MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Rabu, 28 Agustus 2019 22:37
Rins Buktikan Bahwa Mesin Suzuki Tak Kalah dengan Honda dan Ducati
Pertarungan Marc Marquez (kanan) dan Alex Rins di GP Inggris yang berlangsung di Sirkuit Silverstone Minggu (25/8) berlangsung epik. Rins menang dengan keunggulan 0,013 detik. (Adrian Dennis/AFP)

PROKAL.CO, v class="content"> Kemenangan Alex Rins menghadapi ketangguhan Marc Marquez di GP Inggris memastikan satu hal. Mesin berkonfigurasi 4 silinder sejajar masih bisa diandalkan untuk menghadapi dominasi V4.

Dalam tiga tahun terakhir, pertarungan di kelas para raja lebih sering mempertemukan Ducati dan Honda yang sama-sama mengandalkan mesin V4.

Ketika Yamaha terus terpuruk dalam dua musim belakangan, sempat terlintas dalam pikiran tim pabrikan berlogo garpu tala itu untuk mengganti konfigurasi mesin menjadi V4. Mengikuti arus utama. Tetapi, setelah melewati serangkaian pembahasan dan perenungan, mereka yakin bahwa mengganti konfigurasi mesin bukanlah jawaban. Dan di Silverstone Minggu lalu (25/8) Suzuki GSX-RR turut mengonfirmasi hal itu.

Duel GSX-RR dan RC213V merupakan pertarungan dua jenis motor yang sangat berbeda. RCV dirancang untuk memenuhi tuntutan sirkuit-sirkuit modern. Disebut modern karena sirkuit-sirkuit itu dibangun pada abad ke-21.

Trek yang tujuan utamanya dipakai untuk balapan Formula 1, di mana mobil-mobil tersebut memiliki teknologi DRS (drag reduction system). Ciri utama trek-trek itu, banyak lintasan lurus panjang yang memungkinkan DRS diaktifkan.

Sedangkan GSX-RR lebih old-school. Memiliki DNA yang sama dengan Yamaha-M1, GSX punya keunggulan di trek-trek klasik yang berkarakter teknikal. Sangat lincah untuk melibas tikungan cepat dan mengalir, tetapi tak memiliki tenaga besar untuk bertarung di tikungan lurus panjang atau berakselerasi di tikungan lambat.

Karena itu pula, tidak mengherankan GSX bisa menari-nari gesit di sirkuit klasik semacam Silverstone. Dan hanya di Silverstone-lah GSX-RR sudah menang dua kali. Yang pertama terjadi pada 2016, saat masih ditunggangi Maverick Vinales.

”(Motor GSX, Red) aku lebih kuat daripada dia (Marquez, Red) di semua tikungan cepat dan chicane (tikungan S, Red). Tapi, di sektor terakhir, dia jauh lebih cepat daripada aku, terutama saat berakselerasi keluar dari tiga tikungan lambat sebelum tikungan terakhir,” jelas Rins seperti dilansir Crash.

Untung, papar Rins, di lap penutup itu dirinya berhasil memanfaatkan kesalahan Marquez dan merangsek ke depan beberapa meter sebelum tikungan terakhir. ”Kalau tidak, dia bakal melarikan diri dengan mudah,” tandasnya.

Marquez sadar betul bahwa Silverstone bukan tempat yang pas bagi RCV untuk bertarung habis-habisan melawan Yamaha atau Suzuki. Karena itu, dia langsung tancap gas sejak lap awal dan berharap bisa segera melarikan diri untuk menciptakan jarak aman.

Meskipun, dia tahu bahwa strategi tersebut akan menghancurkan bannya lebih cepat. Dengan perhitungan itu pula, plus permukaan aspal Silverstone yang baru, Marquez memilih kombinasi ban hard-hard. Apalagi, siang itu suhu udara lintasan mencapai 44 derajat Celsius.

