MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Rabu, 04 September 2019 15:44
Kleptomania, Mencuri demi Kepuasan Batin
ADRENALIN: Ketegangan dan rasa cemas di awal saat melakukan aksi pencurian. Bagi pengidap kleptomania merupakan sebuah kenikmatan yang membuatnya ingin terus melakukan kejadian serupa. (JURNAL.SOCIOLLA.COM)

PROKAL.CO, Mencuri dilakukan guna memenuhi kebutuhan. Lantas, bagaimana dengan mencuri untuk mendapatkan kepuasan? Hal itu umumnya berkaitan dengan gangguan adiktif. Simak, ulasannya lebih lanjut.

 

KLEPTOMANIA adalah aktivitas seseorang yang dilakukan secara sadar. Guna memperoleh kepuasan, sesaat setelah melakukan kegiatan “mencuri”. Psikolog Lisda Sofia menjelaskan, kleptomania bersifat impulsif. Seseorang melakukan sesuatu berdasarkan nalurinya tanpa memikirkan risiko yang akan datang.

Objek yang diambil merupakan barang yang tak memiliki nilai jual tinggi. Sang pelaku mengambil tidak untuk memakainya, tetapi menyimpannya saja.

“Cenderung barang yang diambil itu barang-barang kecil. Pulpen, permen, dan lain-lain secara berulang. Nah, kalau sudah melakukan itu (mencuri) pelaku dapat tuh kepuasan, yang sebelumnya mungkin belum dia penuhi secara batin,” terang Lisda Kepala Program Studi Psikologi FISIP Universitas Mulawarman.

Latar belakang kleptomania terjadi akibat kekosongan individu, baik disadari maupun tidak. Trauma masa lampau, luka lama, kejadian kurang berkenan, menjadikan pengalaman membentuk pikiran yang tertanam.

Bahwa pengidap mencari sesuatu yang “kosong” dalam dirinya. Berupaya menutup lubang hampa tersebut dengan melakukan hal yang mampu membuatnya merasa tersembuhkan yaitu mencuri.

Ketika mencuri, pengidap awalnya merasa khawatir namun rasa itu sirna saat berhasil mendapatkan barang tersebut. Rasa senang dan puas menjadi titik puncak sensasi kenikmatan. Sementara yang membuatnya “kecanduan” adalah perasaan tegang dan sikap hati-hati.

Terkait dengan gangguan adiktif, mencuri dapat menyebabkan pelepasan dopamin. Hal ini mengakibatkan rasa nyaman. Ketidakseimbangan sistem opioid otak dapat menyebabkan kesulitan dalam menahan dorongan untuk tidak mencuri.

Kleptomania dapat terjadi terhadap siapa pun, tak kenal usia dan jenis kelamin. Umumnya rentan terjadi pada usia muda, 13–23 tahun. Merupakan fase transisi manusia yang membutuhkan penyesuaian dan perubahan, baik secara psikologis maupun emosional.

 “Kerentanan psikologis bisa diperparah juga dengan lingkungannya yang bersifat hedonisme. Jadi dia (pengidap kleptomania) akan mencari cara untuk memenuhi dirinya agar serupa demikian guna diterima di lingkungan tersebut. Padahal yang dia lakukan justru membuat lingkungan tidak bisa menerimanya,” tambah Lisda.

Motif pendukung kleptomania berbeda-beda dan bergantung pada individu tersebut. Dorongan internal seperti faktor keluarga yang memiliki kondisi kurang harmonis dan penuh tendensi dapat berpengaruh kuat. Demikian pula bila terjadi pada lingkungan eksternal yang menuntut seseorang menjadi sama seperti mereka.

Karena itu, individu mencari cara agar dirinya bisa diakui lingkungan dengan mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Sebab, yang dicari seperti afeksi, material, dan ketenangan, tidak didapatkan.

Melalui aktivitas kleptomania, individu mampu memperoleh kebutuhannya. Tak pelak, pengidap kleptomania berasal dari golongan finansial berkecukupan melakukan tindak tersebut. Dilatarbelakangi ketidakpuasan dia peroleh selama ini.

Ketidakmampuan pengidap kleptomania dalam mengontrol perilaku, kendatinya dapat disembuhkan melalui pengobatan behavior therapy (terapi kebiasaan). Dukungan keluarga maupun rekan terdekat juga perlu.

“Paling utama, harus dari pengidap. Dia harus membuat pantangan terhadap aktivitas klepto yang laporannya dibikin sendiri per hari. Sudah sejauh mana kemajuannya, jika dia melanggar harus mendapat punishment. Jika berhasil melawan hasrat, bisa mendapatkan reward,” imbuh Lisda.

Lisda menambahkan, agak sukar menyembuhkan pengidap kleptomania. Sebab mereka merasa malu bercerita. “Ada kasus serupa klepto, namanya conduct disorder. Itu baru tindak kriminal mencuri, dia sadar dan menggunakan barang tersebut untuk kepentingannya. Kalau klepto kan cuma disimpan, enggak diapa-apain,” tutur Lisda.

Butuh perjuangan besar sembuh dari candu. Terutama yang bersifat negatif dan membawa kerugian bagi lingkungan sekitar. Kleptomania mampu disembuhkan dengan keterbukaan. Juga modifikasi kebiasaan korban guna terlepas dari kungkungan kebiasaan buruk tersebut. (/*syl*/rdm2/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 04 Desember 2019 12:43

Candu Pelihara Kucing, Hilangkan Sepi, Kendalikan Amarah

Anton dan Rachmawaty adalah pasangan yang jatuh cinta dengan kucing.…

Rabu, 04 Desember 2019 12:42

Nilai Adopsi Kucing Hingga Rp 200 Juta

Jamin Kualitas dengan Sertifikat Pedigree TIDAK hanya sebatas mengadopsi, Anda…

Rabu, 04 Desember 2019 12:40

Darurat Kesehatan Mental, Bunuh Diri Bukan Solusi

Tak hanya fisik, kesehatan mental juga bisa membuat seseorang meregang…

Rabu, 04 Desember 2019 12:39

Jangan Kucilkan Penderita Gangguan Mental, Rangkul Korban

PANDANGAN yang buruk terhadap gangguan mental membuat banyak orang berusaha…

Senin, 25 November 2019 10:52

Jantung Bocor, Hampir Tanpa Gejala, Siap Renggut Nyawa

Permasalahan jantung kerap menyerang usia dewasa. Namun, kini penyakit tersebut…

Senin, 25 November 2019 10:43

Rekomendasi Menu Musim Hujan, Gurih Segar hingga Asam Pedas

Waktu luang di suasana dingin memang paling enak jika sambil…

Senin, 25 November 2019 10:42

Lembut Tahu dari Kudapan Garing

ANDA penggemar tahu? Mungkin Anda akan jatuh cinta dengan tahu…

Senin, 25 November 2019 10:37

Bubur Candil Kampung

Oleh: Rezky Robiatul Aisyah, warga Samarinda   Bahan Bola Ketan:…

Senin, 25 November 2019 10:32

Iseng Koleksi Hot Wheels, Habis Rp 80 Juta dalam Setahun

Setiap pria punya hobi. Melakukan aktivitas tertentu hingga berburu, mengoleksi…

Senin, 25 November 2019 10:28

Hobi yang Sempat Tak Disetujui Istri

BERAWAL dari keisengan kemudian jadi hobi yang ditekuni. Tak melulu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.