MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 31 Agustus 2019 11:24
68 Ribu Warga Kutim Belum Ter-Cover BPJS Kesehatan
BELUM TER-COVER: Pelayanan BPJS Kesehatan di kantornya. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, Sebanyak 68 ribu warga Kutim belum mendapatkan akses layanan medis dari BPJS Kesehatan.

 

SANGATTA–Persoalan ini telah dibahas dalam forum komunikasi pemangku kepentingan utama BPJS Kesehatan dan penyampaian hasil implementasi program Jamkesmas pekan lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Sementara Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kutim Uce Prasetyo. Diperkirakan, saat ini 68.000 lebih masyarakat Kutim belum mendapatkan jaminan layanan kesehatan.

Menurut dia, hal itu disebabkan pemerintah belum memaksimalkan anggaran yang disediakan oleh pusat. Selanjutnya, anggota dewan dari Partai PPP tersebut, mengusulkan untuk membentuk tim dari berbagai OPD agar dapat memastikan perbaikan basis data terpadu (BDT).

"Harusnya anggaran dari pusat untuk jaminan kesehatan warga kurang mampu tersebut dapat terserap dengan baik," ungkapnya saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Dia menjelaskan target capaian negara adalah 100 persen rakyat harus ter-cover BPJS Kesehatan. Di Kutim, katanya telah melakukan beragam upaya, hingga saat ini, pemkab telah berhasil mencapai sekira 78 persen.

"Berarti masih kurang 22 persen masyarakat belum punya jaminan kesehatan. Satu persen penduduk itu sekira 4.000 orang. Target kami ke depan bisa mengupayakan 95 pencapaian," katanya.

Untuk mencapai target tersebut, pihaknya akan menginventarisasi dan memilah latar belakang rakyat, yang meliputi aparat pemerintah seperti TK2D dan aparatur desa, serta penerima bantuan iuran (PBI) khusus masyarakat miskin.

"Itu semua akan didaftarkan. Cara lain untuk mencapai target, kami akan bersinergi dengan anggaran pusat, provinsi, dan kabupaten," ungkapnya.

Selain itu, dia menegaskan akan menggalakkan dan penegakan hukum bagi swasta dan perusahaan yang belum mendaftarkan karyawan dalam jaminan.

"Tinggal kesungguhan dan kekompakan tim, langkah pertama adalah mengoptimalkan anggaran dari pusat," jelas dia.

Targetnya, lanjut dia, menyesuaikan anggaran pusat yang telah diperuntukkan bagi 82 ribu jiwa. Untuk itu, tim akan terbentuk pada Agustus ini. Kemudian, 82 ribu jiwa tersebut dikali Rp 23 ribu dikali 12 bulan per tahun, hanya terserap 45 ribu jiwa. Masih ada anggaran untuk 37 ribu jiwa, namun harus berdasarkan BDT.

"Data pegawai TK2D yang harus didaftarkan sekira 4.000 jiwa, pun aparatur desa berkisar 140 desa dikali sembilan aparat kemudian dikali tiga, jadi sekira 3.750 jiwa. Semua ini bersumber dari APBD (ADD)," bebernya.

Selain itu, penargetan swasta yakni 10 ribu jiwa. Kemudian, PBI yang ditanggung pemda, menurut dia, sekira 19 ribu jiwa dengan anggaran sekira Rp 5,4 miliar per tahun.

"Jadi 37.000 + 4.000 + 3.750 + 10.000 + 19.000 total bisa 73.750 jiwa. Itu sudah mencapai 18 persen target. Kalau dari PBI provinsi harapannya sekira 8.000 jiwa," terang dia.

Jadi 37.000 + 4.000 + 3.750 + 10.000 + 19.000 + 8.000 total mencapai 81.500 jiwa. Itu sekira 20 persen penduduk. Sehingga harapannya hanya sisa 2 persen penduduk yang belum ada jaminan kesehatan. (*/la/ypl/k8)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:14

Bidukbiduk Mau Dijadikan Kawasan Industri, Pariwisatanya Bagaimana?

TANJUNG REDEB – Tak mau hanya menjadi penyedia bahan baku,…

Senin, 21 Oktober 2019 13:12

Sampah dan Eceng Gondok Jadi Momok

Sampah berhamburan di Sungai Sangatta sangat menyulitkan operator ponton yang…

Senin, 21 Oktober 2019 13:07

Razia Odol Sering Kucing-Kucingan, Truk Pengangkut Batu Bara Masih Marak di Samboja

TENGGARONG- Aktivitas truk milik perusahaan pengangkut batu bara dan sawit…

Senin, 21 Oktober 2019 13:06

Disperindagkop Target Pasar Senaken Dibangun 2020

TANA PASER - Pasca kebakaran besar melanda Pasar Induk Penyembolum…

Senin, 21 Oktober 2019 13:04

Polair Paser Tangkap Pelaku Ilegal Fishing Kepiting Bertelur

TANA PASER - Kendati sejak  7 Januari 2015, Kementerian Kelautan…

Minggu, 20 Oktober 2019 20:45

Kebakaran Lahan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

SANGATTA - Fenomena kebakaran lahan di Indonesia seolah-olah telah menjadi…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:27

TNI Polri Bersihkan Sisa Kebakaran

PROKAL.CO, SAMARINDA - Personel TNI dan Polri dibantu masyarakat membersihkan…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:06

Penajam Kondusif, Masyarakat Jangan Terprovokasi

Penajam sudah kondusif. Warga diharap tak mudah percaya informasi yang…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

Korslet, Satu Rumah Ludes

PENAJAM – Musibah kebakaran terjadi di Kelurahan Sotek, Penajam Paser…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

KSOP Samarinda Beri Garansi

Beredar informasi aktivitas bongkar muat batu bara yang selama ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*