MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Rabu, 28 Agustus 2019 10:10
Mahasiswa KKN Universitas Ngudi Waluyo Desa Siwal, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.
Sosialisasikan Gerakan 18-21 Kumpul Keluarga Tanpa Bermain HP dan Nonton TV
Mahasiswa KKN Universitas Ngudi Waluyo Desa Siwal, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang.

PROKAL.CO, Selasa (27/8) Sosialisasi gerakan 1821 yang dilakukan mahasiswa KKN pukul 09.00-selesai di desa Siwal Kecamatan Kaliwungu Kabupaten semarang . Masyarakat dihimbau untuk melakukan kegiatan mematikan televisi dan gadget guna memberikan pendampingan belajar kepada anak masing-masing pada pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.

Pada saat itu umumnya semua anggota keluarga kumpul di rumah. Banyak orang tua mengaku sudah menyediakan waktu untuk anak setiap hari, tapi sesungguhnya bukan bersama anak tapi hanya di dekat anak. “orang tua terkadang sibuk membawa pekerjaan ke rumah sehingga kualitas hubungan dengan anak berkurang”ujar, Rahmadiah salah satu anggota KKN yang melaksanakan kegiatan tersebut.

“Hanya dengan 3 Jam dan 3B: Bermain, Belajar dan Berbicara tidak semuanya harus dilakukan pada saat yang sama, bisa dijadwal dan dibuat sesantai mungkin, bisa dikombinasikan, dan pilih aktivitas yang nyaman dilakukan bersama” Ujar Rahma.

“Gerakan 1821 itu sangat penting diketahui oleh seluruh orang tua yang memiliki anak usia sekolah, dimana maraknya gadget sangat meresahkan kita, anak-anak seolah-olah tidak bisa tanpa gadget, Terutama adalah anak usia prasekolah, selain itu penggunaan gadget harus dengan pendampingan dari orangtua karena jangan sampai mereka membuka konten dewasa” Ucap Ida Sofiyanti, S.Si.T., M. Keb Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Universitas Ngudi Waluyo.

“Hanya 3 jam saja yaitu mulai jam 18 sampai 21 bisa meningkatkan kualitas hubungan antara anak dan orangtua,” tambahnya. “Selama 3 jam ini bisa dimanfaatkan untuk mengaji, beribadah bersama, membaca, belajar,saling bercerita pengalaman selama satu hari yg sudah terlewati, kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan bisa dijadwalkan sebelumnya,” ujarnya.

Sebenarnya gerakan 18-21 merupakan program pemerintah beberapa tahun lalu namun kurang tersosialisasikan. "Memang ini bukan suatu gerakan nasional ya, beda dengan Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (Gernas Baku),” terang Ida Sofiyanti.

Jika para orangtua paham pentingnya gerakan ini, harapannya anak-anak akan terhindar dari perilaku-perilaku menyimpang. ”Karena mereka mendapatkan 8 fungsi keluarga yang meliputi fungsi cinta kasih, perlindungan, sosialisasi & pendidikan, 3 fungsi keluarga itu bisa didapatkan dengan adanya gerakan 1821,” jelasnya.

“Saya sangat mendukung dan insya Allah akan membagikan ilmu, pada ibu-ibu yang belum tau saat pertemuan RT, kalau kita harus memperhatikan anak diwaktu jam 18-21 , untuk menemani anak belajar ,walaupun kita tidak bisa mengajari ,tapi anak di temani belajar ,anak akan merasa di perhatikan dan anak menjadi semangat untuk belajar, jadi kami sangat berterima kasih telah fasih tambah ilmu yg berguna bagi keluarga kami” ungkap salah satu warga yang ikut hadir di acara tersebut.

“Memang sulit dilaksanakan tapi insyaaallah pelan-pelan bisa diterapkan dan diusahakan yang paling utama itu televisinya dulu dimatikan. Kalau handphone kan bisa aja belajar lewat HP,” ujar Kepala desa Siwal yang juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Kendala lainnya yang sering dihadapi ialah “tidak semua sekolah mensosialisasikan gerakan ini. “Sering broadcast postingan gerakan ini di media sosial tapi kemungkinan hanya dianggap angin lalu saja”ujarnya. Harapannya pihak terkait bisa ikut mengkampanyekan gerakan ini. “Pihak sekolah dan dinas terkait, karena apabila dari sekolah mensosialisasikan gerakan 18-21 ini, kemungkinan orangtua lebih memperhatikan dan akan melaksanakan gerakan 18-21, dibandingkan hanya membaca bc dari medsos,” tutup nya.

Kegiatan ini diharapkan anak-anak menjadi lebih dekat dengan orang tua, mengurangi ketergantungan gadget, dan menekankan pentingnya keluarga ke anak, dimana kita tahu keluarga itu memiliki 8 fungsi. (*/ain).


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2012 13:30

Sulam Tumpar Kukar Tembus Pasar Nasional

<div> <strong>TENGGARONG </strong>- Kutai Kartanegara (Kukar) mewakili Kaltim di ajang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*