MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:56
Akhirnya..!! Pemerkosa 12 Bocah Segera Dikebiri

Hakim PT Jatim Perkuat Putusan PN Mojokerto, Jaksa Siapkan Dokter Eksekutor

ilustrasi

PROKAL.CO, MOJOKERTO – Pemerkosa dan pelaku pelecehan seksual terhadap anak-anak memang harus dihukum seberat mungkin. Apalagi jika korbannya lebih dari satu anak. Keadilan itulah yang ditunjukkan para hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur dalam kasus yang menjerat M. Aris.

Permohonan banding yang diajukan pria bejat itu ditolak oleh PT. Warga Mangelo Tengah, Sooko, Mojokerto yang ditangkap karena memperkosa sedikitnya 12 bocah itu tetap harus menjalani hukuman penjara selama 12 tahun dan denda Rp 100 juta. Dia juga tetap dihukum pidana tambahan berupa kebiri secara kimia.

Hukuman yang disebut terakhir ini membuat Aris tak akan bisa lagi merasakan ereksi seumur hidupnya. Hukuman kebiri ini menjadi yang pertama di Indonesia sejak terbitnya Perppu 1/2016 tentang Perubahan Kedua UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto menyatakan segera menindaklanjuti putusan PT tersebut. Eksekusi berupa kebiri kimia akan dilakukan oleh tim dokter.

Kajari Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono menjelaskan, rencana eksekusi sedang dimatangkan oleh jaksa eksekutor. ’’Saya sudah memerintahkan jaksa eksekutor untuk segera mencari dokter,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. Ia menambahkan, kasus ini telah dinyatakan inkracht karena terpidana tak mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). ’’Putusan PT tepat 8 Agustus lalu,’’ tandas Rudy.

JPU M. Syarief Simatupang menambahkan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan sejumlah dokter spesialis. Pihaknya akan mengajukan surat ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Nantinya, IDI yang akan menunjuk dokter spesialis untuk menjalankan putusan pengadilan tersebut.

Sementara itu, Handoyo, kuasa hukum Aris, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima salinan putusan PT tersebut. Sebab, langkah hukum ke pengadilan tinggi dilakukan oleh keluarga Aris. ’’Karena itu, sampai sekarang (kemarin, Red) saya belum tahu,’’ jelasnya. Meski demikian, ia mengkritik sanksi kebiri itu. Menurut dia, hukuman kebiri sangat berat karena harus ditanggung Aris seumur hidup. ’’Menurut saya, cukuplah hukuman badan. Itu sudah sangat berat,’’ jelasnya. Hukuman kebiri, kata Handoyo, tidak manusiawi. ’’Apalagi klien saya itu juga kurang normal. Ada yang beda. Seperti orang sedang nglakoni,’’ katanya.

Total Jalani Penjara 20 Tahun

Selain dikebiri, Aris juga akan menghabiskan sebagian hidupnya di dalam penjara. Sebab, dia dijatuhi hukuman penjara selama 8 tahun atas kasus kedua yang menjeratnya. Kasus kedua itu terjadi pada Oktober 2018. Aris terbukti memperkosa seorang bocah di perumahan Surodinawan, Mojokerto. Dengan tambahan hukuman itu, maka Aris akan menjalani hukuman penjara total selama 20 tahun. Handoyo menegaskan, hukuman penjara 20 tahun itu membuat kliennya menjadi terpidana dengan vonis hukuman maksimal.

Hakim menilai Aris memiliki perilaku yang kejam, keji, dan tak manusiawi. Sebelum beraksi, ia selalu memetakan wilayah target. Sebelum memperkosa bocah-bocah itu, biasanya Aris mengajak korbannya ke tempat sepi. Di sanalah yang melampiaskan hasrat bejatnya itu. Dia bahkan pernah berbuat tak senonoh kepada seorang bocah di sebuah masjid.

Vonis 12 tahun yang diberikan hakim PN Mojokerto jauh lebih rendah dibanding tuntutan JPU. Sebelumnya, JPU menuntut hukuman penjara 17 tahun dan denda Rp 100 juta subsidair 6 bulan penjara. Hakim PN Mojokerto Joko Waluyo tak sekali ini memberikan hukuman berat terhadap pelaku pemerkosaan anak. Maret lalu, seorang terdakwa kasus pembunuhan disertai pemerkosaan anak dijatuhi hukuman mati. Padahal, JPU hanya mengajukan tuntutan penjara 15 tahun dan denda Rp 3 miliar subsider 6 bulan. (ron/oni)


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 13:20
Perkara OTT KPK di PN Balikpapan

Kayat Empat Kali Tagih Suap Vonis Bebas

SAMARINDA–Hiruk pikuk yang menggelayuti KPK akhir-akhir ini tak mengendurkan pemberantasan…

Kamis, 19 September 2019 11:46

Agar Para Korban Kabut Asap Tetap Bisa Hirup Udara Segar

Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret tergerak membantu para korban kabut…

Kamis, 19 September 2019 11:16

ALHAMDULILLAH...BMKG Bilang, 3 Hari Kedepan Ada Potensi Hujan di Kalimantan dan Sumatera

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi…

Kamis, 19 September 2019 11:12

Kunjungan Presiden Tidak Membuahkan Hasil

PANGKALANKERINCI  - Kunjungan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten…

Kamis, 19 September 2019 11:09

Kontak Tembak di Ilaga, Warga Sipil Jadi Korban

JAYAPURA-Kontak tembak dilaporkan terjadi di Kampung Olenki Muara, Distrik Ilaga,…

Rabu, 18 September 2019 14:20

Berjuang Masuk Tim di Periode Baru

BALIKPAPAN-Setelah dibentuk Senin (16/9) lalu, tim Panitia Khusus (Pansus) DPR…

Rabu, 18 September 2019 14:19

Polisi Sudah Tetapkan 9 Tersangka

SAMARINDA–Kabut asap telah menyebar dan menyelimuti langit Kaltim sepekan terakhir.…

Rabu, 18 September 2019 14:15

Bandara Buka, Penerbangan Tutup

DAMPAK kabut asap membuat seluruh penerbangan di Bandara APT Pranoto…

Rabu, 18 September 2019 14:08
OTT Balikpapan Bergulir di Samarinda

Kasus Hakim PN Balikpapan yang Terima Suap Mulai Diadili

SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret Kayat,…

Rabu, 18 September 2019 14:00

Bunuh Pacar, Kodok Divonis 14 Tahun Penjara

SINGARAJA- Kadek Indra Jaya alias Kodok, 21 akhirnya divonis hukuman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*