MANAGED BY:
JUMAT
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 23 Agustus 2019 12:04
900 Guru Belum Berstatus TK2D
PENINGKATAN KUALITAS: Puluhan guru saat mengikuti pelatihan peningkatan mutu pendidikan. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, SANGATTA–Ribuan guru honorer di Kutim dikabarkan pernah mendapat gaji seadanya. Memasuki 2014, pemerintah melakukan inventarisasi dan meningkatkan status mereka secara bertahap. Hingga 2019, diketahui masih sekitar 900 orang belum diangkat menjadi tenaga kerja kontrak daerah (TK2D).

Penggajian para guru tersebut bersumber dari dana biaya operasional sekolah (BOS). Dalam sebulan, guru-guru itu mendapat gaji Rp 400 ribu ditambah insentif. Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kutim Roma menjelaskan, pihaknya terus berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pengajar yang tersebar di 18 kecamatan se-Kutim. 

Mulai guru TK, SD, hingga SMP diperkirakan berjumlah 2.000 orang yang tersebar di 18 kecamatan Kutim dan masih berstatus guru honorer. Bahkan, ada beberapa guru yang mulai mengabdi sejak 2006, namun belum diangkat. 

"Memasuki masa kepemimpinan Bupati Ismunandar dan Kasmidi Bulang sebagian guru honorer tersebut langsung dinaikkan statusnya menjadi TK2D," katanya dua hari lalu.

Menurut dia, kualitas pendidikan di Kutim terus meningkat. Dari total dengan yang lain, sekira 1.225 guru mendapatkan SK TK2D. Roma menuturkan, saat ini memang masih terdapat ratusan guru honorer sekolah, namun untuk pengajuannya akan tetap diupayakan agar dapat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).  

"Masih 900 orang lebih, dan kemungkinan akan naik lagi. Itu disebabkan adanya penambahan guru dan kelas baru. Tapi kepentingan guru tetap menjadi prioritas kami agar guru-guru tersebut bisa menjadi PPPK," tambahnya.

Selain itu, untuk sekolah yang berstatus filial, dia menambahkan sebagian besar gurunya telah terangkat menjadi TK2D. Selain itu, karena guru yang mengabdi di pedalaman akan menjadi skala prioritas. "Memang yang diutamakan adalah yang di pedalaman dan filial, namun tetap kembali kepada masa kerja mereka," ungkapnya. (*/la/kri/k8)

 

 

 


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 12:24

Komentari Kasus Wiranto, IRT Kutim Diperiksa Polisi

SANGATTA - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:22

Jalan Umum Bukan untuk Hauling

Angkutan batu bara dan kelapa sawit kembali meramaikan jalan umum.…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

Kukar Makin Terbuka

  TAK hanya membangun jaringan jalan antarkecamatan, momentum penetapan wilayah…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

DUH JAUHNYA..!! Untuk Vaksin Saja, Jamaah Harus ke Samarinda

SENDAWAR – Belum ada pelayanan suntik vaksin meningitis bagi calon…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:18

Pembangunan Tugu Simpang Lima Kota Habiskan Rp 1,8 M

TANA PASER - Setelah hampir 10 tahun lebih tugu di…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:47

KPU Paser Sayembarakan Maskot Pilkada

TANA PASER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser berupaya…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:45

Paser Masih Minus Produksi Beras

TANA PASER - Kebutuhan beras di Kabupaten Paser masih belum…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:21

Warga Sudah 20 Tahun Menanti Jembatan

Usia Kutim sudah menginjak 20 tahun. Selama itu pula polemik…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18

Karapas Penyu Dijual Bebas, Penjualnya Berdalih Berdalih Tak Tahu Ada Aturan

TANJUNG REDEB-Penyu, satu di antara sekian banyak binatang yang dilindungi.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:17

Berau Optimistis Jadi Penyuplai Utama Daging Sapi

TANJUNG REDEB-Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau optimistis kabupaten paling…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*