MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Kamis, 05 September 2019 10:38
MTQ dan Hijrah Menuju Perbaikan Tilawatil Quran
Ismail

PROKAL.CO, Ismail

Guru Fikih MAN Insan Cendekia

Kabupaten Paser

 

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-41 tingkat Kaltim di Tanah Grogot, Paser, Selasa (3/9) lalu resmi berakhir. Para juara dari berbagai cabang musabaqah juga telah diumumkan. 

Tentu saja kebahagiaan dan kegembiraan yang menghiasi dan menyelimuti perasaan para pemenang. Khususnya dan para kafilah pada umumnya yang diharapkan. Sebab sejatinya MTQ itu lebih bersifat sakral dan suci, jika dibandingkan dengan musabaqah(pertandingan) lainnya seperti pekan olah raga. 

Karena yang dilombakan adalah kalamullah (perkataan Allah). Yang merupakan pedoman dan pelita hidup umat manusia. Jika Alquran benar-benar dihayati, maka tidak sepantasnya bagi yang belum juara merasa bersedih hati apalagi sampai patah hati dan putus asa. Sebab Allah SWT berfirman. 

“Katakanlah,”Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya (Alquran), hendaklan dengan itu mereka bergembira. Karena karunia dan Alquran itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan,” (Q.S. Yunus:58) 

MTQ kali ini oleh sebagian orang mungkin terasa berbeda. Sebab penyelenggaraannya berada di ujung 1440 Hijriah dan awal 1441 Hijriah. Karena itu, MTQ tahun ini hendaknya dimaknai sebagai momentum hijrah menuju perubahan dan perbaikan. 

Hijrah dalam arti perubahan dari prestasi yang baik menjadi lebih baik dan dari yang lebih baik menjadi yang terbaik. Terbaik dari sisi perencanaan, penyelenggaraan, dan hasil (output) MTQ. 

Jika berkaca pada pelaksanaan MTQ tingkat Nasional beberapa tahun terakhir, sepanjang pengetahuan penulis, prestasi yang diraih oleh kafilah Kaltim masih belum mengembirakan dan selalu berada di posisi papan bawah. 

Sebab itu, semua pihak yang berkepentingan dan berkaitan dengan MTQ hendaknya muhasabah. Kemudian bertekad kuat untuk melakukan hijrah dalam arti berkomitmen dan konsisten melakukan perubahan secara fundamental. Terutama dalam melakukan pembinaan dan pengembangan tilawatil quran kepada qari dan qariah untuk semua cabang musabaqah. 

Pemerintah, baik itu pemprov Kaltim maupun pemerintah kabupaten dan kota, saatnya lebih meningkatkan pembinaan dan dilakukan secara terencana, matang dan konsisten. Tentu didukung sumber daya insani yang mumpuni dan sumber dana yang memadai. 

Sebab, selama ini ada kesan bahwa pemerintah, dalam hal ini Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), hanya melakukan pembinaan kepada calon peserta atau peserta pada saat ada atau menjelang MTQ. 

Sehingga seolah-olah LPTQ itu kehadirannya saat MTQ saja, dan tidak heran jika di setiap event MTQ Nasional, kafilah Kaltim masih belum mampu berada di papan atas. Padahal sejatinya, lembaga bentukan pemerintah ini betul-betul melakukan pengembangan dan pembinaan tilawatil quran, bukan perlombaan tilawatil quran. 

Memang tugas pembinaan tilawatil quran yang mulia itu tidak ringan. Apalagi hanya berharap dan bertumpu kepada LPTQ. Maka di sini perlunya keterlibatan secara aktif oleh pemangku kepentingan seperti perusahaan-perusahaan daerah dan swasta, lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan lain-lain.   

Dalam rangka pembinaan dan pelatihan qari qariah potensial yang ada di daerah kabupaten dan kota secara berkesinambungan, konsisten, terukur, dan terarah. Sekali lagi, tentu didukung dengan anggaran dan sumber daya manusia yang profesional di bidang MTQ.

Yang pada akhirnya dapat mencetak dan melahirkan qari dan qariah yang unggul dan kompetitif pada level nasional dan internasional. Insyaallah, upaya keras dan sinergisitas yang  dibangun antara Pemprov Kaltim , pemerintah kabupaten dan kota, LPTQ, perusahaan daerah dan swasta, lembaga pendidikan Islam, dan pondok pesantren. 

Dalam melakukan pembinaan dan pengembangan tilawatil quran secara terus-menerus dan istiqamah, cepat atau lambat, akan mampu menelorkan qari dan qariah terbaik berkaliber nasional bahkan internasional. 

Tentu saja harapan ini akan terwujud, jika semua stakeholder tersebut memiliki komitmen yang sama dalam membina dan mengembangkan tilawatil quran. Semoga MTQ ke-41 tahun ini benar-benar menjadi momentum untuk melakukan hijrah menuju perubahan dan perbaikan. Selamat Tahun Baru Islam 1441 Hijriah. (pms/jib/rdh/k18)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 13:28

Gebyar Pilkada Serentak Tahun 2020

Oleh: Galeh Akbar Tanjung* Pelaksanaan Pilkada serentak untuk pemilihan Bupati…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:13

Indonesia yang Lebih Baik

Oleh Alias Candra Dosen IAIN Samarinda dan Wakil Sekretaris Bidang…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:11

Potret Produksi Buah-buahan di Mahulu Tahun Lalu

Oleh: Didit Puji Hariyanto Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik…

Senin, 07 Oktober 2019 01:19

Sajak Cinta

“Kerinduanku memuncak pada rabbaku Kehidupanku menari diroda hatimu Masihkah kau…

Senin, 07 Oktober 2019 01:16

Greta Thunberg, Anak STM, dan Gerakan Sosial Generasi Z

Muhammad Nizar HidayatStaff pengajar di Program Studi Hubungan Internasional Universitas…

Kamis, 03 Oktober 2019 11:33

Sekolah Inklusi untuk Penyandang Disabilitas

Oleh: Eko Yuniarsih Guru BK SMA 8 Samarinda    …

Kamis, 03 Oktober 2019 11:31

Pedofilia dan Hukum Kebiri

Oleh: Siti Subaidah Pemerhati Lingkungan dan Generasi   Sepekan terakhir…

Kamis, 03 Oktober 2019 11:30

Menolak Tirani Hukum

Oleh : Harry Setya Nugraha Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman…

Kamis, 26 September 2019 13:52

Demo Mahasiswa dan Viral Tilawah Fathur

Oleh: Oleh Amir Machmud NS VIRAL tilawah sejumlah surah Alquran Juz…

Jumat, 20 September 2019 12:10

Asap dan Insaf

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Jadwal penerbangan ke beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*