MANAGED BY:
SENIN
21 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Rabu, 04 September 2019 12:41
Dagangan Politik Kesehatan Jelang Pilkada

Memotong siklus tahunan DBD, Memotong siklus DBD yang terjadi rutin setiap tahun dengan pola yang sama harus dilakukan. Program pemberantasan nyamuk demam berdarah yang selama ini umum kita ketahui harus dilakukan berkesinambungan dengan pemerintah sebagai leader. Mengikuti langkah pemberantasan nyamuk DBD seperti penyebaran nyamuk ber- Wolbachia dapat kita uji coba sebagaimana dilakukan beberapa daerah lain. Fogging harus dilakukan secara berkesinambungan mengikuti pola penyakit yang telah terjadi ditahun sebelumnya dan berbasis swadaya masyarakat.

Diare dan Pneumonia, Diare dapat berujung pada dehidrasi dapat ditekan dengan kampanye cuci tangan. Mengevaluasi warung dan jajanan sekolah serta sekitar sekolah harus diprogramkan rutin.

Pneumonia adalah penyakit radang paru yang dapat mengakibatkan sesak nafas dan dapat berujung kematian. Rokok adalah salah satu faktor predisposisi penyakit ini. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya asap rokok dan penegakan aturan larangan merokok ditempat umum dan tempat banyak anak-anak dapat membantu mengurangi penyakit ini.

 Gizi Buruk dan Stunting, Dua hal ini adalah masalah gizi nasional yang  banyak diperbincangkan saat ini, agar anak-anak indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Masalah stunting secara langsung dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi, pola asuh yang kurang baik terutaman pada aspek perilaku dan praktek pemberian makanan bagi bayi dan balita. Rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk di dalamnya adalah akses sanitasi dan air bersih adalah hal lain yang berpengaruh. Langkah proaktif dan kerjasama lintas sektor harus dilakukan untuk mengatasi hal ini. Penanganan gizi buruk harus dilakukan secara standar menurut prosedur tetap penanganan gizi buruk yang telah diatur oleh WHO. 

Anemia pada anak, Anemia (kurang darah)  pada anak adalah masalah kesehatan lain yang banyak ditemukan dan umumnya karena difisiensi Zat Besi sehingga disebut Anemia Defisiensi Besi (ADB).

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 19 Juni 2021 11:24

Kampanye Konsumsi Halal dan Tayib di Euro 2020

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Jumat, 18 Juni 2021 12:51

Menjaga Asa Lansia di Masa Pandemi

Oleh: Rinnelya AgustienPerawat di Balikpapan Bagaimana bila perpisahan terakhir kali…

Kamis, 17 Juni 2021 11:38

Beberapa Catatan Perihal Polemik SMA 10

Polemik antara Yayasan Melati dan SMA 10 Samarinda belum juga …

Kamis, 17 Juni 2021 11:26

Ibu Kota Negara Harapan Baru Sektor Pertanian di Kaltim

Oleh: M Hidayanto Peneliti & Pemerhati Pertanian Kaltim   Presiden…

Rabu, 16 Juni 2021 18:23

Pertahankan Kawasan Bertutupan Hutan di Lahan Peruntukan Perkebunan

Oleh :  M. Windrawan Inantha*  Kalimantan Timur adalah provinsi yang terdepan…

Rabu, 16 Juni 2021 18:12

ASN sebagai Pelayan Publik Penguat KPK

Prof Sarosa Hamongpranoto Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Samarinda…

Selasa, 15 Juni 2021 11:33

PTM dalam Perspektif SKB 4 Menteri

Oleh: Suwoto Kepala SMP 31 Samarinda   Sekitar 85 persen…

Minggu, 13 Juni 2021 13:30

Tanah Datar yang Tak Datar

Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda  …

Senin, 07 Juni 2021 10:57

Revitalisasi dan Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila

Oleh: Jamil Badaing Sunusi Dosen Universitas Mulawarman   Revitalisasi Pancasila…

Minggu, 06 Juni 2021 12:02

Pilih Al-Qur’an atau Pancasila?

Oleh; Bambang Iswanto Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris  …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers