MANAGED BY:
KAMIS
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 31 Agustus 2019 12:06
DPR Akan Blusukan ke Tambang Maut
Lubang bekas tambang yang pernah merenggut nyawa.

PROKAL.CO, JAKARTA-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral membantah bahwa Hendrik Kristiawan merupakan korban ke-36 yang tewas akibat lubang tambang. Berdasar laporan yang diterima, korban berusia 25 tahun itu meninggal tenggelam saat hendak mengambil hasil buruan di areal rawa alami. Bukan di wilayah kerja tambang milik PT Singlurus Pratama seperti yang diberitakan sebelumnya.

Juru bicara Kementerian ESDM Agung Pribadi saat dihubungi Kamis (29/8) menyebutkan, berdasar keterangan saksi mata dan laporan Polsek Samboja, insiden yang berlangsung Kamis (22/8) sore berawal kala korban berhasil menembak seekor belibis.

Sebab, lokasi buruannya ada di seberang rawa, Hendrik terpaksa harus menyeberang, tapi malang dia tiba-tiba terpeleset hingga tenggelam. Warga dan rekan korban, lanjut Agung, sempat meminta pertolongan pekerja batu bara milik PT Pinggan Wahana Pratama di dekat lokasi kejadian. Namun, saat tiba di RSUD Samboja, korban yang sehari-hari bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan sawit tersebut meninggal dunia. “Telaahan lanjutan sedang disusun inspektur tambang,” ucap Agung.

Banyaknya warga yang tewas tenggelam di lahan bekas tambang mendorong DPR RI untuk kembali mendatangi Kaltim. Menurut Ikhwan Datu Adam, pekan depan, dia bersama beberapa anggota Komisi Energi DPR RI, akan turun ke lapangan meninjau areal tambang batu bara yang dinilai selama ini telah membahayakan jiwa warga sekitar.

Hal ini perlu dilakukan, tambah dia, selain karena pertimbangan keselamatan, juga karena Kaltim telah resmi ditunjuk pemerintah sebagai ibu kota negara (IKN) baru. Kecelakaan “rutin” yang terjadi sejak 2011 ini dikhwatirkan bakal jadi batu sandungan pembangunan Kaltim sebagai IKN pengganti Jakarta.

“Sebab sampai sekarang, kasus tambang maut atau tambang liar belum ada solusi terbaik,” ucapnya. Padahal, tambah Ikhwan, berbagai kementerian dan lembaga, juga termasuk KPK, sudah berulang kali bolak-balik ke Kaltim melihat langsung permasalahan ini. Namun, belum dapat solusi tepat. Ditambah, untuk menuntut ganti rugi lewat jaminan reklamasi (jamrek)-pascatambang ke perusahaan perlu proses yang cukup memakan waktu.

Sebelumnya, Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang menegaskan, Hendrik telah menjadi korban ke-36 kasus lubang tambang di Kaltim sejak 2011. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasar hasil pemantauan dan analisis tim Jatam Kaltim di lapangan. “Lokasi ditemukannya korban adalah sebuah lembah bukit yang berubah menjadi telaga,” ujar Rupang, Rabu (28/8).

Telaga itu disebutnya terbentuk akibat sisi luar lembah ditutupi ribuan metric ton overburden atau lapisan tanah pucuk. Dari titik koordinat S 00° 57’04.8”,E 117°05’01.6”, lokasi masuk konsesi PT Singlurus Pratama.

“Berdasarkan dokumen perizinan, konsesi PT Singlurus Pratama mendapatkan konsesi seluas 24.760 hektare dari Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral),” ungkap Rupang. Untuk jarak, setelah dilakukan pengukuran, antara telaga dan rumah terdekat adalah 770 meter.

Di lokasi ditemukannya jenazah Hendrik, tak ditemukan papan peringatan, pagar pembatas, serta pos dan petugas keamanan guna mencegah akses warga ke telaga. “Diduga menyalahi Kepmen ESDM Nomor 55/k/26/mpe/1995,” sebutnya. (pra/riz/k16)


BACA JUGA

Kamis, 12 Desember 2019 13:24

Ujian Nasional Akhirnya Dihapus, Ini Gantinya....

JAKARTA– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim memastikan ujian…

Kamis, 12 Desember 2019 12:11

Selamat Tinggal Koruptor..!! MK Tunda Hak Politik eks Terpidana

JAKARTA– Publik Patut mengapresiasi KPK atas status terdakwa residivis koruptor…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Efek IKN, Investasi ke PPU Meningkat

SAMARINDA–Pembangunan jalan tol Balikpapan–Samarinda menyisakan 2,2 kilometer lagi. Posisinya…

Rabu, 11 Desember 2019 13:25

Bekas Lokasi Penyulingan Kembali Ditemukan

TENGGARONG–Penindakan demi penindakan untuk memutus mata rantai pencurian minyak mentah…

Rabu, 11 Desember 2019 13:24

Membongkar Teka-teki dari Kasus Tewasnya Yusuf Ahmad Gazali

Senyum tipis Yusuf Ahmad Gazali jadi penyemangat Melisari selepas pulang…

Rabu, 11 Desember 2019 13:23

Bakal Pakai Bendungan, Enam PLTA Suplai IKN Baru

BALIKPAPAN–Kelistrikan di lokasi ibu kota negara (IKN) direncanakan mengandalkan pasokan…

Rabu, 11 Desember 2019 13:15

Masuk ke Pusat Suaka Orang Utan, Jangan Pakai Parfum, Lihat Wanita Gelisah karena Belum Pernah Kawin

Sebagai orang utan, yang mereka butuhkan adalah hutan. Belasan tahun…

Rabu, 11 Desember 2019 13:12

Rombongan Eks Pejabat Garuda Diperiksa KPK

JAKARTA- Upaya pemerintah "bersih-bersih" di lingkungan PT Garuda Indonesia (Persero)…

Rabu, 11 Desember 2019 13:07

Matangkan Infrastruktur Pelabuhan untuk IKN, Ini yang Dilakukan Pelindo

BALIKPAPAN- PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV berencana menyiapkan beberapa proyek…

Rabu, 11 Desember 2019 11:23

Presiden Janjikan Ungkap Kasus Novel dalam Hitungan Hari

JAKARTA- Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Idham Aziz untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.