MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 04 September 2019 12:11
Wisata Sangat Potensial, Tapi Kenapa Kunjungan Wisman Masih Rendah..??
Maratua, andalan wisata di Kaltim. Sayangnya kunjungan wisata oleh wiasatawan manca masih rendah.

PROKAL.CO, KURANG SERIUS: Kunjungan wisatawan mancanegara ke Kaltim masih rendah karena pemasaran wisata di Kaltim belum maksimal.

SAMARINDA – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Juli menunjukkan peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisman pada bulan tersebut sebanyak 300 atau naik 38 kunjungan. Namun peningkatan ini belum maksimal dan dianggap masih rendah.

Pasalnya jumlah wisman pada Juli 2019 jika dibandingkan dengan periode Juli 2018 mengalami penurunan sebesar 18 kunjungan. Secara kumulatif, pada periode Januari 2018 – Juli 2019 wisman yang berkunjung ke Kaltim hanya sebesar 4.339 kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Anggoro Dwitjahyono mengatakan, wisman yang berkunjung ke Kaltim terbanyak berasal dari Singapura, Australia, dan India. Ketiga negara ini berperan sebesar 29,67 persen dari total kunjungan pada Juli 2019.

Sementara selama periode Januari 2018-Juli 2019, jumlah wisman terbanyak pada April 2019, yaitu 349 kunjungan. Selanjutnya 340 kunjungan pada Oktober 2018. Sisanya masih cukup rendah. “Jumlah wisman dapat menurun ataupun meningkat tergantung musim libur atau cuti dari negara tetangga. Jadi fluktuasi jumlah wisman merupakan hal wajar,” tuturnya, Selasa (2/9).

Terpisah, Ketua Dewan Perwakilan Cabang Association of Indonesian Tour & Travel Agent (DPC-Asita) Samarinda I Gusti Bagus Putra mengatakan, saat ini jumlah wisman di Kaltim belum maksimal. Bahkan jika dibandingkan daerah lain masih sangat kecil. Hal itu, disebabkan di Kaltim masih banyak yang belum maksimal.

Dia menilai perlu ada kerja sama antara pelaku usaha biro perjalanan dengan pengusaha hotel dan restaurant, seperti Asita dan Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI). “Sinergisitas ini penting dilakukan untuk memajukan sektor pariwisata utamanya untuk menggenjot kunjungan wisman,” tuturnya.

Dia menjelaskan, kemitraan tersebut dapat dibangun melalui penentuan paket wisata yang ingin dipromosikan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya wisatawan yang berkunjung ke Bumi Etam. Sehingga kunjungan ke Kaltim bisa lebih direncanakan. Dengan adanya mitra ini, semua sektor sama-sama untung. Sekaligus dapat memajukan pariwisata daerah.

Selain itu, Dinas Pariwisata Kaltim juga perlu melakukan submission ke luar daerah agar bisa menarik perhatian wisatawan. “Jika pemerintah daerah tidak berinovasi mengenalkan wisata yang ada, maka Kaltim akan tertinggal dibandingkan daerah lain dalam sektor pariwisata,” tutupnya.

Secara nasional, BPS melaporkan sepanjang Juli 2019 jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebesar 1,48 juta orang, naik 2,04 persen dibandingkan Juni 2019. Dengan capaian tersebut, maka kunjungan wisman sejak awal tahun tercatat 9,31 juta orang. Adapun kenaikan wisman sepanjang Juli banyak dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

“Kenaikan ini bisa dipahami, trennya sama pada tahun-tahun sebelumnya. Bahwa bulan Juli ini merupakan musim liburan sekolah dan cuti di belahan Amerika, Australia maupun di Eropa,” kata Kepala BPS Suhariyanto.

Dari total wisman sebesar 1,48 juta, imbuh Suhariyanto, yang berkunjung menggunakan transportasi udara masih besar 66 persen atau 977,4 ribu. Kemudian disusul menggunakan transportasi laut sebanyak 316,7 ribu atau 21 persen dan transportasi darat sebanyak 189,7 ribu atau 13 persen. “Untuk udara utamanya melewati tiga bandara yaitu Ngurah Rai, Juanda, dan Soekarno-Hatta,” katanya.

Di lihat dari sisi kebangsaan, juga tidak banyak berubah. Dia memaparkan, wisman utama masih berasal dari Malaysia menyumbang 16,19 persen atau sebesar 240 ribu kunjungan, Tiongkok sebesar 13,06 persen atau sebesar 193 ribu dan Singapura sebesar 9,77 persen atau 144 ribu. “Hanya pada bulan ini Tiongkok dan Timor Leste mengalami penurunan,” ujar Suhariyanto. (*/amf/ctr/ndu2/k18)


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 09:44

Warga dan Kearifan Lokal Harus Terlibat di IKN

TANA PASER - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam…

Jumat, 22 November 2019 09:37

Terduga Teroris Berencana Menikah sebelum Ditangkap

SAMARINDA–Penangkapan tiga pria terduga jaringan teroris terkait jaringan bom Polrestabes…

Jumat, 22 November 2019 09:35

Hakim Kayat Minta Uang Saku ke Terdakwa

“Saya telepon Sudarman. Saya bilang, itu hakim yang kasih vonis…

Jumat, 22 November 2019 09:34

Momen IKN, Balikpapan-PPU Berlomba Minta Jatah Pusat

BALIKPAPAN–Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim terus dimatangkan.…

Kamis, 21 November 2019 13:50

Ayah yang Jadi Pelatih Juga Bisa Brutal

BERLATIH dibawah gemblengan ayah sendiri bisa memberikan motivasi tinggi bagi…

Kamis, 21 November 2019 13:47
Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara

Awal Tahun Draf RUU Rampung, Akhir Tahun Groundbreaking di IKN

JAKARTA– Pemerintah terus mempersiapkan aspek legal atau dasar hukum pemindahan…

Kamis, 21 November 2019 10:40

Segera Hapus TP4 Pusat - Daerah

JAKARTAs - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko…

Kamis, 21 November 2019 10:38

Kartu Pra Kerja Diberikan Per Kuota Daerah

JAKARTA– Pemerintah menyediakan kuota 2 juta untuk mengisi program kartu…

Kamis, 21 November 2019 10:35

Giliran Pimpinan KPK Gugat UU KPK

JAKARTA– Upaya membatalkan hasil revisi UU KPK lewat jalur Mahkamah…

Kamis, 21 November 2019 10:29

Delapan Tahun Penantian Istri Umar Patek Menjadi WNI

Gina Gutierez Luceno resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Istri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*