MANAGED BY:
SABTU
31 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Rabu, 04 September 2019 12:41
Dagangan Politik Kesehatan Jelang Pilkada

Memotong siklus tahunan DBD, Memotong siklus DBD yang terjadi rutin setiap tahun dengan pola yang sama harus dilakukan. Program pemberantasan nyamuk demam berdarah yang selama ini umum kita ketahui harus dilakukan berkesinambungan dengan pemerintah sebagai leader. Mengikuti langkah pemberantasan nyamuk DBD seperti penyebaran nyamuk ber- Wolbachia dapat kita uji coba sebagaimana dilakukan beberapa daerah lain. Fogging harus dilakukan secara berkesinambungan mengikuti pola penyakit yang telah terjadi ditahun sebelumnya dan berbasis swadaya masyarakat.

Diare dan Pneumonia, Diare dapat berujung pada dehidrasi dapat ditekan dengan kampanye cuci tangan. Mengevaluasi warung dan jajanan sekolah serta sekitar sekolah harus diprogramkan rutin.

Pneumonia adalah penyakit radang paru yang dapat mengakibatkan sesak nafas dan dapat berujung kematian. Rokok adalah salah satu faktor predisposisi penyakit ini. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya asap rokok dan penegakan aturan larangan merokok ditempat umum dan tempat banyak anak-anak dapat membantu mengurangi penyakit ini.

 Gizi Buruk dan Stunting, Dua hal ini adalah masalah gizi nasional yang  banyak diperbincangkan saat ini, agar anak-anak indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Masalah stunting secara langsung dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, pola asuh yang kurang baik terutaman pada aspek perilaku dan praktek pemberian makanan bagi bayi dan balita. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih adalah hal lain yang berpengaruh. Langkah proaktif dan kerjasama lintas sektor harus dilakukan untuk mengatasi hal ini. Penanganan gizi buruk harus dilakukan secara standar menurut prosedur tetap penanganan gizi buruk yang telah diatur oleh WHO. 

Anemia pada anak, Anemia (kurang darah)  pada anak adalah masalah kesehatan lain yang banyak ditemukan dan umumnya karena difisiensi Zat Besi sehingga disebut Anemia Defisiensi Besi (ADB).

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Oktober 2020 12:36

Menelisik Jejak Pengurangan Karbon

Oleh: Muhammad Wahdini Penggerak Gerakan Bangsaku, Warga Balikpapan   ADA…

Jumat, 30 Oktober 2020 10:00

Sumpah Pemuda, Rasulullah, dan Persatuan

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Kamis, 29 Oktober 2020 11:56

Menjaga Kesehatan Mental Narapidana di Tengah Pandemi Covid-19

Oleh: Muhamad Fadhol Tamimy, SPsi Berdinas di Lapas Kelas IIA…

Jumat, 23 Oktober 2020 13:57

Santri Pengawal Peradaban

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 16 Oktober 2020 13:39

Melihat Isi Kepala Calon Pemimpin Daerah

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Rabu, 14 Oktober 2020 11:17

Pandemi Belum Usai, Masalah Baru Dimulai

Oleh: Putri Indar Dewi Mahasiswi Prodi KPI IAIN Samarinda  …

Senin, 12 Oktober 2020 11:50

Klaim Presiden Jokowi yang menyebut Omnibus Law RUU Cipta Kerja Mendukung Upaya Pemberantasan Korupsi, Adalah Pernyataan yang Menyesatkan Publik

Pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut Omnnibus Law RUU Cipta…

Senin, 12 Oktober 2020 09:51

Dua Jalan Membatalkan UU Cipnaker

Rancangan Undang Undang (RUU) Cipnaker telah disahkan dalam rapat Paripurna…

Jumat, 09 Oktober 2020 11:20

Pemimpin yang Tidak Mencium Bau Surga

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Jumat, 09 Oktober 2020 10:42

Politik Empati

Oleh: Syamsuddin Pegiat JAKFI Nusantara Kota Samarinda   PUT yourself…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers