MANAGED BY:
RABU
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 26 Agustus 2019 12:07
KNKT Mulai Investigasi Terbakarnya KM Santika Nusantara

Diyakini Ada yang Belum Terevakuasi

PROKAL.CO, AHMAD KHUSAINI/JAWA POS

BISA BERNAPAS LEGA: Lima korban selamat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemarin. Mereka diantar KN SAR Laksmana dari Masalembu.

 

SURABAYA– Sigit dan Samuji berpegangan pada pipa di bagian bawah KM Santika Nusantara. Kapal itu baru saja terbakar pada Kamis malam (22/8) dan keduanya harus bergegas menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung.

Namun, karena tak bisa berenang, mereka tak mau ambil risiko. Memilih terus berpegangan ke pipa. Seraya berharap ada kapal lain melintas di dekat lokasi kejadian di Perairan Masalembu, Sumenep, Jawa Timur, untuk dimintai tolong.

Harapan itu baru terjawab pada Sabtu pagi (24/8). Sebuah kapal nelayan lewat dan menolong keduanya. Sigit dan Samuji lantas dibawa ke Brondong, Lamongan, sebelum akhirnya diantarkan ke posko terpadu di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemarin (25/8). ”Saya tidak mau melepas pegangan. Pokokoe mati urip wong loro (Pokoknya mati hidup orang dua),” tutur Sigit tentang dua malam yang dilewatinya sembari terapung bersama Samuji itu.

Ditambah Sigit dan Samuji, jumlah korban yang telah dievakuasi mencapai 311 orang. Termasuk tiga korban meninggal dunia dan lima korban selamat yang dibawa dari Pulau Masalembu menggunakan KN SAR Laksmana kemarin. Jumlah tersebut jauh di atas yang tercatat di manifes, yakni 277 orang. Diduga banyak penumpang gelap yang tak tercatat. 

Bagian operasional PT Jembatan Nusantara Cabang Surabaya Joko Muis enggan menunjukkan data manifes penumpang kapal yang terbakar. Dia beralasan, seluruh pusat informasi soal jumlah data kapal yang terbakar ada di satu pintu. ”Yang resminya sama Basarnas,” katanya.

Dirut Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Hubla Ahmad menuturkan, jika penyelewengan pelayaran ditemukan, akan ada suatu pemeriksaan khusus kepada operator pelayaran. ”Jika ada penyimpangan, operator juga ada tahap peringatan, sanksi, bahkan pencabutan izin. Itu sudah ada SOP (standard operating procedure, Red),” katanya.

Kepala Basarnas Marsdya Bagus Puruhito menjelaskan, tidak tertutup kemungkinan masih ada korban yang belum terevakuasi. ”Karena ada ketidakcocokan jumlah manifes yang menjadi acuan kami tadi,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya terus mendekat ke bangkai kapal. Bahkan tim SAR juga berencana memperluas wilayah pencarian.

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi lagi dengan perusahaan pelayaran tentang jumlah penumpang di dalam kapal saat berangkat dari Tanjung Perak pada Kamis lalu. ”Kalau sudah ditemukan semua ya sudah, karena itu acuan kami. Kecuali masih banyak lagi penumpang gelap,” katanya.

Tim SAR Basarnas terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kapal yang terbakar. Selain dengan kapal, mereka melakukan pencarian melalui udara. Sampai kemarin sore, masih ada orang-orang yang mencari kejelasan nasib keluarga mereka yang jadi penumpang KM Santika Nusantara. Salah satunya Arwas yang bersama dua kerabatnya dari Sumenep melaporkan kehilangan Naodah, saudara mereka.

Arwas sudah dua kali mengecek ke daftar penumpang yang telah dievakuasi yang dipasang di papan informasi di Gapura Surya. Namun, hingga kemarin sore, nama Naodah tidak ada. Selain itu, usaha untuk mencari Naodah di Kalianget sudah mereka lakukan. ”Semoga (Naodah) baik-baik saja,” harapnya.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab terbakarnya KM Santika Nusantara yang berlayar dari Surabaya dengan tujuan Balikpapan itu. Sejumlah data dikumpulkan, termasuk menggali keterangan para penumpang. ”Kami cari bukti awal untuk mengungkap penyebab kebakaran KM Santika Nusantara ini lebih dulu,” ujar investigator KNKT Nico Maris. (yon/lyn/han/c10/ttg/rom/k16)

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Oktober 2019 13:42

Ternyata Setelah Politik, Inilah Hoax yang Paling Banyak

JAKARTA– Isu kesehatan kerap jadi “gorengan” penyebaran hoax. Entah soal…

Selasa, 22 Oktober 2019 13:38

Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, PDIP Bilang Tak Ganggu Koalisi

JAKARTA - Partai Gerindra akhirnya masuk ke koalisi pemerintah. Sebagai…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:29

DRAMA..!! Sudah Pakai Baju Putih, Bupati Minahasa Selatan Mendadak Terpental

JAKARTA – Drama terjadi dalam penyusunan kabinet kerja jilid II.…

Selasa, 22 Oktober 2019 12:22

UU KPK Berlaku, Penyidik Pilih Hati-Hati

JAKARTA – Sesuai prediksi, aktivitas penindakan di Komisi Pemberantasan Korupsi…

Senin, 21 Oktober 2019 13:39

Tahun Depan UMP Naik, Hotel Belum Berani Naikkan Tarif

Meski upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

Ada OTT KPK, Berharap Akses ke APT Pranoto Tak Terdampak

RENCANA kegiatan peningkatan jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)…

Senin, 21 Oktober 2019 13:18

OTT KPK, Bukti Abai terhadap Kualitas

BALIKPAPAN-Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah…

Senin, 21 Oktober 2019 13:17

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dilantik sebagai presiden dan wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*