MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:36
Kebijakan Moneter Makin Longgar, Bunga Acuan Turun Jadi 5,50 Persen
SUDAH DIPREDIKSI: Pergerakan nilai tukar rupiah diyakini tetap stabil meski BI memutuskan kembali menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin.

PROKAL.CO, JAKARTA– Bank Indonesia (BI) kembali melonggarkan kebijakan moneter. Setelah memangkas BI 7-day reverse repo rate (BI-7DRR) 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen bulan lalu, rapat dewan gubernur (RDG) Kamis (22/8) kembali menurunkan suku bunga acuan. BI-7DRR diturunkan 25 bps menjadi 5,50 persen. Pelonggaran kebijakan moneter tersebut dilakukan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, ada beberapa pertimbangan terkait dengan keputusan memangkas suku bunga acuan. Salah satunya, inflasi yang diprediksi tetap berada dalam tren rendah tahun ini. Yakni, berada di bawah titik tengah target 3,5 persen plus minus 1 persen.

Kemudian, BI optimistis dengan penurunan suku bunga acuan tersebut dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik juga masih menarik sehingga mampu mendukung stabilitas eksternal. “Kita harus antisipatif dari risiko perlambatan ekonomi global dan penurunan suku bunga ini sebagai preemptive untuk mendorong ekonomi Indonesia ke depan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, berlanjutnya ketegangan hubungan dagang dan sejumlah risiko geopolitik makin menekan volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia.

Perry menuturkan, agar ekonomi tumbuh, permintaan domestik harus didorong. Di sisi lain, konsumsi dan investasi juga harus terjaga. Karena itu, dia berharap pasar dapat cepat merespons kebijakan pelonggaran moneter tersebut. Perbankan juga diminta segera menyesuaikannya dengan memangkas suku bunga kredit.

Penurunan bunga kredit diharapkan bisa mendorong penyaluran kredit, baik dari sisi korporasi maupun rumah tangga. “Penurunan suku bunga ini akan membuat biaya korporasi untuk berinvestasi di dalam negeri menjadi lebih rendah. Permintaan investasi yang meningkat bakal mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi investasi dan pembiayaan, baik dari perbankan maupun non perbankan seperti pasar modal dalam negeri,” jelasnya.

Menurut Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto, keputusan BI menurunkan suku bunga acuan adalah kebijakan yang tepat. “Keputusan tersebut merupakan langkah strategis dan taktis dengan pemilihan waktu yang tepat. Ini sesuai dengan semangat BI untuk selalu berusaha preemptive actions atau ahead the market,” tuturnya.

Menurut Ryan, pertimbangan penurunan hanya 25 bps dilandasi beberapa hal. Di antaranya, ekspektasi inflasi yang rendah di kisaran 3,3 persen, posisi yield surat utang domestik yang masih kompetitif dan atraktif, serta perlunya kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif. “Ini dilakukan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi melalui jalur perbankan. Hal ini dinilai wajar dan dapat diterima dengan baik oleh pelaku pasar,” katanya.

Ryan meyakini, langkah BI itu akan berdampak positif bagi sektor perbankan dan riil. Upaya tersebut diharapkan bisa menjadi stimulus untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tahun ini.

Namun, lanjutnya, BI juga memberikan sinyal agar semua pihak terus mewaspadai perkembangan ekonomi global yang diindikasi melambat. BI merasa perlu menjaga ketahanan atau resiliensi ekonomi domestik melalui penetapan suku bunga acuan yang akomodatif (dovish). “Tinggal kita tunggu hadirnya kebijakan fiskal yang juga akomodatif melalui serapan anggaran yang lebih agresif untuk menguatkan kebijakan moneter BI yang akomodatif sejauh ini,” tuturnya.

Kemarin, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI mencatat nilai tukar rupiah di posisi Rp 14.249 per USD. Uang garuda menguat 15 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali ke zona hijau dengan berada di level 6.255. Sementara perdagangan sebelumnya menempatkan IHSG di angka 6.239. (ken/dee/jpg/ndu2)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 14:17
PT Taspen Ajak ASN Berwirausaha

Gandeng Pegawai Lingkungan Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda

SAMARINDA-PT TASPEN Persero Cabang Samarinda Kaltim menyelenggarakan acara Program Wirausaha…

Rabu, 18 September 2019 13:07

Banyak Diserap Industri Rumahan, Daging Kerbau Laris di Kaltim

BALIKPAPAN- Sempat sulit diterima, permintaan daging kerbau di Kalimantan Timur…

Rabu, 18 September 2019 13:06

DPK Kaltim Capai Rp 94,45 Triliun

SAMARINDA-Jumlah penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di Kaltim mengalami peningkatan…

Rabu, 18 September 2019 13:02

Semester Pertama Kinerja Kontruksi Kaltim Melambat

SAMARINDA-Kinerja lapangan usaha konstruksi Kaltim triwulan II 2019 tumbuh positif…

Rabu, 18 September 2019 13:01

Kinerja CPO Sedikit Membaik

SAMARINDA-Meskipun harga minyak kelapa sawit terus melemah, namun industri pengolahan…

Rabu, 18 September 2019 12:59

Secara Nasional Juga Surplus

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan RI pada Agustus…

Rabu, 18 September 2019 12:18

Optimistis Okupansi Terus Terakselerasi

SAMARINDA-Pada Juli okupansi hotel di Kaltim meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.…

Selasa, 17 September 2019 16:40

Aliran Uang Kartal Kaltim Lebih Banyak Keluar

SAMARINDA-Pada triwulan II 2019, nilai uang kartal yang diedarkan Bank…

Selasa, 17 September 2019 16:37

Triwulan Kedua NPF Syariah Membaik

SAMARINDA- Tingkat risiko pembiayaan syariah Kaltim lebih tinggi, jika dibandingkan…

Selasa, 17 September 2019 16:35

Fokus Tingkatkan Neraca Perdagangan

SAMARINDA-Kaltim merupakan salah satu daerah yang neraca perdagangannya selalu positif.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*