MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 24 Agustus 2019 12:05
Tragedi di Masalembu
Menuju Balikpapan, KM Santika Nusantara Terbakar di Perairan Masalembu, Empat Orang Meninggal Dunia
Penyelamat mengevakuasi penumpang KM KM Santika Nusantara.

PROKAL.CO, SUMENEP–Kecelakaan transportasi laut kembali terjadi di perairan Sumenep. Kali ini menimpa KM Santika Nusantara yang berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan.

Kapal yang mengangkut total 162 orang dan 84 kendaraan itu terbakar di perairan Pulau Masalembu Sumenep, Kamis (22/8). Empat di antaranya ditemukan tidak bernyawa dan 19 orang belum ditemukan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, hingga kemarin (23/8) sebanyak 139 korban sudah berhasil dievakuasi. Rinciannya, 23 korban dievakuasi menggunakan KM Spil Citra. Lalu, 66 korban diangkut di Surabaya oleh KM Dharma Ferry 7. Sedangkan 50 korban dievakuasi ke Pulau Masalembu.

Kepala BPBD Sumenep Abd. Rahman Riadi menyampaikan, penyebab kebakaran belum diketahui. Hingga saat ini masih dalam proses penyidikan. Evakuasi korban menurutnya ditangani langsung Basarnas Balikpapan. Mengingat, jarak kecelakaan laut itu lebih dekat dengan wilayah tugas Basarnas Balikpapan.

”Termasuk meminta bantuan kapal-kapal yang melintas di jalur yang sama dengan KM Santika Nusantara. Masih proses evakuasi,” ungkapnya kemarin (23/8).

Diterangkan, hingga kemarin (23/8) sekitar pukul 13.00, dikabarkan ada 23 korban yang masih dalam proses pencarian. Informasi terakhir yang diperoleh lembaganya menyebut para korban yang belum dievakuasi masih berada di kapal yang terbakar. Beberapa korban ada yang mengalami luka bakar dan dirawat di Puskesmas Masalembu.

”Kami terus berkomunikasi dengan sejumlah pihak yang menangani di sana,” jelasnya.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Masalembu Taufiqurrahman membenarkan peristiwa tersebut. Terdapat empat orang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Empat jenazah itu ditemukan dalam keadaan mengapung oleh nelayan yang ikut melakukan pencarian. Korban meninggal ditemukan kemarin sekitar pukul 16.00.

Jenazah para korban yang ditemukan langsung dievakuasi menuju Pulau Masalembu. Satu orang bernama Asfani, 54, warga Jalan Anjasmoro Desa Sisir Kecamatan/Kota Batu. Kemudian satu korban hanya diketahui bernama Bekti Tri Setyanto. Sedangkan identitas dua korban lainnya hingga saat ini belum diketahui.

”Korban meninggal dipastikan bukan karena kebakaran. Tapi, kemungkinan tenggelam dan diperkirakan ada yang meninggal karena dehidrasi,” terangnya.

Dia menambahkan, keempat jenazah saat ini berada di terminal Pelabuhan Masalembu. Selain korban meninggal, 54 orang dievakuasi ke Masalembu. ”Kemudian 89 orang sudah dibawa ke Surabaya. Semua dalam kondisi selamat,” terangnya.

Dia menjelaskan, tiga korban masih dirawat di Puskesmas Masalembu. Sisanya ditampung di terminal Pelabuhan Masalembu. Untuk kapal yang terbakar masih di posisi semula. Belum dilakukan evakuasi. ”Tetap kami pantau. Mengantisipasi kapal terbawa arus ombak. Sempat kesulitan untuk evakuasi karena kondisi cuaca kurang bersahabat,” kata Taufiq.

Sebelumnya, para korban kebakaran kapal diterangkan dievakuasi menggunakan perahu nelayan ke Pulau Masalembu. Rencananya, hari ini (24/8) korban yang ada di Masalembu akan dibawa ke Surabaya. ”Besok (hari ini, Red) akan diberangkatkan ke Surabaya menggunakan kapal perintis,” tukasnya.

Sebelum itu, sempat beredar video kebakaran KM Santika Nusantara di media sosial dan grup-grup WhatsApp. Dalam video memperlihatkan kebakaran kapal yang diambil dalam kondisi siang hari dan gelombang laut rendah. Sedangkan kejadian kebakaran KM Santika Nusantara terjadi pada malam hari dan gelombang tinggi.

Setelah ditelusuri, video tersebut dipastikan hoaks. Video kebakaran tersebut bukanlah KM Santika Nusantara. Tapi, KM Dharma Kencana II yang mengalami kebakaran pada 29 Oktober 2017 lalu. Bentuk dan warna lambung kapal dalam video tersebut juga berbeda dengan model KM Santika Nusantara. (bad/han)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 13:20
Perkara OTT KPK di PN Balikpapan

Kayat Empat Kali Tagih Suap Vonis Bebas

SAMARINDA–Hiruk pikuk yang menggelayuti KPK akhir-akhir ini tak mengendurkan pemberantasan…

Kamis, 19 September 2019 11:46

Agar Para Korban Kabut Asap Tetap Bisa Hirup Udara Segar

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tergerak membantu para korban kabut…

Kamis, 19 September 2019 11:16

ALHAMDULILLAH...BMKG Bilang, 3 Hari Kedepan Ada Potensi Hujan di Kalimantan dan Sumatera

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi…

Kamis, 19 September 2019 11:12

Kunjungan Presiden Tidak Membuahkan Hasil

PANGKALANKERINCI  - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:09

Kontak Tembak di Ilaga, Warga Sipil Jadi Korban

JAYAPURA-Kontak tembak dilaporkan terjadi di Kampung Olenki Muara, Distrik Ilaga,…

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*