MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 26 Agustus 2019 12:03
Jamaah Haji Asal Balikpapan Tiba 30 Agustus

PROKAL.CO, BALIKPAPAN–Rangkaian ibadah haji di Tanah Suci telah selesai, jamaah Kloter 1 Embarkasi Balikpapan pun bersiap pulang. Mereka akan tiba di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Jumat (30/8).

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan Sofyan Noor mengatakan, kloter 1 itu berisikan 454 jamaah yang semuanya dari Balikpapan. Setelah itu, Minggu (15/9), giliran kloter 15 yang tiba. Kloter 15 itu merupakan gabungan jamaah dari Kaltara dan beberapa daerah di Kaltim yaitu Balikpapan, Bontang, Kutim, Paser, dan Penajam Paser Utara (PPU).

Sofyan menuturkan, pihaknya beserta panitia di Arab Saudi terus memproses pemulangan jamaah haji kloter 1. Termasuk penghitungan koper, karena jamaah berangkat dari Jeddah pukul 20.20 waktu setempat dan diperkirakan tiba di Balikpapan pukul 11.40 Wita.

Berkaca dari kejadian dikembalikannya 150 koper jamaah asal Surabaya, Sofyan meminta jamaah agar tidak berupaya menyembunyikan air zamzam di koper. Pihaknya juga telah menyosialisasikan masalah tersebut kepada jamaah. “Serapi apapun disembunyikan, biar ditutupi sejadah atau pembungkus lain, tetap akan terlihat dengan pendeteksi x-ray,” ujarnya.

Selain itu, Sofyan berpesan para keluarga yang menyambut jamaah tidak terlalu banyak atau membawa sanak-keluarga hingga tetangga secara berlebihan. “Keluarga silakan menunggu di rumah. Sebaiknya hanya 2–3 orang. Karena dengan banyaknya penjemput, otomatis area embarkasi akan padat dan menyebabkan kemacetan,” pinta dia. 

Selama masa pemberangkatan, ucap dia, secara keseluruhan pelaksanaan layanan dari semua bidang PPIH sudah berjalan baik dan tanpa kendala berarti. Dia menuturkan, pelayanan dari Angkasa Pura secara umum sudah baik. Keterlambatan hanya terjadi pada Kloter 11 karena alasan teknis dari pesawat.

Sementara itu, maskapai Garuda Indonesia melaporkan bahwa terkait waktu dan teknis pemberangkatan sudah mencapai 96 persen, atau nyaris sempurna. Proses boarding dilakukan kurang dari satu jam, jauh lebih cepat dibanding tahun sebelumnya yang memakan waktu hampir 2 jam.

Dari bidang layanan lain pun menyampaikan laporan yang hampir sama, yakni berjalan baik dan lancar. “Perbaikan terus dilakukan agar ke depan pelayanan ibadah haji di Embarkasi Balikpapan semakin baik. Nantinya juga ada penambahan asrama baru di Balikpapan bagi jamaah,” papar Sofyan.

PERTAHANKAN SISTEM ZONASI

Sistem penempatan jamaah haji di Makkah berbasis zonasi akan dipertahankan dalam haji tahun 2020. Kementerian Agama (Kemenag) menilai program ini berjalan dengan baik. Meski begitu ada sejumlah aspek penerapan zonasi yang perlu diperkuat.

Kepastian sistem zonasi bakal dilanjutkan itu disampaikan Sekjen Kemenag M Nur Kholis. Kemarin (25/8), dia mengunjungi sejumlah sektor pemondokan jamaah haji Indonesia di Makkah. “Jamaah menjadi jauh lebih nyaman. Karena digabungkan dengan jamaah lain dari daerah asal,” katanya.

Di antaranya, wilayah Mahbasjin, Makkah, dihuni oleh jamaah dari Embarkasi Surabaya (SUB). Menurut Kholis sistem zonasi ini juga bisa mempermudah petugas haji menangani jamaah yang tersasar atau terpisah dari rombongannya. Petugas lebih mudah mendeteksi lokasi hotel berdasarkan daerah asal jamaah haji.

Selain itu sistem zonasi ini mempermudah penerapan katering dengan cita rasa daerah setempat. Jamaah dari Embarkasi Surabaya, contohnya, mendapatkan menu katering rawon dan ayam geprek pada hari-hari tertentu. Kemudian, jamaah dari Sulawesi mendapatkan olahan ayam goreng bumbu rica-rica. Sementara jamaah dari Embarkasi Solo (SOC) mendapatkan menu olahan tempe bacem.

Kholis menuturkan karena masih tahun pertama, tentu implementasi zonasi belum sempurna. Apalagi penempatan jamaah dan kapasitas hotel masih berbasis sektor. Dalam satu sektor ada sejumlah hotel. Dia berharap, tahun depan implementasi zonasi sudah berbasis data kapasitas di setiap hotel.

Dengan data berbasis kapasitas setiap hotel, bisa mencegah ada rombongan yang terpisah. “(Satu rombongan) Ada yang lantai satu dan ada yang lantai 10,” katanya. Kejadian seperti ini bisa merepotkan petugas. Misalnya saat mengantar katering. Petugas harus ke lantai satu dan sepuluh untuk mengantar katering. Belum lagi jika saat bersamaan lift sedang dipadati jamaah.

Selain itu, Kholis memberikan perhatian pada konsultan ibadah. Dia menjelaskan, komposisi jamaah haji perempuan mendominasi. Jadi, perlu diperbanyak konsultan ibadah perempuan. Sehingga jamaah haji perempuan lebih nyaman untuk berkonsultasi. “Mohon maaf, contohnya mungkin soal haid,” jelasnya.

Konsultan ibadah laki-laki bisa jadi mampu menjawab konsultasi soal haid terkait ibadah di Masjidilharam. Namun, jamaahnya bisa jadi sungkan untuk berkonsultasi soal haid ke konsultan ibadah laki-laki. Untuk itu, tahun depan akan dipertimbangkan menambah jumlah konsultan ibadah perempuan.

Akan tetapi, Kholis menjelaskan, rencana tersebut tentu harus menyesuaikan alokasi dana di APBN. Sebagaimana diketahui, anggaran petugas tidak lagi diambil dari dana setoran awal biaya haji. Anggaran petugas haji murni dari APBN. Untuk itu, dia juga berharap pelaporan anggaran petugas haji 2019 bisa cepat selesai. Sehingga bisa membahas alokasi anggaran petugas haji 2020. 

“Pembahasan anggaran supaya bisa lebih awal. Supaya tidak mengganggu pelayanan haji,” jelasnya. Kholis menuturkan, setiap tahun ibadah haji selalu maju, karena pakai kalender Hijriah. Sementara itu, penganggaran APBN patokannya kalender Masehi. Total tahun ini alokasi anggaran penyelenggaraan haji mencapai Rp 353 miliar.

Sementara itu, sejumlah hotel yang sebelumnya dihuni jamaah Indonesia, kini mulai sepi. Selayaknya bangunan kosong. Sebab, jamaahnya ada yang sudah kembali ke Tanah Air atau ke Madinah. Total ada 271 hotel di Makkah dan Madinah yang disewa untuk jamaah Indonesia. 

Kepala Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid mengatakan, dalam sehari bisa 30 kloter jamaah Indonesia yang meninggalkan Makkah. “Ada yang ke Jeddah untuk pulang ke Tanah Air. Ada juga yang ke Madinah,” tuturnya. (lil/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 14:41

Polisi Berjaga di Ruko Penjual Parfum di Jalan Cendana, Ada Apa?

SAMARINDA - Sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di salah satu…

Selasa, 19 November 2019 11:04
Mengunyah Draniki di Antara Sastra dan Seni

Minsk Itu Terbuat dari Bulba, Dingin, dan Kenangan

Di Minsk, legasi masa lalu dirawat dalam bentuk fisik dan…

Selasa, 19 November 2019 10:53

Warga Malaysia Dilarang Jual Tiket ke Suporter Indonesia

FEDERASI Sepak Bola Malaysia (FAM) tak ingin suporter tamu mendominasi…

Selasa, 19 November 2019 10:37
Malaysia vs Indonesia

Bismillah..!! Revans, Demi Harga Diri

KUALA LUMPUR – ’’Revans, Bismillah,’’ ujar Karteker Pelatih Timnas Indonesia…

Senin, 18 November 2019 12:48

Desember, Tol Bakal Beroperasi Sebagian

Warga Kaltim tampaknya harus bersabar. Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) yang…

Senin, 18 November 2019 12:47
Terkait Pencurian dan Penyulingan Minyak Mentah Ilegal

AYO..!! Mabes Polri hingga KPK Diminta Turun Tangan

BALIKPAPAN-Pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa milik Pertamina Sangasanga,…

Senin, 18 November 2019 12:19
Jelajah Sabakkatang, Pulau di Mamuju yang Lebih Dekat ke Kaltim (2-Habis)

Sebulan sebelum Melahirkan, Mesti Sudah di Balikpapan

Ikan di laut Kepulauan Balabalakang masih sangat potensi. Banyak yang…

Senin, 18 November 2019 12:13

BERUBAH LAGI KAN....Mendikbud Susun Rancangan Perubahan Kurikulum

JAKARTA – Kurikulum pendidikan bisa jadi bakal berubah. Menteri Pendidikan…

Senin, 18 November 2019 12:09

Wisata ”Plus” di Puncak, Langganan Pria Timur Tengah

Prostitusi spesialis pelancong asal Timur Tengah (Timteng) di kawasan Puncak…

Senin, 18 November 2019 11:41

Jadi Calo Vila dan PSK gara-gara Lapak Digusur

SOLUSI kasus perdagangan orang spesialis wisatawan Timur Tengah (Timteng) tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*