MANAGED BY:
RABU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 30 Agustus 2019 20:00
Harga Satu Hektare Lahan di Sepaku Meningkat Drastis

“Dulu Rp 150 Juta, Sekarang Rp 250–400 Juta”

Warga memasang pengumuman penjualan lahan.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Upaya konkret Gubernur Kaltim Isran Noor menutup ruang spekulan tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinanti. Untuk diketahui, sebagian wilayah tersebut menjadi lokasi dibangunnya ibu kota negara (IKN) baru. Khususnya di Kecamatan Sepaku, PPU, dan Kecamatan Samboja, Kukar.

Dari penelusuran Kaltim Post di Kecamatan Sepaku, tanah di daerah tersebut kini menjadi incaran para pemodal. Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan pemindahan IKN ke Provinsi Kaltim, Senin (26/8). Peminat tanah di Kecamatan Sepaku tidak hanya dari Kaltim. Tetapi dari DKI Jakarta. Mereka mengincar lahan yang berada di tepi jalan negara. Jalan arteri menuju pusat pemerintahan Kabupaten PPU. Yang juga satu-satunya akses darat menuju Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Fathan, tokoh masyarakat yang ditemui Kaltim Post, mengatakan hampir tiap hari dirinya mendapat telefon dari orang asing. Mereka menanyakan harga tanah di Kecamatan Sepaku. “Dari Jakarta. Mereka telefon minta tanah. Luasnya 3 hektare. Jadi, kami diminta mencarikan,” tuturnya, Rabu (28/8) malam. Lanjut dia, orang tersebut tidak menanyakan berapa harga tanah tersebut. Melainkan, segera dicarikan tanah di jalur Kilometer 38, Kecamatan Samboja, hingga Kecamatan Sotek, PPU.

“Itu kan jalan negara,” timpalnya. “Hari ini saja, sudah ada lima orang yang menelepon (menanyakan tanah),” imbuhnya. Penelepon pertama, seingat dia, menanyakan meminta kaveling. Berukuran 10x12 meter persegi. Kemudian, empat penelepon selanjutnya mayoritas minta dicarikan tanah 3 hektare. “Mereka tidak mau 1 hektare. Maunya 3 hektare atau satu hamparan. Katanya keperluannya untuk bangun kantor,” sebut ayah tiga anak itu.

Dia mengakui, tanah di Kecamatan Sepaku sama sekali tidak dilirik. Bahkan dijual murah pun pembeli masih pikir-pikir. Dulu, lanjut dia, tanah seluas 1 hektare di Kecamatan Sepaku dijual Rp 150 juta. “Itu sudah bersertifikat. Sekarang, 1 hektare minimal Rp 250 juta. Bahkan sekarang sampai Rp 400 juta per hektare,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Sepaku Risman Abdul menuturkan, dari laporan aparat desa yang diterima, sudah banyak spekulan yang mengincar tanah di Kecamatan Sepaku. “Bukan hanya tanya harga, tetapi sudah pesan. Sudah booking,” katanya kala ditemui di ruang kerjanya Rabu siang. Dia pun tidak mengetahui secara pasti, di atas tanah tersebut mau dibangun apa. Yang Risman tahu, para spekulan itu mencoba menguasai tanah seluas mungkin.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 20 Oktober 2020 21:00
Industri Tambang di Omnibus Law dan Dampaknya bagi Kaltim

Petani Terancam Makin Tersingkir, Hutan-Hutan Kian Gundul

Ketergantungan Kaltim terhadap industri ekstraktif menyimpan masalah serius. Ribuan lubang…

Selasa, 20 Oktober 2020 17:43

Ian Singleton, Konservasionis Orang Utan, Penerima Order of the British Empire

Puluhan tahun dihabiskannya di hutan-hutan Sumatera untuk melakukan penelitian dan…

Selasa, 20 Oktober 2020 17:27

Presiden Minta Soal Vaksin Jangan Tergesa-Gesa

JAKARTA– Urusan vaksinasi Covid-19 menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Dia…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:35

Biaya Kampanye di Pilkada Samarinda Maksimal Rp 14 Miliar

SAMARINDA–Pemilihan kepala daerah (pilkada) digelar dengan biaya yang tak sedikit.…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:34

Berkantor di Mobil Mewah

PANDEMI Covid-19 mendorong berbagai kebiasaan baru seperti bekerja dari rumah…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:33

Ocean’s Resto Ajukan Praperadilan

BALIKPAPAN-Akibat lima laporan polisi (LP) sejak 2019 tak ada kabarnya,…

Selasa, 20 Oktober 2020 12:32

Proyek Terminal Batu Bara Libatkan Kemenhub

BALIKPAPAN-Keterlibatan pemerintah pusat dalam pengoperasian terminal batu bara curah di…

Selasa, 20 Oktober 2020 11:12

Indonesia Mau Beli Jet Tempur F- 35...??

JAKARTA – Komisi I DPR RI merespon positif kunjungan Menteri…

Selasa, 20 Oktober 2020 10:21

Mulai Bulan Depan, 9,1 Juta Orang di Indonesia Divaksin

JAKARTA- Mulai bulan depan, alias bulan November hingga Desember 2020,…

Senin, 19 Oktober 2020 18:00

Terminal Batu Bara Curah Ditutup, Pemprov: Tak Pengaruh ke PAD

BALIKPAPAN-Pro dan kontra penutupan terminal batu bara curah di kawasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers