MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 30 Agustus 2019 22:00
1.550 MW untuk 1,5 Juta Penduduk Baru
PLTU Teluk Balikpapan. Beban puncak di ibu kota negara kelak terjadi tak hanya pada malam, namun juga siang hari. Karena itu diperlukan daya sebanyak 1.555 MW. PLN memastikan kesiapannya.

PROKAL.CO, Beban puncak di ibu kota negara kelak terjadi tak hanya pada malam, namun juga siang hari. Karena itu diperlukan daya sebanyak 1.555 MW. PLN memastikan kesiapannya.

 

BALIKPAPAN–Salah satu infrastruktur penting dalam pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim adalah kelistrikan. Bahkan dalam jangka waktu pembangunan, setrum sudah harus mampu dinikmati pada 2024. Ketika istana presiden, kantor lembaga negara, taman budaya, dan botanical garden ditarget rampung. Menghadapi hal ini, General Manager (GM) PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltimtara Djoko Dwijatno menjelaskan posisi pihaknya.

Saat ini, lanjut dia, telah membuat asumsi dan perencanaan dasar penyediaan listrik untuk ibu kota negara. Di mana berdasarkan skenario jumlah penduduk yang akan hijrah ke Kaltim sebanyak 1,5 juta orang, maka akan mengonsumsi listrik 4 ribu kWh per kapita.

“Ini estimated dari supply side,” kata Djoko, kemarin (29/8). Angka ini bukan hanya dihitung dari sisi penggunaan rumah tangga, tetapi juga perkantoran. Dengan mempertimbangkan beban puncak terjadi tak hanya pada malam, namun juga siang hari. Sehingga keperluan energi mencapai 6 ribu GWh (Giga watt hours) dengan perhitungan beban puncak mencapai 1.196 MW (megawatt) dan reserve margin 30 persen.

“Maka diperlukan daya sebanyak 1.555 MW,” sebutnya. Perhitungan kasar yang dilakukan PLN ini belum menyentuh tahapan pembangunan 2025-2029. Yang dalam prosesnya banyak membangun industri. Di mana menurut Djoko, keperluan daya bakal lebih meningkat. “Kami fokus hingga 2024 dulu. Dan dengan jangka waktu tersisa empat tahun, kami berkeyakinan bisa dicapai,” ucapnya.

Kondisi kelistrikan Kaltim sendiri saat ini tengah surplus. Dengan sistem interkoneksi Kalimantan (Sistem Mahakam – Sistem Barito) berdaya 1.569,1 MW dengan beban puncak 1.094,9 MW, maka PLN masih memiliki cadangan 474,2 MW. Dalam perkembangan, total pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan sampai dengan 2028 sesuai data RUPTL 2019-2028 antara lain pembangkit 4.324,8 MW, transmisi ada 10.232 kms (kilometer sirkuit) dan Gardu Induk (GI) 3.600 MVA.

Dan untuk keandalan setrum di lokasi yang akan menjadi ibu kota, yakni Penajam – Sepaku – Samboja, beberapa GI yang berada di sekitar lokasi tersebut telah beroperasi di antaranya GI Petung di Penajam Paser Utara (PPU), lalu GI Kariangau , GI Karang Joang, GI Manggar Sari di Balikpapan, dan GI Senipah di Kutai Kartanegara(Kukar).

“Di dalam rencana penambahan GI sesuai RUPTL 2019-2028, GI terdekat dengan lokasi ibu kota adalah GI Samboja di Kukar dan GI Sepaku di PPU,” katanya. Djoko yakin dengan jaringan yang sudah ada ini lebih baik dibandingkan yang ada di Jawa.

Berbeda dengan konektivitas jaringan yang dual line, Kaltim khususnya di sekitar wilayah yang nantinya jadi ibu kota, kondisinya saat ini sudah triple line. “Jalur timur, barat dan tengah. Bahkan ini sudah kami desain sebelum ada rencana pemindahan ibu kota,” ujarnya. Selain pengembangan GI, dilakukan pula pengembangan transmisi di sekitar ibu kota baru (selengkapnya lihat grafis). Dengan rencana yang ada, PLN membuat asumsi ketenagalistrikan di Kaltim khususnya ibu kota negara akan andal.

Bahkan PLN berasumsi pihaknya mampu mengusung konsep zero down time. Artinya kota baru nanti bebas biarpet. “Semua ini kami konsep untuk keandalan kelistrikan ibu kota,” sebutnya. Karena masih asumsi sementara, terkait nilai investasi yang bakal digunakan untuk proyek ini, dirinya menyebut belum dilakukan perhitungan. Begitu pula dengan konsep selanjutnya. PLN Kaltimra masih menunggu keputusan dari PLN pusat.

“Dan apapun konsep tersebut pasti menunggu apa yang ada di Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional),” ujarnya.

Termasuk di dalamnya memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT) yang digadang sebagai salah satu faktor pendukung keberadaan kota baru yang mengusung konsep hijau atau forest city. Meski sejumlah hal memengaruhi besaran daya yang lebih besar berasal dari pembangkit listrik menggunakan batu bara.

Sementara itu, ada yang menarik ketika Letjen TNI (Purn) Agus Widjodo berkunjung ke Makodam VI/Mulawarman, Kamis (29/8). Purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat ini menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) sejak 15 April 2016. Walau tidak menjelaskan secara terperinci dan alasannya, dia menyebut nama ibu kota baru sudah direncanakan. “Saya dengar dan direncanakan nama ibu kota nanti Sukarnapura sesuai petunjuk politis,” ucapnya usai pertemuan sore kemarin.

Dalam pertemuan bersama para pejabat dan perwira TNI itu, ia mengatakan, dengan perpindahan yang direncanakan pada 2024, maka ibu kota negara baru menjadi pusat kekuatan negara. Tidak lagi menggunakan pola mindset klasik, kekuatan pertahanan darat, udara dan laut harus dijamin. Karena ancaman yang dihadapi begitu nyata dan terbuka, mengingat akses perbatasan darat, laut, dan udara begitu dekat dengan negara tetangga. Dengan berada di garis depan, strategi pertahanan di Pulau Jawa pun mesti diubah. Karena tidak sesuai dengan wilayah Kalimantan.

“Ibu kota negara meski dipertahankan mati-matian. Bila pindah, kita harus bisa merespons setiap ancaman dari dini atau hal terkecil, “ ujar Agus. Ia menyebut, matra tunggal bersifat untuk menyiapkan kekuatan. Tapi yang menggunakan kekuatan untuk menyelenggarakan sebuah operasi militer ialah komando gabungan. Dari itu iya menyebut kekompakan ketiga matra sangat dibutuhkan.

“Tentu butuh perencanaan matang selama 4 tahun ke depan. Jangan sampai perpindahan mengurangi kualitas ibu kota baru dan perangkatnya. Karena berdampak pada daerah. Karena dengan ibu kota baru, berarti kita kembali membangun dari nol,” pungkasnya. (rdh/lil/riz)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:39

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif

Meski upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…

Senin, 21 Oktober 2019 11:01

Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat

JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai…

Senin, 21 Oktober 2019 10:41

CATAT JANJI JOKOWI, Akan Revisi Puluhan Undang-Undang Yang Hambat Investasi

JAKARTA– Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan…

Senin, 21 Oktober 2019 10:10

Akhir Tahun Konstruksi Menggeliat

SAMARINDA – Memasuki akhir 2019, kinerja lapangan usaha konstruksi diperkirakan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:10

Bincang dengan BPJS Kesehatan Wilayah Kaltimtengseltara

Alih-alih meraih break even point, BPJS Kesehatan mengaku terus mengalami…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:09

KPK Mulai “Lumpuh”

JAKARTA – Berlakunya UU Nomor 19/2019 tentang KPK mulai melumpuhkan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:08

Susunan Kabinet Belum Klir

SEMENTARA itu, penyusunan kabinet diprediksi belum akan rampung dalam waktu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*