MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Senin, 26 Agustus 2019 12:01
Menikmati Operasi Batu Ginjal

Dokter bius meminta saya memeluk bantal sambil membungkukkan tubuh. Dia memperkenalkan diri sebagai dokter anastesi, sembari tangannya menekan bagian sekitar tulang belakang saya sedikit di atas pinggang. “Maaf, agak sakit ya Pak,” katanya. Saya mengangguk. 

Saya nikmati tusukan jarum injeksi di punggung saya. Saya berusaha tidak ingin merasakan sakit apapun. Saya mau semua berjalan normal, apa adanya. Tidak sampai satu detik setelah jarum suntik memancarkan cairan bius, kaki terasa kesemutan. Dari pinggang, pangkal paha, sampai kaki memberat. Saya terbius. Ada tiga perawat membantu saya berbaring di meja operasi dan menyangga kepala dengan bantal.

Dokter anastesi masih bekerja memastikan, apakah proses bius berjalan normal. Dia memindahkan benda semacam logam dari bagian dada ke perut di kiri dan kanan tubuh saya, saya diminta membedakan rasa dingin. Di masing-masing bagian yang disentuh logam memang beda rasanya. Agak ke atas lebih dingin dibanding ke arah bawah, yang terbius. “Siap dok,” kata dokter anastesi kepada dokter urologi. Itulah isyarat, bahwa operasi siap dilakukan. 

Di depan saya dipasang kain hijau pembatas agar saya tidak bisa menyaksikan, bagaimana dokter memasukkan kateter dari ujung kemaluan saya menembus kantung kemih, juga laser yang menembus ujung satu kateter.

Sementara di ujung satunya terhubung dengan kantung penampung darah dan air kemih melalui pipa kecil. Lengan kiri dibalut alat pengukur tensi, yang kadang mengepres lengan saya. “Bapak bisa saksikan operasi di layar ya,” kata dr Eddy mempersilakan saya menyaksikan jalannya operasi.

Seketika, layar datar televisi di kiri meja operasi mengantar gambar. Saya palingkan pandangan saya ke sana. Laser entah yang digunakan jenis lateks, silikon atau titanium menelusuri lorong kantung kemih yang mirip balon berwarna pink hingga kemerahan. “Ini batunya, kita hancurkan ya,” ucap dr Eddy. “Siap dok,” jawab saya dengan rileks  sembari pandangan saya tidak berpaling dari layar televisi. 

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers