MANAGED BY:
JUMAT
14 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 30 Agustus 2019 20:00
Harga Satu Hektare Lahan di Sepaku Meningkat Drastis

“Dulu Rp 150 Juta, Sekarang Rp 250–400 Juta”

Warga memasang pengumuman penjualan lahan.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN–Upaya konkret Gubernur Kaltim Isran Noor menutup ruang spekulan tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinanti. Untuk diketahui, sebagian wilayah tersebut menjadi lokasi dibangunnya ibu kota negara (IKN) baru. Khususnya di Kecamatan Sepaku, PPU, dan Kecamatan Samboja, Kukar.

Dari penelusuran Kaltim Post di Kecamatan Sepaku, tanah di daerah tersebut kini menjadi incaran para pemodal. Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan pemindahan IKN ke Provinsi Kaltim, Senin (26/8). Peminat tanah di Kecamatan Sepaku tidak hanya dari Kaltim. Tetapi dari DKI Jakarta. Mereka mengincar lahan yang berada di tepi jalan negara. Jalan arteri menuju pusat pemerintahan Kabupaten PPU. Yang juga satu-satunya akses darat menuju Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Fathan, tokoh masyarakat yang ditemui Kaltim Post, mengatakan hampir tiap hari dirinya mendapat telefon dari orang asing. Mereka menanyakan harga tanah di Kecamatan Sepaku. “Dari Jakarta. Mereka telefon minta tanah. Luasnya 3 hektare. Jadi, kami diminta mencarikan,” tuturnya, Rabu (28/8) malam. Lanjut dia, orang tersebut tidak menanyakan berapa harga tanah tersebut. Melainkan, segera dicarikan tanah di jalur Kilometer 38, Kecamatan Samboja, hingga Kecamatan Sotek, PPU.

“Itu kan jalan negara,” timpalnya. “Hari ini saja, sudah ada lima orang yang menelepon (menanyakan tanah),” imbuhnya. Penelepon pertama, seingat dia, menanyakan meminta kaveling. Berukuran 10x12 meter persegi. Kemudian, empat penelepon selanjutnya mayoritas minta dicarikan tanah 3 hektare. “Mereka tidak mau 1 hektare. Maunya 3 hektare atau satu hamparan. Katanya keperluannya untuk bangun kantor,” sebut ayah tiga anak itu.

Dia mengakui, tanah di Kecamatan Sepaku sama sekali tidak dilirik. Bahkan dijual murah pun pembeli masih pikir-pikir. Dulu, lanjut dia, tanah seluas 1 hektare di Kecamatan Sepaku dijual Rp 150 juta. “Itu sudah bersertifikat. Sekarang, 1 hektare minimal Rp 250 juta. Bahkan sekarang sampai Rp 400 juta per hektare,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Sepaku Risman Abdul menuturkan, dari laporan aparat desa yang diterima, sudah banyak spekulan yang mengincar tanah di Kecamatan Sepaku. “Bukan hanya tanya harga, tetapi sudah pesan. Sudah booking,” katanya kala ditemui di ruang kerjanya Rabu siang. Dia pun tidak mengetahui secara pasti, di atas tanah tersebut mau dibangun apa. Yang Risman tahu, para spekulan itu mencoba menguasai tanah seluas mungkin.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 14 Agustus 2020 11:53

Tiongkok Terancam Krisis Pangan, Presiden Xi Jinping Larang Sisakan Makanan di Piring

Ancaman krisis pangan akibat pandemi Covid-19 dan bencana banjir tampaknya…

Kamis, 13 Agustus 2020 13:09

Serapan Anggaran APBD Seret, Hanya Lima Provinsi yang diatas Rata-rata Nasional

JAKARTA- Realisasi serapan belanja daerah kembali mendapat sorotan. Betapa tidak,…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:59

Bahaya Klaster Baru di Sekolah, Pemerintah Diminta Tegas

JAKARTA– Baru beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:42

Lebih Separuh Bayi di Indonesia Tidak Terima ASI Eksklusif

JAKARTA– Lebih dari separuh bayi di Indonesia tidak menerima air…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:18

IKN Mulai,Tahun 2025 Tersedia Dua Juta Lapangan Kerja di Kaltim

Pemerintah terus mematangkan persiapan rencana pemindahan pusat pemerintahan ke Kaltim.…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:16

Balikpapan yang Kembali Menerapkan Pembatasan Sosial di Area Publik

Masifnya persebaran kasus Covid-19, memaksa Pemkot Balikpapan kembali menerapkan pembatasan…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:16

Proyeksi APBD Kaltim 2021 Diperkirakan Rp 9 Triliun

SAMARINDA–Nominal Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim 2021 sepertinya…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:15

Periksa Kejiwaan Pembunuh Ayah Kandung

SANGATTA–Motif Joni (38) menganiaya ayahnya hingga tewas dan membuat istrinya…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:15

KPK Dalami Peran Saksi untuk Tujuh Tersangka

SAMARINDA–Perkara dugaan suap proyek infrastruktur di Pemkab Kutai Timur (Kutim)…

Kamis, 13 Agustus 2020 12:14

Sepeda Listrik Air Pertama

KALAU main sepeda di atas aspal biasa. Tapi apa pernah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers