MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Kamis, 05 September 2019 10:38
MTQ dan Hijrah Menuju Perbaikan Tilawatil Quran
Ismail

PROKAL.CO, Ismail

Guru Fikih MAN Insan Cendekia

Kabupaten Paser

 

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-41 tingkat Kaltim di Tanah Grogot, Paser, Selasa (3/9) lalu resmi berakhir. Para juara dari berbagai cabang musabaqah juga telah diumumkan. 

Tentu saja kebahagiaan dan kegembiraan yang menghiasi dan menyelimuti perasaan para pemenang. Khususnya dan para kafilah pada umumnya yang diharapkan. Sebab sejatinya MTQ itu lebih bersifat sakral dan suci, jika dibandingkan dengan musabaqah(pertandingan) lainnya seperti pekan olah raga. 

Karena yang dilombakan adalah kalamullah (perkataan Allah). Yang merupakan pedoman dan pelita hidup umat manusia. Jika Alquran benar-benar dihayati, maka tidak sepantasnya bagi yang belum juara merasa bersedih hati apalagi sampai patah hati dan putus asa. Sebab Allah SWT berfirman. 

“Katakanlah,”Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya (Alquran), hendaklan dengan itu mereka bergembira. Karena karunia dan Alquran itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan,” (Q.S. Yunus:58) 

MTQ kali ini oleh sebagian orang mungkin terasa berbeda. Sebab penyelenggaraannya berada di ujung 1440 Hijriah dan awal 1441 Hijriah. Karena itu, MTQ tahun ini hendaknya dimaknai sebagai momentum hijrah menuju perubahan dan perbaikan. 

Hijrah dalam arti perubahan dari prestasi yang baik menjadi lebih baik dan dari yang lebih baik menjadi yang terbaik. Terbaik dari sisi perencanaan, penyelenggaraan, dan hasil (output) MTQ. 

Jika berkaca pada pelaksanaan MTQ tingkat Nasional beberapa tahun terakhir, sepanjang pengetahuan penulis, prestasi yang diraih oleh kafilah Kaltim masih belum mengembirakan dan selalu berada di posisi papan bawah. 

Sebab itu, semua pihak yang berkepentingan dan berkaitan dengan MTQ hendaknya muhasabah. Kemudian bertekad kuat untuk melakukan hijrah dalam arti berkomitmen dan konsisten melakukan perubahan secara fundamental. Terutama dalam melakukan pembinaan dan pengembangan tilawatil quran kepada qari dan qariah untuk semua cabang musabaqah. 

Pemerintah, baik itu pemprov Kaltim maupun pemerintah kabupaten dan kota, saatnya lebih meningkatkan pembinaan dan dilakukan secara terencana, matang dan konsisten. Tentu didukung sumber daya insani yang mumpuni dan sumber dana yang memadai. 

Sebab, selama ini ada kesan bahwa pemerintah, dalam hal ini Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), hanya melakukan pembinaan kepada calon peserta atau peserta pada saat ada atau menjelang MTQ. 

Sehingga seolah-olah LPTQ itu kehadirannya saat MTQ saja, dan tidak heran jika di setiap event MTQ Nasional, kafilah Kaltim masih belum mampu berada di papan atas. Padahal sejatinya, lembaga bentukan pemerintah ini betul-betul melakukan pengembangan dan pembinaan tilawatil quran, bukan perlombaan tilawatil quran. 

Memang tugas pembinaan tilawatil quran yang mulia itu tidak ringan. Apalagi hanya berharap dan bertumpu kepada LPTQ. Maka di sini perlunya keterlibatan secara aktif oleh pemangku kepentingan seperti perusahaan-perusahaan daerah dan swasta, lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan lain-lain.   

Dalam rangka pembinaan dan pelatihan qari qariah potensial yang ada di daerah kabupaten dan kota secara berkesinambungan, konsisten, terukur, dan terarah. Sekali lagi, tentu didukung dengan anggaran dan sumber daya manusia yang profesional di bidang MTQ.

Yang pada akhirnya dapat mencetak dan melahirkan qari dan qariah yang unggul dan kompetitif pada level nasional dan internasional. Insyaallah, upaya keras dan sinergisitas yang  dibangun antara Pemprov Kaltim , pemerintah kabupaten dan kota, LPTQ, perusahaan daerah dan swasta, lembaga pendidikan Islam, dan pondok pesantren. 

Dalam melakukan pembinaan dan pengembangan tilawatil quran secara terus-menerus dan istiqamah, cepat atau lambat, akan mampu menelorkan qari dan qariah terbaik berkaliber nasional bahkan internasional. 

Tentu saja harapan ini akan terwujud, jika semua stakeholder tersebut memiliki komitmen yang sama dalam membina dan mengembangkan tilawatil quran. Semoga MTQ ke-41 tahun ini benar-benar menjadi momentum untuk melakukan hijrah menuju perubahan dan perbaikan. Selamat Tahun Baru Islam 1441 Hijriah. (pms/jib/rdh/k18)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:54

“New Normal” Iman Pascaramadan

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 22 Mei 2020 14:55

Tradisi Lebaran yang Berbeda

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Kamis, 21 Mei 2020 14:49

Pengangguran di Kaltim Meningkat, Apa Sebaiknya Langkah Pemerintah?

Oleh : Eka Widi Handayani Fungsional Statistisi Pertama Badan Pusat…

Kamis, 21 Mei 2020 14:47

Menulis, Pulihkan Kondisi Psikologis

Nurlia Santy Agustin (Guru Penulis, MAN 2 Kutai Kartanegara)  …

Selasa, 19 Mei 2020 11:16

Menyoal Narasi “Perang” dan “Lawan” Covid-19

Syamsul Rijal Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP dan Sekretaris…

Sabtu, 16 Mei 2020 11:06

Covid dan Mimpi sang Nabi

Ismail, Mahasiswa Magister Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik…

Sabtu, 16 Mei 2020 11:01

Pesantren Rumah

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Kamis, 14 Mei 2020 12:15

Perbaikan Ketahanan Keluarga

Shafa Innocentia Aqiella, Staf Keperempuanan KAMMI Komisariat Universitas Mulawarman  …

Selasa, 12 Mei 2020 15:52

Mengejawantahkan Kebajikan Fundamental

Maradona Sirajuddin, SPd, MPd Dosen Universitas Mulawarman     FILSAFAT…

Selasa, 12 Mei 2020 15:51

Sinkronisasi Kurikulum Sekolah dengan DU/DI

Irwansyah Syahrani Kakom BDP SMK 1 Samarinda PRAKTIK Kerja Lapangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers