MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 26 Agustus 2019 00:37
Saran Minta Bantuan China Selamatkan BPJS Kesehatan Dikritik Keras, Ini Penjelasan Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan

PROKAL.CO, Saran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mendadak menuai polemik. Dikutip dari pojoksatu.id, Luhut menyarankan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggandeng sebuah perusahaan asuransi asal China, Ping An untuk mengatasi defisit.

Terkait polemik yang sudah ditimbulkannya, Luhut pun angkat bicara dan menyampaikan penjelasannya. Luhut menceritakan, ketertarikannya dengan perusahaan asuransi negeri Tirai Bambu itu usai bertemu salah satu pemimpin Ping An Insurance bulan lalu.

Demikian disampaikan Luhut melalui keterangan tertulisnya, Minggu (25/8/2019). “Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan telah sukses membantu efiensi bisnis mereka,” katanya.

Ia mengungkap, bahwa Ping An menjadi pelopor layanan kesehatan berbasis teknologi di negara tersebut. “Perusahaan publik ini memelopori penggunaan sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di China,” lanjutnya.

Dari keterangan yang ia dapat, layanan Ping An telah dimanfaatkan lebih dari 403 juta orang. Ia pun menegaskan bahwa perbantuan asuransi asing terhadap BPJS baru sebatas saran dan belum ada kesepakatan kerja sama antara keduanya.

“Mereka juga memberikan saran yang bisa dilakukan oleh BPJS untuk mengatasi defisitnya yang diperkirakan mencapai Rp28,4 triliun,” ujar anak buah Presiden Joko Widodo itu. Di sisi lain, ia sadar bahwa permasalahan devisit BPJS yang memiliki jumlah peserta sebanyak 222 juta orang ini bukanlah kewenangannya sebagai Menko Kemaritiman.

Namun sebagai waga negara, ia berharap masalah BPJS bisa segera diselesaikan meski harus melibatkan pihak asing. Untuk diketahui, Ping An merupakan sebuah grup yang mengelola jasa keuangan pada tiga divisi, yaitu asuransi, investasi, dan perbankan.

Dengan tiga divisi yang dikelolanya itu, aset Ping An kini sudah mencapai 1,3 triliun dolar AS. Ping An Insurance bahkan merupakan perusahaan asuransi terbesar di Cina dengan kapitalisasi pasar sebesar 230 miliar dolar AS.

Sebelumya, saran tersebut mendapat kritik pedas mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu. Dia mempertanyakan sikap pemerintah yang selalu menjadikan China sebagai solusi semua masalah.

Sebab, mulai dari kereta api cepat, listrik, garuda, BPJS, hingga tenaga kerja, semua meminta bantuan dari China untuk mengatasinya. “Bagi Pak Menko Maritim, sepertinya setiap masalah yang dihadapi bangsa solusinya hanya satu, yaitu minta ‘bantuan’ dari China,” “Sudah nyerah sehingga semua minta ke China?” sindirnya dengan nada satir dalam akun Twitter pribadi, Sabtu (24/8).

Said menduga Luhut telah kecanduan dengan China. Sehingga negeri komunis di bawah pimpinan Xin Jinping itu menjadi satu-satunya obat dalam mengatasi semua sakit di negeri ini. “Apapun masalah yang dihadapi solusinya adalah serahkan ke China. Itulah resep tunggal Pak Menko,” sambungnya. (jpg/ruh/pojoksatu)


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 09:08

Tambang Ilegal Sudah Beraksi Tiga Minggu, Polisi Amankan Tujuh Orang

TENGGARONG- Jaringan terduga penambang ilegal yang diamankan anggota Polsek Loa…

Minggu, 23 Februari 2020 09:06

Begini Cara Kerja Penambang Ilegal, Kumpulkan 700 Metrik Ton, Angkut dengan Kontainer

SALAH satu terduga otak pelaku aktivitas penambangan ilegal berinisial MB…

Minggu, 23 Februari 2020 08:58

Lubang Maut Terus Merenggut Nyawa, Korban Tenggelam Ke-36 di Eks Kolam Tambang

Dari puluhan kasus korban tewas di lubang bekas tambang, baru…

Minggu, 23 Februari 2020 08:57

Gubernur Jadi Dewan Pengarah Badan Otorita IKN

BALIKPAPAN–Pengesahan regulasi pemindahan ibu kota negara (IKN) molor. Sebelumnya, pemerintah…

Minggu, 23 Februari 2020 08:56

Untuk IKN, Pergub Pengendalian Lahan Dinanti

SELAIN Peraturan Presiden (Perpres) Badan Otorita yang mengawal pemindahan ibu…

Minggu, 23 Februari 2020 08:55

Proyek Dikorupsi, Kualitas Jalan Mengecewakan

BONTANG–Lelang yang bermasalah sejak awal, turut memengaruhi kualitas proyek preservasi…

Sabtu, 22 Februari 2020 17:28

Lubang Tambang Makan Korban Lagi, Satu Pemancing Hilang

SAMARINDA - Lubang sisa galian tambang batubara di Samarinda kembali…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:45

YAELLAAA...!! Desember, Kunjungan Wisatawan di Kaltim Hanya 62 Orang

SAMARINDA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat kunjungan wisatawan…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:20

PGRI dan MPR Minta Mapel Moral Pancasila Dihidupkan Lagi

JAKARTA- Pendidikan Pancasila sudah lama hilang dalam sistem pendidikan nasional…

Jumat, 21 Februari 2020 14:55

Di RUU CLK, Pesangon Masih Jadi Perdebatan

JAKARTA– Pesangon dan upah minimum  (UP) masih jadi perdebatan dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers