MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 23 Agustus 2019 11:57
Bukannya Bikin Cantik, Kosmetik Ini Bisa Bikin Kanker

Barang Impor dan Home Industry yang Tidak Tersertifikasi

BEROMZET RATUSAN JUTA: BBPOM Samarinda menunjukkan barang sitaan yang didapat dari operasi di 10 titik. Terindikasi mengandung bahan berbahaya. RESTU/KP

PROKAL.CO, Untuk memperoleh kulit menawan, memang harus bermodal. Hal itu dimanfaatkan segelintir orang. Menjajakan barang kosmetik yang mengandung zat kimia berbahaya.

 

RATUSAN jenis kosmetik dijejer di meja. Mulai jenis pembersih wajah, sabun mandi, hingga jenis lain yang berhubungan dengan kosmetik. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda membeberkannya, kemarin (22/8), di kantor Jalan Letjen Suprapto, Samarinda Ulu.

Diungkapkan Kepala BBPOM Samarinda Leonard Duma, ada tiga aspek yang kini dikerjakan BBPOM. Dari pencegahan, pengawasan, dan penindakan. Sebanyak 300 jenis kosmetik dan obat-obatan, yang diamankan pihaknya merupakan sinyal bagi masyarakat, khususnya perempuan. “Ratusan jenis itu tidak dilengkapi izin edar,” ungkapnya.

Nilai kerugiannya Rp 183.384.000. “Itu hanya Agustus saja,” ucapnya. Sementara Juli lalu, dari satu penjual kosmetik ilegal, petugas menghitung kerugian mencapai Rp 987 juta dari 167 item. “Itu dari dalam negeri dan luar negeri,” sambungnya.

Menyinggung barang-barang impor yang masuk ke Indonesia, khususnya Kota Tepian, Leonard menyebut, Indonesia sebagai negara maritim dengan dominasi laut. “Banyak masuk melalui jalur tikus, terkhusus dermaga yang tidak terdaftar,” ucapnya.

Setelahnya, didistribusikan ke beberapa toko. Meski diproduksi dari luar negeri, Leonard tidak menjamin kosmetik-kosmetik yang disita itu adalah dari negara yang tertera di produk. “Misalnya tulisan Thailand, belum tentu dari sana. Karena di Indonesia kan juga ada,” ungkapnya.

Dia membeberkan, dari 10 titik yang didatangi, delapan di antaranya ada di Samarinda. Sisanya di Kabupaten Mahakam Ulu. “Salah satunya di Pasar Pagi. Dan kami juga sita dari salah satu toko,” sambungnya. “Pastinya ada yang dimintai keterangan. Tiga inisial, SOS, LB, dan RI,” jelas Leonard. Kosmetik mengandung merkuri atau zat kimia berbahaya lainnya itu dijual secara bebas melalui media online.

Namun, ada satu kasus yang kegiatannya sudah berulang-ulang. “Saat 2016 sudah pernah ditindak dan kemungkinan bisa ditetapkan tersangka. Tapi harus lewat gelar perkara dulu,” ungkapnya.

Tak hanya impor atau penjualan bebas tanpa izin edar (TIE), BBPOM mendapati produk home industry. “Itu bahan-bahan yang dicampur. Kan ada unsur zat kimia yang berbahaya,” sambungnya.

Turut hadir kepolisian, Kasatreskrim Polresta Samarinda AKP Damus Asa, yang ditemui selepas beber barang bukti menjelaskan, pihaknya sebatas koordinator pengawas (koorwas) bagi penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). “Kami sementara menunggu hasil pemeriksaan dari BBPOM,” ungkapnya.

Pihaknya masih menunggu hasil pendalaman, untuk menentukan yang harus bertanggung jawab. “Kalau untuk antisipasi pasti ada, tapi kami jelas berkoordinasi dengan stakeholder dari pemerintah,” tegasnya. (*/dra/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers