MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 03 September 2019 10:46
BISA NGGA KUAT NIH..!! Anggaran PBI APBD Bakal Membengkak

Dampak Kenaikan Iuran PBI APBD Dua Kali Lipat

Tohar

PROKAL.CO, PENAJAM- Anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal membengkak. Pasalnya Pemerintah Pusat bakal menaikkan dua kali lipat iuran untuk peserta PBI APBD untuk kelas III. Dari Rp 25 ribu menjadi Rp 42 ribu, terhitung sejak Agustus 2019.

Keputusan itu setelah rapat kerja (raker) gabungan antara Pemerintah dengan Komisi IX dan Komisi XI DPR pada Senin (2/9) kemarin. Hasilnya iuran kelas III untuk kelompok PBI pusat dan daerah menjadi per jiwanya adalah Rp 42 ribu per bulan. Namun demikian, Pemkab PPU yang sudah mengalokasikan anggaran untuk program jaminan kesehatan tersebut, masih menunggu regulasi resmi mengenai keputusan tersebut. “Kami belum bisa menindaklanjuti secara tataran administrasi. Dalam rangka penyesuaian premi tersebut. Karena belum ada keputusan resmi dari Pusat,” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) PPU Tohar saat ditemui Kaltim Post, Senin (2/9) kemarin.

Pada tahun ini, Pemkab PPU telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,3 miliar untuk program PBI APBD. Di mana Pemkab PPU menanggung iuran kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat Kabupaten PPU untuk fasilitas kesehatan kelas III. Hingga 1 Juli 2019 sudah ada 56.398 jiwa masyarakat PPU yang telah terdaftar dalam program PBI APBD. Yang telah dibayarkan sejak Maret 2019 lalu. “Alokasi PBI APBD tahun 2019 ini, kami anggarkan untuk 73 ribu warga. Sehingga masih ada cadangan, kalau memang diberlakukan dalam kurun waktu akhir tahun anggaran 2019,” ungkapnya.

Ia pun meminta kepada BPJS Kesehatan cabang Balikpapan untuk tidak menumpuk tunggakan iuran kepesertaan mandiri yang beralih menjadi peserta PBI APBD. Pasalnya tunggakan akan terus bertambah. Di mana pada Maret lalu jumlah tunggakan kepesertaan mandiri yang beralih menjadi PBI APBD sebesar Rp 3,7 miliar. Dan bertambah menjadi Rp 4,7 miliar pada pertengahan tahun 2019. “BPJS jangan menumpuk utang orang yang tidak mampu membayar iuran peserta mandiri. Harus dikonfirmasui, mau lanjut atau tidak. Kalau tidak, sebaiknya dihentikan. Dan dialihkan menjadi peserta PBI APBD,” pesan dia.

Mengenai anggaran yang akan dialokasikan untuk program PBI APBD tahun 2020, pihaknya akan menyesuaikan dengan jumlah iuran fasilitas kesehatan kelas III nanti. Menyesuaikan jumlah peserta PBI APBD yang telah ditanggung iurannya pada 2019 selama setahun. Yang akan ditambah dengan kemungkinan cadangan peserta PBI APBD yang baru didaftarkan pada tahun 2020. Sehingga, anggaran untuk program PBI APBD tahun 2020 bisa melonjak dua kali lipat. Dari tahun ini, sebesar Rp 20,3 miliar menjadi Rp 40,6 miliar pada tahun depan. “Sangat tergantung dengan besaran iurannya nanti. Pendekatannya seperti itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan untuk seluruh kelas dan kelompok tetap naik pada 1 Januari 2020. Iuran untuk kelas I per jiwanya akan naik dua kali lipat. Dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribuper bulan per jiwa. Sedangkan iuran kelas II per orangnya, akan naik dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu per bulan. Dan iuran kelas III per jiwanya, akan naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42 ribu per bulan per jiwa. Untuk PBI APBN (pusat) dan PBI APBD (daerah), yang iuran sebelumnya per jiwanya Rp 23 ribu menjadi Rp 42 ribu per bulan. Tujuan menaikkan iuran ini, untuk menutupi defisit keuangan BPJS Kesehatan. Yang diproyeksi hingga akhir tahun ini sebesar Rp 32,84 triliun. (*/kip)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers