MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 24 Agustus 2019 10:22
Tradisi Mulai Punah, Begasing Kembali Hidup
MULAI PUNAH: Kemeriahan anak-anak saat mengikuti perlombaan gasing. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, SANGATTA–Permainan gasing ini jaya pada eranya. Bahkan, pada masanya, gasing sulit dipisahkan dari keseharian warga Kutai. Dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa masih meminati aneka jenis permainan tradisional yang telah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lampau itu. Permainan adu ketangkasan memutar gasing ini pun menjadi salah satu tontonan menarik minat masyarakat.

Begasing merupakan permainan yang dilakukan menggunakan alat berupa gasing dan tali penarik. Gasing merupakan sebongkah kayu berbentuk lonjong (simetris radial) dengan diameter sekira 10–15 sentimeter. Tinggi sebuah gasing sekira 15–20 sentimeter dengan salah satu ujung dibuat lancip dan memiliki permukaan yang licin. Pada ujungnya, dipasang bahan logam sebagai poros putaran yang biasanya menggunakan paku.

Sementara itu, tali penarik yang digunakan berdiameter sekira 0,5 sentimeter dengan panjang 1–1,5 meter. Tali ini dililitkan ke gasing dengan bagian ujung tali dikaitkan ke jari sang pemain. Gasing kemudian dilemparkan ke bawah seperti membanting sesuatu sehingga tali yang melilitnya membuat gasing tersebut berputar. Sebuah gasing dapat berputar kurang lebih 2–5 menit.

Salah satu pemantik permainan zaman dulu ini bernama Muzhaf (23). Putra kelahiran Bamba, 9 Desember 1996, ini sangat beriktikad mengenalkan kembali permainan tersebut pada anak sebagai generasi penerus. Dia berusaha menyingkirkan paradigma kelam tentang nama Kampung Kajang. Jadi, seluruh kemampuan edukasi yang dimilikinya, dia susupkan pada anak di lingkungannya.

"Kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan, kebetulan juga pas dengan HUT RI. Karena mulai punah, makanya saya kenalkan lagi ke anak-anak sekitar Kampung Kajang. Saya dari umur tiga tahun sudah tinggal di sini. Saya berusaha meyakinkan pada Kutai Timur tidak semua kegiatan di kampung saya buruk, tetapi masih ada hal positifnya," kata dia saat dikonfirmasi, Jumat (23/8).

Berkat pengenalan tersebut, sejumlah anak-anak memiliki minat untuk melestarikannya. Ketertarikan itu terlahir dari kebiasaan Muzhaf mengajarkan begasing sejak dua bulan belakangan.

"Kalau peminatnya sendiri sangat banyak, hampir rata-rata anak kecil dan remaja seusia SD, SMP, dan SMK tertarik permainan ini," ujarnya.

Menurut dia, bisa atau tidak, dia merasa begasing sangat dinikmati oleh pemainnya. Dengan minat tinggi itu, setiap anak berupaya membuat gasing masing-masing. Ada yang meminta dibuatkan orangtuanya, ada yang memesan pada perajin. Ulin atau banggeris, kayu khas Kalimantan ini menjadi bahan baku terbaik yang dipilih. Selain karena kekuatan dan kekerasannya, tapi juga karena serat yang pas.

"Biasanya anak-anak dari luar Kampung Kajang yang kebetulan main di lingkungan kami sering bingung, karena mungkin mereka jarang melihat permainan ini. Saya berharap, selain gasing, permainan lain bisa saya rambah dan dikenalkan ke ranah yang lebih luas agar tetap terjaga hingga masa mendatang," tutupnya. (*/la/ypl/k8)

 


BACA JUGA

Jumat, 22 November 2019 21:15

Paser Masih Kekurangan Guru PNS

TANA PASER - Jumlah tenaga pendidik atau guru di Kecamatan…

Jumat, 22 November 2019 21:07

Banyak Pihak Tak Menyangka

PROSES pelantikan kali ini nyaris luput dari perhatian sejumlah pihak,…

Jumat, 22 November 2019 21:02

Pejabat Dilantik di Atas Aspal, Hadiahnya Cangkul, Eks Jalan Bubur Jadi Saksi

Roda mutasi di lingkungan Pemkab Kukar kembali berputar. Proses pelantikan…

Jumat, 22 November 2019 13:21

Penerbangan Kubar ke Samarinda Dialihkan

SENDAWAR - Bandara APT Pranoto Samarinda ditutup hingga 15 Desember.…

Jumat, 22 November 2019 13:19

Sertifikasi Syarat Nikah Masih Wacana, Kemenag Sebut Sekadar Beri Bimbingan

Penerapan sertifikasi sebagai salah satu syarat pernikahan ditegaskan Kementerian Agama…

Jumat, 22 November 2019 09:47

Perusahaan di Berau Masih Suka Pakai Vendor Luar Daerah, Padahal Lokal Sudah Oke

TANJUNG REDEB–Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Berau Al Hamid menyesalkan masih…

Jumat, 22 November 2019 09:46

2020, Paser Terima DAK Infrastruktur Rp 68 Miliar

TANA PASER - Pada 2020 mendatang, Kabupaten Paser kembali mendapat…

Jumat, 22 November 2019 09:45

2020 Jatah Dana BPNT Ditambah, Dari Rp 110.000 naik Rp 150.000

TANA PASER - Peralihan program Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga…

Jumat, 22 November 2019 09:38

Perusahaan Diminta Peduli Jalan Rusak

  ENDAWAR - Sejumlah ruas jalan umum di ibu kota…

Rabu, 20 November 2019 22:55

Pencuri Onderdil Alat Berat Dibekuk

TENGGARONG- Kasus pencurian alat berat yang meresahkan di Kecamatan Tenggarong Seberang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*