MANAGED BY:
RABU
12 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Senin, 26 Agustus 2019 12:01
Menikmati Operasi Batu Ginjal

Tempat tidur yang baru didorong perawat, istri saya ikut mendorong. Sebelum tempat tidur meninggalkan ruang inap, istri saya mencium kening saya, tangannya mengusap lembut wajah saya. Pandangannya tidak  pernah lepas dari saya. Di atas tempat tidur, saya menikmati perjalanan melewati kamar-kamar rawat inap lantai dua RSPB, santai saja. Sesekali saya istigfar dan berdoa, saya mohon kepada Allah agar operasi berjalan normal.

Lalu, tempat tidur berbelok ke kiri, memasuki ruang operasi. Di sini, istri saya berhenti, karena hanya saya dan perawat ruang inap yang boleh masuk. Saya tidak tahu, perasaan apa yang bergelayut di hati istri saya saat menyaksikan kereta yang membawa saya masuk ke ruang operasi.

Mungkin panik, iba, waswas, dan galau. Tapi saya yakin, dia pasti berdoa untuk keselamatan suami yang memberi tiga anak padanya. Saya diperkenalkan kepada perawat. “Ini ruang operasi Pak, tapi Bapak santai saja ya,” ujar perawat ruang inap lantas tertawa.

Perawat yang bertugas di ruang operasi juga tertawa lepas membalas canda, sembari menutup pintu dan mendorong masuk tempat tidur saya ke ruang operasi. Tapi, saya tak langsung masuk ke salah satu dari enam ruang operasi. Saya harus menunggu dulu, seperti juga pasien anak-anak yang bakal menjalani operasi. Perawat dan dokter sibuk, keluar-masuk ruang operasi. Kadang mereka bercanda.

Setelah pasien anak-anak, giliran saya didorong masuk ke ruang operasi nomor dua. Pukul 14.16 Wita saya sudah bergeser dari tempat tidur ke meja operasi. Rileks, tidak ada rasa takut, gentar, waswas, saya nikmati perjalanan operasi ini dengan istigfar dan doa terbaik kepada Allah. Saya berserah dan berlepas diri atas kehendak-Nya. 

Di kiri meja operasi, meja lain dipenuhi peralatan operasi, juga ada layar televisi. Saya tidak mengenal stent (alat penghancur batu) serta perangkat lasernya. Di meja terdapat lampu operasi, serta sejumlah peralatan lainnya ditata rapi, simpel, dan teratur. Perawat meminta saja duduk. Spontan saya duduk. “Jangan tergesa-gesa Pak,” kata seorang dari lima perawat mengingatkan.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers