MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 31 Agustus 2019 22:00
Kaltim Butuh Beras 60 Ribu Ton

Siapkan Alih Fungsi Lahan Tambang Jadi Kawasan Pertanian

Amran Sulaiman

PROKAL.CO, Lahan di Benua Etam harus mampu menghasilkan produk pertanian yang bisa mencukupi perut 1,5 juta orang yang akan pindah ke ibu kota baru.

 

BALIKPAPAN–Selain infrastruktur dan keandalan energi di ibu kota negara (IKN) baru, pasokan pangan turut jadi perhatian. Memastikan kebutuhan beras aman, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman datang ke Balikpapan. kemarin (30/8). Dia menggelar focus group discussion bersama Gubernur Isran Noor dan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Subiyanto. 

Mentan memastikan Kaltim sebagai ibu kota negara disusun sebagai wilayah mandiri pangan. Pekerjaan rumah yang saat ini harus segera diselesaikan adalah menutupi kekurangan beras 60 ribu ton untuk penduduk yang akan pindah pada 2024. Untuk diketahui, sebanyak 1,2 juta aparatur sipil negara (ASN) akan pindah ke IKN. Yakni di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

"Itu setara lahan 10 ribu hektare," kata Amran, Jumat (30/8) malam, setelah kegiatan FGD strategi pengembangan kawasan penyangga kemandirian pangan ibu kota negara di Kaltim, di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan. Kaltim disebutnya siap. Apalagi dalam FGD, Gubernur Kaltim Isran Noor menyebut telah menyiapkan 50 ribu hektare lahan di sejumlah kabupaten yang merupakan lumbung padi. Jadi sesuai dan searah dengan rencana kementerian.

"Akan kami kirim segera 10 ekskavator untuk menyiapkan lahannya," tegasnya. Dia ingin 10 kabupaten kota di Kaltim dibuat kluster. Masing-masing daerah akan menjadi penyedia komoditas khusus. Misalnya ada kota yang menyuplai daging ayam, kota lain menyuplai daging sapi. Lalu ada kabupaten yang fokus bawang.

"Geografis Kaltim cocok. Ahli kami sudah turun, dan menyebut lahannya cocok untuk hortikultura," katanya.

Menteri asal Sulawesi Selatan ini juga menyebut tak menutup kemungkinan penggunaan lahan bekas tambang batu bara sebagai kawasan pertanian. Namun perlu waktu untuk uji coba dan mencocokkan tanaman apa yang bisa ditanam di bekas tambang itu. "Ya nanti dilihat seperti apa pemanfaatan lahannya," ungkap dia. Menghadapi pemindahan ibu kota negara, Kaltim perlu menyiapkan strategi pemenuhan pangan. Lahan di Benua Etam harus mampu menghasilkan produk pertanian yang bisa mencukupi perut 1,5 juta orang yang akan pindah ke ibu kota baru.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Isran Noor tidak memungkiri salah satu persoalan yang dihadapi pemprov adalah alih fungsi lahan. Dari penghasil pangan menjadi bangunan beton. Ditanya soal apakah dia akan melakukan upaya untuk mencegahnya, disebut telah ada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan. "Tapi kita kan tak bisa mencegah. Mereka punya hak konstitusi. Kalau lahan itu rata-rata milik pribadi. Akhirnya UU ini banyak dilanggar," kata Isran di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Jumat (30/8) malam.

Isran mencontoh Pulau Jawa yang banyak lahan yang sebelumnya menjadi lumbung padi berubah menjadi kawasan industri atau permukiman. Kondisi ini sama seperti di Kaltim. Tapi dia menegaskan akan mengatur soal perwilayahan kawasan. Seperti khusus untuk pangan, permukiman, dan industri. Khusus untuk pangan disesuaikan dengan potensi komoditas yang dihasilkan.

"Seperti di Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, termasuk Penajam Paser Utara itu komoditasnya padi," sebutnya.

Soal mulai meningkatnya harga tanah akibat pengumuman ibu kota baru di PPU dan Samboja karena ulah spekulan, Isran tak menggubrisnya. "Biar saja mereka itu. Enggak apa-apa kalau mau rugi," ujarnya. (/rdh/riz/k8)


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 13:38

Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, PDIP Bilang Tak Ganggu Koalisi

JAKARTA - Partai Gerindra akhirnya masuk ke koalisi pemerintah. Sebagai…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:29

DRAMA..!! Sudah Pakai Baju Putih, Bupati Minahasa Selatan Mendadak Terpental

JAKARTA – Drama terjadi dalam penyusunan kabinet kerja jilid II.…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:22

UU KPK Berlaku, Penyidik Pilih Hati-Hati

JAKARTA – Sesuai prediksi, aktivitas penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi…

Senin, 21 Oktober 2019 13:39

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif

Meski upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

Ada OTT KPK, Berharap Akses ke APT Pranoto Tak Terdampak

RENCANA kegiatan peningkatan jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

OTT KPK, Bukti Abai terhadap Kualitas

BALIKPAPAN-Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah…

Senin, 21 Oktober 2019 13:17

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*