MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Sabtu, 24 Agustus 2019 22:42
Bandara Tetap Steril Demo, Aksi Memasuki Pekan Ke-12
Demo di Hongkong.

PROKAL.CO, HONGKONG – Pengadilan Tinggi Hongkong baru saja memperpanjang larangan berunjuk rasa di Bandara Internasional Hongkong kemarin (23/8). Perintah itu datang setelah manajemen mengadukan kekhawatiran mereka. Rumor yang beredar, salah satu pusat penerbangan Asia tersebut bakal menjadi sasaran demonstran hari ini (24/8).

Hakim Wilson Chan menjelaskan, keresahan yang dirasakan pengelola bandara sangat nyata. Meski gangguan operasional hilang beberapa hari terakhir, ancaman masih tersisa. Karena itu, dia melarang demonstrasi di fasilitas tersebut tanpa batas waktu yang jelas.

’’Bandara yang lancar merupakan hal penting bagi Hongkong. Baik secara ekonomi maupun keamanan terhadap penumpang,’’ tutur Chan sebagaimana dilansir South China Morning Post.

Pekan lalu lembaga pengadilan itu menerbitkan larangan berdemo di Bandara Internasional Hongkong. Perintah tersebut muncul setelah massa Hongkong berhasil melumpuhkan kegiatan operasional bandara dua hari berturut-turut. Insiden itu mengakibatkan 979 jadwal penerbangan terganggu.

Dalam perintah lawas, pengadilan memberikan kewenangan kepada otoritas bandara untuk menindak siapa pun yang dianggap mengganggu ketertiban. Batas waktu perintah tersebut hanya sampai seminggu. Hal itulah yang tampaknya dimanfaatkan Hongkongers. Di dunia maya, ajakan untuk kembali memenuhi bandara ramai lagi.

’’Datanglah dengan berbagai cara. Termasuk MTR, bus, taksi, dan mobil,’’ tulis salah seorang warga Hongkong di media sosial menurut Al Jazeera.

Belum ada yang tahu bakal lanjut atau tidaknya unjuk rasa pekan ke-12. Minggu lalu, demo akhir pekan di Hongkong cenderung berjalan damai. Tidak ada bentrokan antara polisi versus demonstran yang biasa terjadi larut malam.

Kemarin malam mereka meniru demo Baltic Way dan menciptakan rantai manusia dengan ribuan demonstran. Baltic Way merupakan unjuk rasa terhadap pemerintah Soviet tiga dekade lalu. Sebagai bentuk protes dan solidaritas, mereka membentuk rantai manusia.

’’Kami sudah coba demo tradisional, aksi militan. Sekarang saatnya kami bergandengan satu sama lain,’’ kata Wing, salah seorang demonstran yang ikut berbaris, kepada Agence France-Presse.

Namun, situasi bisa berubah kapan saja. Sebab, banyak kabar yang membuat kuping penduduk Hongkong panas. Salah satunya, penangkapan staf lokal Konsulat Jenderal Inggris di Hongkong. Simon Cheng ditahan saat ingin menyeberang pos imigrasi di perbatasan Shenzhen 8 Agustus lalu.

’’Kami maupun keluarga belum bisa berbicara langsung dengan Simon. Kami terus meminta akses untuk langsung bicara dengannya.’’ Begitu pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Inggris. Global Times merilis, Simon Cheng ditangkap karena menggunakan jasa prostitusi saat mengunjungi Shenzhen. Menurut keterangan kepolisian Distrik Luohu, pemuda 28 tahun itu melanggar pasal 66 Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik. Hukumannya adalah penahanan selama 10–15 hari dan denda hingga 5.000 yuan (Rp 10 juta).

Kementerian Luar Negeri Inggris dan media asing yang justru mempermalukan Cheng. Sebab, Cheng sebenarnya meminta kepada otoritas Tiongkok agar berita penangkapannya tidak disebarluaskan. Namun, semua klaim itu disangkal keluarganya.

’’Kasus jasa prostitusi ini hanya buatan. Semua orang seharusnya tahu ini hanya lelucon,’’ tulis netizen dalam kolom komentar di halaman Facebook yang dikelola keluarga Cheng.

Insiden tersebut membuat Konsulat Jenderal Kanada di Hongkong resah. Kantor perwakilan itu akhirnya mengimbau staf lokal mereka agar tidak melakukan perjalanan ke wilayah Tiongkok. ’’Staf lokal kami tak akan melakukan pekerjaan di luar Hongkong,’’ ujar jubir Konjen Kanada di Hongkong.

Kanada lebih dulu cekcok dengan Tiongkok karena penangkapan petinggi Huawei Meng Wanzhou di Vancouver tahun lalu. Sejak itu, dua warga Kanada ditahan. Karena itu, Kanada juga merasa menjadi incaran Tiongkok.

Menanggapi soal itu, Jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan Kanada. Di sisi lain, dia menuturkan bahwa pihak yang tidak punya niat jahat tidak perlu khawatir dengan aparat di Tiongkok. ’’Seperti ungkapan Konfusius, pria yang lebih kuat akan bersikap tenang, sedangkan pria yang lebih lemah akan terus rewel,’’ tuturnya. (bil/c14/dos)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 12:08

Aksi Global Tuntut Perlindungan Lingkungan

Banyak negara memberi perhatian lebih terhadap perubahan iklim. Perusahaan-perusahaan pun…

Jumat, 20 September 2019 11:00

PERIH MEMANG..!! Sakit Hati, Rumah sang Mantan Dibom

KASUS ledakan misterius di wilayah Washington Township, Pennsylvania, AS, Maret…

Jumat, 20 September 2019 10:15

Jika Bukan Pria atau Perempuan, Pakai They

WASHINGTON– They kini punya arti baru. Bukan hanya sebagai kata…

Jumat, 20 September 2019 09:35

Minta Senat Dukung Ilmuwan

WASHINGTON – ”Saya tahu Anda sudah mencoba, tapi tak cukup…

Jumat, 20 September 2019 09:33

Iran Ogah Diam Diri, AS Siapkan Bukti

TEHERAN– Iran, tampaknya, lebih berani tegas daripada pemerintah AS atau…

Kamis, 19 September 2019 12:55

Pemilu Israel, Kubu Petahana Kalah Satu Kursi

Partai Likud dan Kahol Lavan bisa dipaksa membentuk pemerintahan bersama.…

Kamis, 19 September 2019 12:53

Hindari Tragedi, Selandia Baru Batasi Senjata

WELLINGTON–Pemerintah Selandia Baru memenuhi janjinya. Akhir pekan lalu, mereka mengusulkan…

Kamis, 19 September 2019 12:52

Putin Sedot Perhatian pada Pertemuan dengan Iran dan Turki

Pertemuan trilateral di Ankara, Turki, seperti menjadi panggung Vladimir Putin.…

Rabu, 18 September 2019 13:18

Kereta Tergelincir, Pemerintah Enggan Berspekulasi

Kereta penumpang tergelincir di Hong Kong, Selasa (17/9). Pada jam…

Selasa, 17 September 2019 17:12

Tatkala Tangan Menelusup

Para pegulat pehliva ini selalu sukses menarik perhatian khalayak. Lewat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*