Marquez berpikir sejak awal bahwa lebih baik habis-habisan di awal dan finis kedua daripada berupaya menghemat ban pada paro pertama lomba tapi berakhir di posisi ke-5 atau ke-6. Karena determinasi Marquez itu pula, ditambah dengan karakter trek yang memang tidak pas dengan RCV, berkali-kali motor sang juara bertahan oleng dan bergetar hebat ketika digeber di tikungan cepat.

Sebenarnya Marquez juga tahu bahwa rival terdekatnya dalam perebutan gelar juara dunia 2019 Andrea Dovizioso sudah out pada lap pertama. Bisa saja dia tak mengambil risiko terlalu besar dan bermain aman dengan mengendurkan tarikan gasnya.

Tetapi, Marquez tetaplah Marquez. Yang dia tahu adalah cara membuka gas sampai pol. Bukan melepaskannya di tengah balapan. Dan terjadilah duel sengit di lap terakhir tersebut.

Marquez mengatakan, kekalahan oleh Rins di tikungan penghabisan itu memang menyakitkan. Namun, levelnya tak sampai mengalahkan rasa sakitnya ketika dipecundangi Dovizioso di Austria. ”(Silverstone tidak lebih menyakitkan, Red) karena aku mendapatkan 20 poin penuh,” ucap Marquez.

Selain itu, dia mengakui bahwa Silverstone memang bukan trek yang cocok untuk RCV. Berbeda dengan Red Bull Ring, Austria.

Yang tetap dipegang teguh Marquez, tujuan besarnya saat ini adalah mempertahankan gelar juaranya. Bukan memenangi banyak balapan. ”Aku tidak terlalu peduli pada kemenangan. Aku lebih peduli pada perolehan poinku,” tegas dia. ((irr/c11/cak/jpc)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 14:12

Bukti Raksasa Alergi Tim Promosi

PALMA - La Liga musim ini baru berjalan sembilan jornada.…

Senin, 21 Oktober 2019 14:10

Bencic Sedang di Puncak

MOSKOW -Pekan ini WTA Tour menjadi kisah manis bagi Belinda…

Senin, 21 Oktober 2019 14:08
Sheffield United vs Arsenal

Spirit Jagielka atau Magis Laca

SHEFFIELD– Arsenal dua musim terakhir punya kebiasaan tersandung di kandang…

Senin, 21 Oktober 2019 13:00

Bukan Laga Formalitas

Tidak ada yang lebih prestisius selain mempertaruhkan gengsi. SORE INI…

Senin, 21 Oktober 2019 12:57

Buka Opsi Rotasi

MENJAMU Persiba Balikpapan sore ini, pelatih Mitra Kukar Rafael Berges…

Senin, 21 Oktober 2019 12:56

Fokus Hadapi Derbi

MELAKONI partaibertajuk derbi seperti antara Mitra Kukar melawan Persiba Balikpapan…

Senin, 21 Oktober 2019 12:55

Obat Kekecewaan

Meski memastikan musim depan tetap berkompetisi di Liga 2, Persiba…

Senin, 21 Oktober 2019 12:53

Borneo FC Intip Zona Asia

  Kemenangan Borneo FC pekan lalu menjamu Bali United berarti…

Senin, 21 Oktober 2019 12:52

Maksimalkan Persiapan

Tidak gampang mendapat jatah bermain di bawah asuhan Mario Gomez.…

Senin, 21 Oktober 2019 12:52

Garansi Tampil Inti

Performa Gianluca Pandeynuwu di dua laga terakhir Borneo FC berimbas…

BLK Samarinda Gelar KKIN ke VII 2019 Tingkat Nasional

Bukti Raksasa Alergi Tim Promosi

Bencic Sedang di Puncak

Spirit Jagielka atau Magis Laca

Tinjau Ulang Penghitungan Upah Minimum

Panggilan Suara WA Kena Pajak, Warga Lebanon Demo

Tawarkan Tranquility Rp 2,8 Triliun

Johnson Optimistis Ratifikasi Tepat Waktu, UE Pantau Sikap Parlemen Inggris

Investasi Terhambat, Konsumsi Tersendat

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*