MANAGED BY:
SENIN
09 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 05 September 2019 14:03
Tolak UI Cabang Kaltim, DPR Sarankan Pemerintah Kembangkan Kampus Lokal
Prosesi wisuda di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Rencana Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuka Universitas Indonesia (UI) cabang Kaltim ditentang.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Rencana Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) membuka Universitas Indonesia (UI) cabang Kaltim ditentang. Sebaliknya, wakil rakyat asal Kaltim di Senayan–sebutan gedung DPR di Jakarta–meminta pemerintah pusat untuk membenahi kampus lokal di Benua Etam.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian merespons kebijakan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir yang berencana membuka cabang UI di Kaltim. Rencana itu dilakukan sebagai respons perpindahan ibu kota negara ke provinsi ini.

Menurut Hetifah, daripada membuka cabang kampus ternama seperti UI, lebih baik Kemenristekdikti memperkuat perguruan tinggi lokal. Dengan memperkuat kampus di Kaltim, diharapkan lebih banyak perguruan tinggi di Indonesia menjadi lebih baik.

“Saya menerima aspirasi dari masyarakat Kaltim yang berharap bahwa yang terpenting adalah memperkuat perguruan tinggi lokal,” ucap Hetifah dalam rapat Komisi X DPR RI dengan Kemenristekdikti di Gedung DPR RI.

Legislator asal Kaltim itu meminta Menristekdikti mempertimbangkan mengubah status perguruan tinggi swasta di Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi negeri. “Ada Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Statusnya masih swasta. Dosennya ingin dan perlu beasiswa. Mereka ini bisa kita perkuat, mungkin statusnya dijadikan negeri,” lanjut politikus Golkar itu.

Selain itu, Hetifah meminta Menristekdikti untuk menerima permohonan Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda untuk membuka Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. “Karena ini sudah banyak lulusan dan jadi jurusan yang banyak diminati,” sebutnya.

HIBAHKAN ASET

Pemindahan ibu kota baru ke Kaltim benar-benar dimanfaatkan Rizal Effendi. Setelah menyodorkan wacana kelanjutan proyek reklamasi, awal pekan ini, wali kota Balikpapan itu mengambil peluang bakal terjadinya migrasi lebih sejuta aparatur sipil negara (ASN).

Untuk itu, Senin (2/9), Pemkot Balikpapan melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Aula Kantor Wali Kota. Isinya terkait hibah lahan 3 hektare di sekitar area Balikpapan Tennis Stadium di Jalan Letkol Pol HM Asnawi Arbain, Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan, kepada pemerintah pusat. “Ini untuk pembangunan gedung assessment center ASN,” kata Rizal.

Dengan gedung ini, bisa menghemat biaya jika dilakukan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi ASN di lingkungan Pemkot Balikpapan. Tak perlu lagi ke luar daerah. Tak hanya itu, dengan adanya gedung ini, ASN dari luar daerah akan datang ke Kota Beriman untuk melaksanakan diklat.

“Balikpapan yang akhirnya dapat pendapatan. Dari penginapannya. Dari makanannya. Mereka belanja di sini. Makanya kami semangat hibahkan lahan ini agar cepat dibangun,” beber Rizal. 

Apalagi, kata dia, sukses-tidaknya pembangunan di ibu kota baru di Kaltim bergantung pada kondisi kota penyangga seperti Balikpapan. Terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia. “Nanti hampir semua kegiatan ada di Balikpapan,” ucapnya.

Jadi, ASN khususnya di Balikpapan harus meningkatkan dua hingga tiga kali lipat kualitas dan kemampuan mereka menjadi abdi negara. Karena itu, ada rencana Rizal untuk mengirimkan para camat dan lurah untuk magang di daerah penyangga ibu kota negara, Jakarta. “Misal Bekasi, Depok, dan Tangerang. Jadi, mereka (camat dan lurah) tahu bagaimana memahami kultur ibu kota,” ucapnya.

Dia sudah meminta kepada semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk belajar. Membentuk tim, baik di tingkat pemerintahan maupun tingkat kota. Untuk menemukan formulasi tepat agar Balikpapan benar-benar siap menyambut ibu kota baru. “Ketergantungan terhadap Balikpapan akan tinggi. Kemudian ada persoalan ledakan penduduk,” ujarnya.

Antisipasi perlu dilakukan. Rizal ingin warga Balikpapan tidak bergantung sepenuhnya kepada pemerintah untuk bisa berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota baru. Dia menginginkan masyarakat membentuk sebuah kultur yang bisa menyesuaikan perubahan yang ada. “Jangan sampai justru warga Balikpapan termarjinalkan,” sebutnya.

Pertemuannya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, akhir Agustus lalu, pun telah membahas kondisi Balikpapan saat ini dan rencana selanjutnya terkait pemindahan ibu kota. Salah satu permintaannya adalah mengembangkan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Karang Joang, Balikpapan Utara. “Segera jadikan ITK sebagai proyek strategis nasional (PSN),” ujarnya.

Dengan begitu, kampus yang diresmikan pendiriannya pada 6 Oktober 2014 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu bisa menjadi kampus yang lebih besar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.

“Dibantu pembebasan lahannya. Dibantu pembangunan kampusnya. Jadi, ITK lebih cepat mencetak sumber daya manusia yang unggul di samping Universitas Mulawarman dan Universitas Balikpapan,” ujarnya.

Selain itu, Rizal ingin pemerintah pusat menjadikan proyek pengembangan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan sebagai PSN. Termasuk pembangunan sejumlah ruas jalan khususnya jalan layang. “Saya minta komposisi DBH (dana bagi hasil) migas Kaltim diubah. Termasuk Balikpapan. Meski itu undang-undang. Tapi harusnya bisa disamakan Aceh dan Papua,” ucapnya.

Itu karena Kaltim sebagai calon ibu kota baru dan khususnya Kota Minyak perlu dana besar untuk mempersiapkan diri sebagai kota penyangga. Dan untuk usulan ini, dia masih menunggu pergerakan Pemprov Kaltim. “Pemprov harus bisa mengantisipasi. Jangan sampai pusat hanya fokus ke lokasi ibu kota barunya. Kalau fokusnya ke situ, bahaya kita ini,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala LAN Adi Suyanto menyebut, dengan hibah lahan dari Pemkot Balikpapan, pihaknya segera membangun pusat pelatihan ASN. Tujuannya meningkatkan potensi ASN lokal sehingga dapat bersaing dengan ASN yang akan pindah dari Jakarta. “Hingga siap saat Kaltim menjadi ibu kota negara pada 2024," kata Adi.

Untuk membangun pusat pelatihan ASN ini, LAN ke depan kembali akan bersama-sama Pemkot Balikpapan untuk menandatangani nota kesepahaman. Belum diketahui kapan pastinya, namun LAN ingin segera direalisasikan. “Karena perlu perencanaan dan lebih lanjut. Ini menyangkut anggaran dan desainnya,” ucap dia. (rdh/rom/k8)

 

 


BACA JUGA

Minggu, 08 Desember 2019 22:44

Dari Pakaian yang Dikenakan, Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf

SAMARINDA - Jasad bayi diperkirakan berusia 3 tahun ditemukan di…

Minggu, 08 Desember 2019 13:44

Ya Tuhan...!! Ada Jasad Bayi Tanpa Kepala Ditemukan di Parit Jalan Pangeran Antasari

SAMARINDA - Sesosok jasad bayi diperkirakan berusia 3 tahun ditemukan…

Sabtu, 07 Desember 2019 12:02

Banyak Pihak Dukung Pencopotan Dirut Garuda

JAKARTA - Tampaknya banyak pihak yang ikut geram dengan kasus…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:46

Anggaran Pemindahan IKN Tertahan

BALIKPAPAN–Sudah lebih dari dua bulan, pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:43

Jembatan Pulau Balang Jadi Jalan Lingkar Luar

BALIKPAPAN–Lelang prakualifikasi untuk pembangunan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU)…

Sabtu, 07 Desember 2019 11:41

Nasib Harley-Davidson; Dimusnahkan atau Dilelang

Setelah skandal penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda Brompton oleh dirut Garuda…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:59
Jelajah Kampung Terpencil di Kutai Barat (1)--SUB

Murid SD Cuma 14, Guru Mengajar Enam Kelas Sekaligus

Jalan “bubur” kala hujan, tanpa jangkauan komunikasi, hingga menikmati listrik…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:49

ALHAMDULILLAH..!! SMA/Sederajat Kaltim Kebagian Rp 194,9 Miliar

SAMARINDA–Tahun depan Kaltim mendapat dana alokasi khusus (DAK) dari APBN…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:33

Karena Ini, Ada Peluang Kerek Kunjungan Wisatawan

Kunjungan wisatawan ke Kaltim diprediksi meningkat. Ini dampak dari kepastian…

Sabtu, 07 Desember 2019 10:06

Melihat “Panti Jompo” Orangutan di Lokasi Ibu Kota Negara

Sekitar dua bulan lalu, orangutan (Pongo pygmaeus) pipi lebar bernama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.