, JAKARTA – Merujuk evaluasi situasi dan kondisi di Papua maupun Papua Barat, pemerintah menepati janji membuka pembatasan akses internet di kedua daerah tersebut. Sejak Rabu malam (4/9) akses internet di beberapa kabupaten dan kota di sana sudah berangsur normal. Namun demikian, pemerintah tidak akan tinggal diam apabila langkah tersebut disusul aksi-aksi yang berpotensi mengundang persoalan.

Keterangan itu disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang, Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. ”Internet sudah dapat dinormalkan kembali. Dengan catatan, apabila keadaan memburuk, mudah-mudahan tidak, maka tentu pembatasan internet akan kami lakukan kembali,” terang dia kemarin (5/9). Pemerintah mau tidak mau harus melakukan itu untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua maupun Papua Barat.

Lebih jauh lagi, langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional. Walau situasi dan kondisi di Papua dan Papua Barat sudah mulai membaik, pemerintah tetap harus awas terhadap berbagai potensi ancaman. Mengingat ajakan-ajakan untuk berbuat anarkistis masih ada. ”Tapi, aparat keamanan, pemda, tokoh masyarakat berusaha menenangkan masyarakat agar tidak terpengaruh,” imbuhnya.

Upaya tersebut dilaksanakan lewat berbagai dialog yang dilaksanakan oleh banyak kalangan. Baik aparat keamanan, pemerintah setempat, tokoh-tokoh adat, maupun tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Tidak hanya itu, pemuda dan mahasiswa juga melakukan hal serupa. ”Menyuarakan perdamaian,” kata dia. Pemerintah berharap suara-suara itu terus terdengar. Sehingga tidak ada lagi yang bertikai.

Selanjutnya, pemerintah juga ingin rekonstruksi, rehabilitasi, dan pembangunan ulang fasilitas-fasilitas umum yang rusak pasca aksi segera dimulai kembali. Menurut Wiranto, presiden sudah menugaskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk bekerja. Dana untuk membangun kembali juga sudah disiapkan. ” Pak Menteri PUPR sudah meninjau bangunan yang kemungkina segera dipulihkan,” ujarnya.

Berkenaan dengan masalah yang terjadi di Yahukimo, dia memastikan itu tidak ada kaitannya dengan aksi massa yang terjadi di Jayapura maupun Manokwari. Penyerangan terhadap para pendulang emas, kata dia, konflik horizontal. ”Antara penambang emas dari luar daerah dengan penduduk setempat. Bukan ada kaitan dengan demo,” ungkap mantan panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu.

Menurut Kabidhumas Polda Papua Kombes A. M. Kamal, saat ini petugas keamanan berupaya melakukan pencegahan kemungkinan terulangnya kejadian penyerangan terhadap warga. Yang pasti, tim saat ini sedang bekerja mengecek semuanya di lokasi kejadian. ”Yang menyulitkan masih soal komunikasi,” tuturnya.

Secara umum, petugas akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku pembunuhan terhadap lima warga tersebut. Nantinya, motifnya juga akan diketahui. Hanya aksi kriminalitas biasa atau tidak. ”Tunggu ya,” paparnya.

Sementara itu, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan, tersangka kerusuhan di Papua dan Papua Barat bertambah. Untuk Papua saat ini menjadi 57 tersangka. Semua berasal dari kejadian di Jayapura, Deiyai, dan Timika. ”Masih potensial bertambah ya,” tuturnya.

Lalu, untuk Papua Barat menjadi 21 orang tersangka. Itu dari tiga kejadian di daerah Fak Fak, Timika, dan Manokwari. Dia menyampaikan, tidak hanya di Papua dan Papua Barat saja yang diproses, di Surabaya juga telah ada dua tersangka rasis. ”Lalu, ada satu tersangka yang juga masih dikejar berinisial VK,” Terangnya.

Untuk tersangka VK, lanjutnya, Polda Jatim akan berkoordinasi dengan Divhubinter dan Interpol. Hingga bisa dikeluarkan red notice terhadap yang bersangkutan. ”Sehingga bisa cepat ditangani,” papar mantan Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut. (idr/syn)


BACA JUGA

Selasa, 18 Februari 2020 12:48

Pantau Kondisi 78 WNI yang Dikarantina di Kapal Pesiar, Kemenlu-Kemenkes Kerahkan Tim ke Jepang

JAKARTA– Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpotensi paling terpukul…

Selasa, 18 Februari 2020 12:38

Singgung Presiden di Facebook, Dosen Unnes Dibebastugaskan dan Minta Pembuktian Akademik

SEMARANG– Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes) Dr Sucipto Hadi Purnomo…

Selasa, 18 Februari 2020 12:10

Lewat Omnibus Law, Pemerintah Dianggap Ingin Intervensi Pers

JAKARTA - Penolakan draf omnibus law juga datang dari Aliansi…

Selasa, 18 Februari 2020 12:06

ADUH..!! Neraca Dagang RI Kembali Defisit, Belum Lagi Dampak Corona

JAKARTA– Tahun telah berganti. Namun, neraca perdagangan RI masih tetap…

Selasa, 18 Februari 2020 11:51

Kualitas SDM Kaltim Meningkat

SAMARINDA- Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim terus mengalami…

Selasa, 18 Februari 2020 11:23

Kecelakaan Tambang Karyawan PT Pamapersada, Investigasi Dilakukan, Polisi Kesulitan

Jasad Alamsyah Arsyad, leader yang tenggelam akibat tanah longsor, hingga…

Selasa, 18 Februari 2020 10:55

Bentuk Satgas, Klaim Tutup 8.683 Titik Tambang Liar

JAKARTA– Jumlah tambang liar di Indonesia cukup banyak. Mencapai 8.683…

Selasa, 18 Februari 2020 10:20

Presentase di Pileg dan Pilkada Terus Meningkat, Dinasti Politik Kian Banyak

JAKARTA– Pengaruh dinasti politik dalam setiap pagelaran Pemilihan Legislatif (Pileg)…

Senin, 17 Februari 2020 12:17

Tanggapi Pernyataan Hotman Paris Kasus Kematian Yusuf, Ini Pernyataan Kapolres Samarinda

SAMARINDA - Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman menanggapi pernyataan…

Senin, 17 Februari 2020 12:16

Pelajar yang Pulang ke Indonesia, Kuliah Daring sampai Tiongkok Kondusif

BALIKPAPAN–Sebanyak 14 mahasiswa Kaltim yang di evakuasi dari Kota Wuhan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers