MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:22
Tradisi Mulai Punah, Begasing Kembali Hidup
MULAI PUNAH: Kemeriahan anak-anak saat mengikuti perlombaan gasing. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, SANGATTA–Permainan gasing ini jaya pada eranya. Bahkan, pada masanya, gasing sulit dipisahkan dari keseharian warga Kutai. Dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa masih meminati aneka jenis permainan tradisional yang telah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lampau itu. Permainan adu ketangkasan memutar gasing ini pun menjadi salah satu tontonan menarik minat masyarakat.

Begasing merupakan permainan yang dilakukan menggunakan alat berupa gasing dan tali penarik. Gasing merupakan sebongkah kayu berbentuk lonjong (simetris radial) dengan diameter sekira 10–15 sentimeter. Tinggi sebuah gasing sekira 15–20 sentimeter dengan salah satu ujung dibuat lancip dan memiliki permukaan yang licin. Pada ujungnya, dipasang bahan logam sebagai poros putaran yang biasanya menggunakan paku.

Sementara itu, tali penarik yang digunakan berdiameter sekira 0,5 sentimeter dengan panjang 1–1,5 meter. Tali ini dililitkan ke gasing dengan bagian ujung tali dikaitkan ke jari sang pemain. Gasing kemudian dilemparkan ke bawah seperti membanting sesuatu sehingga tali yang melilitnya membuat gasing tersebut berputar. Sebuah gasing dapat berputar kurang lebih 2–5 menit.

Salah satu pemantik permainan zaman dulu ini bernama Muzhaf (23). Putra kelahiran Bamba, 9 Desember 1996, ini sangat beriktikad mengenalkan kembali permainan tersebut pada anak sebagai generasi penerus. Dia berusaha menyingkirkan paradigma kelam tentang nama Kampung Kajang. Jadi, seluruh kemampuan edukasi yang dimilikinya, dia susupkan pada anak di lingkungannya.

"Kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan, kebetulan juga pas dengan HUT RI. Karena mulai punah, makanya saya kenalkan lagi ke anak-anak sekitar Kampung Kajang. Saya dari umur tiga tahun sudah tinggal di sini. Saya berusaha meyakinkan pada Kutai Timur tidak semua kegiatan di kampung saya buruk, tetapi masih ada hal positifnya," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (23/8).

Berkat pengenalan tersebut, sejumlah anak-anak memiliki minat untuk melestarikannya. Ketertarikan itu terlahir dari kebiasaan Muzhaf mengajarkan begasing sejak dua bulan belakangan.

"Kalau peminatnya sendiri sangat banyak, hampir rata-rata anak kecil dan remaja seusia SD, SMP, dan SMK tertarik permainan ini," ujarnya.

Menurut dia, bisa atau tidak, dia merasa begasing sangat dinikmati oleh pemainnya. Dengan minat tinggi itu, setiap anak berupaya membuat gasing masing-masing. Ada yang meminta dibuatkan orangtuanya, ada yang memesan pada perajin. Ulin atau banggeris, kayu khas Kalimantan ini menjadi bahan baku terbaik yang dipilih. Selain karena kekuatan dan kekerasannya, tapi juga karena serat yang pas.

"Biasanya anak-anak dari luar Kampung Kajang yang kebetulan main di lingkungan kami sering bingung, karena mungkin mereka jarang melihat permainan ini. Saya berharap, selain gasing, permainan lain bisa saya rambah dan dikenalkan ke ranah yang lebih luas agar tetap terjaga hingga masa mendatang," tutupnya. (*/la/ypl/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers