MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 31 Agustus 2019 12:10
SD 017 Samarinda Terpaksa Menumpang Rumah Warga saat Sekolah Direnovasi (1)
Gedung “Disentuh” setelah Puluhan Tahun, Murid Kelas 6 Hanya Tiga Orang
Seorang guru mengajar 3 murid di SD 017 Samarinda Utara.

PROKAL.CO, SD 017 Samarinda dulu kurang dilirik. Sistem zonasi yang membuat sekolah itu diserbu murid baru.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

 

MENDUNG menghiasi langit Samarinda, Selasa (27/8) pagi. Gerimis mulai turun, kaki-kaki kecil serempak sedikit berlari. Menghasilkan suara khas saat lantai kayu diketuk kaki. Berseragam putih merah, mereka duduk menata buku bersiap untuk hari itu. Doa dirapal, harap bisa dapat ilmu maksimal meski belajar sementara tak di gedung sekolah lagi.

Para pemilik kaki-kaki kecil adalah murid kelas 1 yang bersekolah di SD 017 Samarinda Utara. Tak seperti sekolah pada umumnya, mereka belajar di sebuah rumah dengan lebar 6 meter dan panjang 12 meter.

Sebab, sekolahnya tengah direnovasi total. Sempat sebulan belajar di bawah tenda terpal, seminggu terakhir murid mendapat tumpangan rumah. Setelah, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang meminjam langsung kepada si empu rumah yang jaraknya sekitar 100 meter dari sekolah.

Agar serasa ruang kelas, rumah disekat dengan kayu tripleks jadi dua ruang kelas. Belajar pun bergantian. Kelas 1A dan 1B belajar mulai pukul 07.30–10.00 Wita. Lalu berganti dengan kelas 2 dan 3 hingga pukul 13.30 Wita.

Lalu dilanjutkan pukul 16.30 Wita untuk kelas 4 dan 5. Sementara kelas 6 memakai ruangan kecil di belakang karena siswanya hanya tiga orang. Rencananya, mereka bakal sekitar tiga atau empat bulan di rumah itu, hingga renovasi sekolah selesai.

Belajar jadi kurang fokus. Sekat tipis tak bisa membendung riuh suara murid di kelas sebelah. Suara antar-kelas pun bersahut-sahutan. Guru yang mengajar harus meninggikan suara ketika suara murid lebih ramai. Lalu disambut keheningan para murid.

SD 017 berada di RT 07 Jalan Batu Cermin, Samarinda Utara. Di sekolah itu ada 137 siswa yang belajar. Angka yang cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab tahun ini SD 017 menerima murid baru dua kelas dengan total murid sekitar 56 orang. Sebelumnya, memenuhi satu kelas dengan standar 28 orang per kelas saja susah.

“Saya pernah dengar, waktu awal 2000-an, muridnya hanya 19 orang. Tahun lalu, murid kami hanya 60-an orang. Tetapi, karena zonasi semuanya jadi ke sini. Awalnya kami mau membuka hanya satu kelas untuk tahun ajaran baru, karena permintaan wali murid jadi tambah satu kelas lagi,” kata Kepala SD 017 Samarinda Utara Mohammad Anwar.

Jumlah murid yang kadang dalam satu kelas bisa dihitung dengan jari, membuatnya juga terbatas mendapatkan bantuan operasional sekolah. Apalagi, dari 11 tenaga pendidik di sekolah itu, ada delapan yang honorer. Anwar pun harus putar otak agar tetap bisa memberikan gaji guru honorer sekitar Rp 500 ribu tiap bulan.

“Kan dana bantuan operasional sekolah itu turunnya tidak tiap bulan. Jadi, saya kadang nombok dahulu,” kisah lelaki yang sebelumnya mengabdi 25 tahun di SD 003 Samarinda Seberang tersebut.

Tak mampu membayar penjaga sekolah, Anwar memilih tinggal di lingkungan sekolah. Sebab, jika tak ditunggu, banyak barang yang hilang. Mengingat kawasan sekolah sangat sepi dan rawan maling. Padahal, kondisi sekolah sudah memprihatinkan.

Sekolah itu berdiri sejak 1983. Tak ada renovasi berarti. Renovasi terakhir adalah bagian atap pada akhir dekade 80-an. Setelah itu, puluhan tahun sekolah tak direnovasi. Walhasil, material kayu puluhan tahun membuat kondisi kelas banyak rusak sana-sini. Hingga, pada 2019 angin segar datang dengan renovasi total empat ruang kelas, dengan anggaran Rp 2,5 miliar. Namun, tak berikut kantor di belakangnya.

“Saya sudah alhamdulillah, apalagi Pak Wali mau turun langsung. Dari rancangan bangunannya juga sudah terlihat bagus. Kalau kantor guru ini, katanya tahun depan mau dianggarkan,” ucap Anwar ditemui di kantornya yang plafonnya telah jebol dan lantai kayu yang rapuh.

Sebelum sistem zonasi diberlakukan, sekolah ini kerap kalah bersaing dengan sekolah lain. Banyak warga RT 05, 06, dan 07 Kelurahan Sempaja Utara yang memilih menyekolahkan anaknya di SD 023 Samarinda Utara. Jaraknya, sekitar lima kilometer dari SD 017 Samarinda Utara. Perkara fisik sekolah dan akses sebelumnya jadi alasan sekolah itu tak diminati.

Dahulu akses sekolah tak memadai. Jalan berlumpur saat musim hujan dan saat panas, jalan juga berbatu. Akses menuju sekolah baru dicor setelah masuk listrik pada 2016. Padahal, jarak sekolah itu ke Balai Kota Samarinda hanya sekitar 10 kilometer dan jika menggunakan mobil, hanya setengah jam.

“Saya dahulu kalau berangkat mengajar, apalagi kalau habis hujan, beberapa meter berhenti-berhenti terus. Bersihkan lumpur parah di motor saya,” kenang Muhammad Basya, guru honorer yang mengajar sejak 2009.

Basya mengungkapkan, dahulu jalan hanya setapak yang bisa dilalui motor, dengan kontur berbukit. Jika tak hati-hati, apalagi saat hujan, bisa terjerembap. Kini pihaknya hanya bisa bersabar hingga pembangunan sekolah selesai. Dirinya berharap bisa mengajar maksimal setelah gedung sekolah diresmikan. Lalu bisa mewujudkan harapan diangkat menjadi pegawai negeri sipil. (rom/k16)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

Ada OTT KPK, Berharap Akses ke APT Pranoto Tak Terdampak

RENCANA kegiatan peningkatan jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

OTT KPK, Bukti Abai terhadap Kualitas

BALIKPAPAN-Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah…

Senin, 21 Oktober 2019 13:17

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…

Senin, 21 Oktober 2019 11:07

Berharap Akses ke APT Pranoto Tak Terdampak

RENCANA kegiatan peningkatan jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 21 Oktober 2019 11:01

Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat

JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai…

Senin, 21 Oktober 2019 10:41

CATAT JANJI JOKOWI, Akan Revisi Puluhan Undang-Undang Yang Hambat Investasi

JAKARTA– Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan…

Senin, 21 Oktober 2019 10:10

Akhir Tahun Konstruksi Menggeliat

SAMARINDA – Memasuki akhir 2019, kinerja lapangan usaha konstruksi diperkirakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*