MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 25 Agustus 2019 11:49
Kajian Kemendagri, Ibu Kota Baru Sebaiknya Daerah Administratif
KANDIDAT KUAT: Kelurahan Amborawang Laut, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara yang menghadap Selat Makassar. Dua wilayah tersebut jadi kandidat kuat lokasi ibu kota negara di Provinsi Kaltim. FUAD MUHAMMAD

PROKAL.CO, JAKARTA– Berdasar kajian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), ibu kota negara (IKN) yang baru kelak lebih aman jika berbentuk daerah administratif ketimbang daerah otonom. Pertimbangannya stabilitas.

”Dengan menjadi daerah administratif, akan menjadi lebih mudah bagi presiden dalam mengelola ibu kota. Komando pemerintah pusat juga mudah terlaksana,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik dalam diskusi Gundah Ibu Kota Dipindah di D’consulate Resto and Lounge, Jakarta. 

Pertimbangan itu, menurut Akmal, bertujuan mencegah dinamika politik yang begitu dinamis di pusat ibu kota. Misalnya dengan meniadakan pilkada di daerah tersebut. ”Kita ingin, ke depan, ibu kota yang betul-betul teduh, aman. Tanpa gejolak politik,” katanya.

Telaah yang dilakukan oleh Kemendagri tersebut terkait dengan susunan pemerintahan dan bentuk otonominya. Bagaimana model kelembagaan hingga batas wilayah ibu kota.

”Ini hanya telaah kami (Kemendagri, Red). Semua kembali bergantung keputusan presiden (Joko Widodo, Red),” katanya.

Termasuk, tentu keputusan soal lokasi persisnya IKN. Menurut Akmal, presiden sudah dua kali meninjau calon lokasi IKN sejak 2018. ”Lokasinya di mana, nanti presiden yang putuskan,” terang dia.

Sejarawan LIPI Asvi Warman Adam mengatakan, pemindahan ibu kota bukanlah wacana baru. Pernah dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada 1957. Kala itu presiden pertama Indonesia tersebut merasa cocok untuk menjadikan Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), sebagai ibu kota negara. Sebab, Palangka Raya berada di tengah-tengah wilayah Indonesia. Juga, luas wilayahnya sepertiga luas Indonesia. ”Saat itu ada kegentingan yang memaksa dan menjadi faktor penarik keinginan Bung Karno agar ibu kota berada di tengah-tengah,” tuturnya.

Namun, rencana tersebut terbengkalai setelah Indonesia mendapat tawaran untuk menjadi tuan rumah Asian Games. Karena itulah, dibangun Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dan tugu selamat datang di depan Hotel Indonesia.

Nah, jika nanti IKN anyar terbentuk, Indonesia mencatatkan sejarah baru. ”Ibu kota yang bukan warisan kolonial. Tapi, ibu kota yang kita ciptakan sendiri. Akan menjadi tinta emas dalam sejarah Indonesia,” katanya dalam diskusi yang sama. (mar/c11/ttg)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 13:20
Perkara OTT KPK di PN Balikpapan

Kayat Empat Kali Tagih Suap Vonis Bebas

SAMARINDA–Hiruk pikuk yang menggelayuti KPK akhir-akhir ini tak mengendurkan pemberantasan…

Kamis, 19 September 2019 11:46

Agar Para Korban Kabut Asap Tetap Bisa Hirup Udara Segar

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tergerak membantu para korban kabut…

Kamis, 19 September 2019 11:16

ALHAMDULILLAH...BMKG Bilang, 3 Hari Kedepan Ada Potensi Hujan di Kalimantan dan Sumatera

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi…

Kamis, 19 September 2019 11:12

Kunjungan Presiden Tidak Membuahkan Hasil

PANGKALANKERINCI  - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:09

Kontak Tembak di Ilaga, Warga Sipil Jadi Korban

JAYAPURA-Kontak tembak dilaporkan terjadi di Kampung Olenki Muara, Distrik Ilaga,…

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*