MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Rabu, 04 September 2019 15:44
Kleptomania, Mencuri demi Kepuasan Batin
ADRENALIN: Ketegangan dan rasa cemas di awal saat melakukan aksi pencurian. Bagi pengidap kleptomania merupakan sebuah kenikmatan yang membuatnya ingin terus melakukan kejadian serupa. (JURNAL.SOCIOLLA.COM)

PROKAL.CO, Mencuri dilakukan guna memenuhi kebutuhan. Lantas, bagaimana dengan mencuri untuk mendapatkan kepuasan? Hal itu umumnya berkaitan dengan gangguan adiktif. Simak, ulasannya lebih lanjut.

 

KLEPTOMANIA adalah aktivitas seseorang yang dilakukan secara sadar. Guna memperoleh kepuasan, sesaat setelah melakukan kegiatan “mencuri”. Psikolog Lisda Sofia menjelaskan, kleptomania bersifat impulsif. Seseorang melakukan sesuatu berdasarkan nalurinya tanpa memikirkan risiko yang akan datang.

Objek yang diambil merupakan barang yang tak memiliki nilai jual tinggi. Sang pelaku mengambil tidak untuk memakainya, tetapi menyimpannya saja.

“Cenderung barang yang diambil itu barang-barang kecil. Pulpen, permen, dan lain-lain secara berulang. Nah, kalau sudah melakukan itu (mencuri) pelaku dapat tuh kepuasan, yang sebelumnya mungkin belum dia penuhi secara batin,” terang Lisda Kepala Program Studi Psikologi FISIP Universitas Mulawarman.

Latar belakang kleptomania terjadi akibat kekosongan individu, baik disadari maupun tidak. Trauma masa lampau, luka lama, kejadian kurang berkenan, menjadikan pengalaman membentuk pikiran yang tertanam.

Bahwa pengidap mencari sesuatu yang “kosong” dalam dirinya. Berupaya menutup lubang hampa tersebut dengan melakukan hal yang mampu membuatnya merasa tersembuhkan yaitu mencuri.

Ketika mencuri, pengidap awalnya merasa khawatir namun rasa itu sirna saat berhasil mendapatkan barang tersebut. Rasa senang dan puas menjadi titik puncak sensasi kenikmatan. Sementara yang membuatnya “kecanduan” adalah perasaan tegang dan sikap hati-hati.

Terkait dengan gangguan adiktif, mencuri dapat menyebabkan pelepasan dopamin. Hal ini mengakibatkan rasa nyaman. Ketidakseimbangan sistem opioid otak dapat menyebabkan kesulitan dalam menahan dorongan untuk tidak mencuri.

Kleptomania dapat terjadi terhadap siapa pun, tak kenal usia dan jenis kelamin. Umumnya rentan terjadi pada usia muda, 13–23 tahun. Merupakan fase transisi manusia yang membutuhkan penyesuaian dan perubahan, baik secara psikologis maupun emosional.

 “Kerentanan psikologis bisa diperparah juga dengan lingkungannya yang bersifat hedonisme. Jadi dia (pengidap kleptomania) akan mencari cara untuk memenuhi dirinya agar serupa demikian guna diterima di lingkungan tersebut. Padahal yang dia lakukan justru membuat lingkungan tidak bisa menerimanya,” tambah Lisda.

Motif pendukung kleptomania berbeda-beda dan bergantung pada individu tersebut. Dorongan internal seperti faktor keluarga yang memiliki kondisi kurang harmonis dan penuh tendensi dapat berpengaruh kuat. Demikian pula bila terjadi pada lingkungan eksternal yang menuntut seseorang menjadi sama seperti mereka.

Karena itu, individu mencari cara agar dirinya bisa diakui lingkungan dengan mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Sebab, yang dicari seperti afeksi, material, dan ketenangan, tidak didapatkan.

Melalui aktivitas kleptomania, individu mampu memperoleh kebutuhannya. Tak pelak, pengidap kleptomania berasal dari golongan finansial berkecukupan melakukan tindak tersebut. Dilatarbelakangi ketidakpuasan dia peroleh selama ini.

Ketidakmampuan pengidap kleptomania dalam mengontrol perilaku, kendatinya dapat disembuhkan melalui pengobatan behavior therapy (terapi kebiasaan). Dukungan keluarga maupun rekan terdekat juga perlu.

“Paling utama, harus dari pengidap. Dia harus membuat pantangan terhadap aktivitas klepto yang laporannya dibikin sendiri per hari. Sudah sejauh mana kemajuannya, jika dia melanggar harus mendapat punishment. Jika berhasil melawan hasrat, bisa mendapatkan reward,” imbuh Lisda.

Lisda menambahkan, agak sukar menyembuhkan pengidap kleptomania. Sebab mereka merasa malu bercerita. “Ada kasus serupa klepto, namanya conduct disorder. Itu baru tindak kriminal mencuri, dia sadar dan menggunakan barang tersebut untuk kepentingannya. Kalau klepto kan cuma disimpan, enggak diapa-apain,” tutur Lisda.

Butuh perjuangan besar sembuh dari candu. Terutama yang bersifat negatif dan membawa kerugian bagi lingkungan sekitar. Kleptomania mampu disembuhkan dengan keterbukaan. Juga modifikasi kebiasaan korban guna terlepas dari kungkungan kebiasaan buruk tersebut. (/*syl*/rdm2/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 09:32

Tubuh Lembap, Jamur Mudah Datang

TAK hanya eksim yang mengganggu kondisi dalam beraktivitas. Dikenal pula…

Senin, 16 September 2019 10:44

Dipuji Tidak Terbang, Dicaci Tidak Tumbang

Ragu melangkah keluar, menghadapi hal yang belum pasti. Semua orang…

Senin, 16 September 2019 10:43

Seimbangkan Dua Kewajiban

JABATAN general manager (GM) tidak pernah dikejar oleh Jenny Marini.…

Senin, 16 September 2019 10:41

Sarkoma Ewing, Kanker Tulang Mematikan

Merupakan momok paling menakutkan bagi masyarakat. Di antara jenis kanker,…

Senin, 16 September 2019 10:39

Sarkoma Ewing Rentan Menyerang Anak-Anak

TERBENTUK dari tumor ganas yang melekat pada tulang atau jaringan…

Senin, 16 September 2019 10:35

Panic Attack, Sering Dikira Serangan Jantung

Serangan cemas yang tiba-tiba serta ada fase puncaknya. Namun akan…

Senin, 16 September 2019 10:34

Tekanan yang Membuat Out of Control, Merasa Akan Segera Mati

TEKANAN yang begitu besar datang menjelang proses penyusunan tesis. Sehingga…

Senin, 16 September 2019 10:19

Crispy Meat Lover Pizza, Renyah Tipis Topping Melimpah

Kehadirannya begitu populer dan jadi favorit. Pernahkah Anda menemukan piza…

Senin, 16 September 2019 10:18

Tempe Gami Penuh Cinta

Oleh: Ananda Ayu Anastashia, warga Samarinda Bahan: 5 buah cabe…

Senin, 16 September 2019 10:16
Roti Gembung Barra dan Iced Chocolate Jelly

Sajian Hitam Serta Es Cokelat Nikmat

JIKA biasanya roti gembung berwarna cokelat kekuningan, di Swiss-Belhotel Borneo,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*