MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 23 Agustus 2019 11:00
Ada OPM di Balik Kerusuhan Papua

Pulihkan Keamanan, Polri Kerahkan 1.200 Personel

Rusuh di Papua ditunggangi OPM.

PROKAL.CO, JAKARTA– Otak kerusuhan saat aksi massa di Papua dan Papua Barat mulai terang. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (purnawirawan) Moeldoko menyatakan, aksi massa itu ditunggangi kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Mereka bermain dengan memanfaatkan isu rasisme yang berkembang di Papua.

Moeldoko menyebutkan, OPM memanfaatkan kasus rasial kepada mahasiswa Papua untuk membuat huru-hara. Mereka bahkan berani mengibarkan bendera bintang kejora. ’’Kelompok politik itu, ada kelompok bersenjata, ada poros politik. Iya, memanfaatkan (isu rasial),’’ kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta.

Moeldoko menuturkan, saat ini terjadi paradoks dalam pembangunan di Papua. Presiden Jokowi ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana lewat beragam pembangunan. Nah, OPM merasa terganggu dengan kebijakan tersebut. ’’Karena kalau Papua maju, mereka (OPM, Red) tak punya alasan sebagai bahan jualan ke luar negeri. Ini kita amati,’’ imbuhnya. Karena itu, lanjut mantan panglima TNI tersebut, kelompok itu sering mengganggu pengerjaan infrastruktur di Papua.

Di tempat terpisah, Presiden Jokowi memerintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak oknum-oknum yang melakukan diskriminasi dan rasis kepada warga Papua. Dia meminta mereka diproses hukum dengan tegas. Jokowi juga berencana mengundang para tokoh Papua dan Papua Barat ke istana untuk berdialog. Baik tokoh adat, tokoh masyarakat, maupun tokoh agama. ’’Bicara masalah percepatan kesejahteraan di tanah Papua,’’ imbuh mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menambahkan, saat ini kondisi di Papua sudah membaik. Keterangan tersebut disampaikan setelah berkunjung ke Papua bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Dia senang lantaran semua pihak di Papua punya kesadaran yang sama. ’’Tidak perlu dilanjutkan aksi-aksi yang justru merugikan kita, merugikan persatuan kita sebagai bangsa,’’ imbuhnya.

Bahkan, kata dia, kerusakan setelah aksi massa juga merugikan masyarakat. Sebab, bangunan, fasilitas, dan infrastruktur dibangun dari uang rakyat. ’’Dibangun untuk membangun kesejahteraan. Butuh waktu lama untuk membangun. Tapi, kalau merusak, cuma satu jam bisa rusak,’’ kata Wiranto.

Mantan panglima ABRI itu menegaskan bahwa Papua dan Papua Barat bukan anak tiri. Dua daerah tersebut setara dengan seluruh daerah lain di Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya dana yang digelontorkan untuk membangun Papua dan Papua Barat. ’’Kalau ada yang mengatakan Papua dan Papua Barat itu anak tiri Indonesia, itu salah besar,’’ tegasnya.

Sementara itu, Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Asep Adi Saputra menjelaskan, penegakan hukum sedang berlangsung di Papua dan Papua Barat. Terutama terhadap pelaku kriminal yang memanfaatkan kerusuhan. Misalnya, seorang tersangka di Papua Barat yang memanfaatkan kerusuhan dengan merusak ATM. ’’Dia berusaha mengambil uang dalam ATM,’’ ujarnya. Lalu, ada juga penetapan 34 tersangka di Papua. Asep menjelaskan bahwa perihal 34 tersangka di Papua itu masih dicek. ’’Belum pasti untuk 34 tersangka ya,’’ paparnya di kantor Divhumas Polri kemarin.

Dia menuturkan, saat ini pasukan Brimob yang dikirim ke Papua mencapai 12 SSK atau sekitar 1.200 orang. Jumlah tersebut terbagi di Papua dan Papua Barat. ’’Untuk membantu pemulihan keamanan,’’ katanya. (byu/far/idr/syn/c19/oni)


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 11:40

Ketika Ribuan Mahasiswa Menyuarakan Penolakan RUU KUHP dan UU KPK

Keprihatinan yang sama terhadap isu RUU KUHP dan UU KPK…

Sabtu, 21 September 2019 11:26
RUU KUHP Hanya Ditunda, Bukan Dibatalkan

Jokowi Minta 14 Pasal RUU KUHP Dikaji Ulang

JAKARTA– Makin tingginya gelombang penolakan pada Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang…

Jumat, 20 September 2019 12:13

Walhi Yakin Korporasi Terlibat Karhutla

SAMARINDA–Dugaan lahan dibakar untuk kepentingan perkebunan menguat. Kebun sawit diindikasikan…

Jumat, 20 September 2019 11:39

Pembangunan Jalan Perbatasan Kaltim-Kaltara Sudah Tembus..!! Tapi...

BALIKPAPAN- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap…

Jumat, 20 September 2019 11:11

YESSS..!! Transportasi IKN: Kereta Tanpa Awak dan Rel

Semenjak penetapan ibu kota negara (IKN) di Kaltim, kementerian satu…

Jumat, 20 September 2019 11:10

Beri Tenggat hingga Akhir Bulan

BALIKPAPAN–Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim tampaknya hanya…

Jumat, 20 September 2019 11:09

19 Hari, 36 Kasus Karhutla di PPU

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) masih mengancam Kabupaten Penajam Paser…

Jumat, 20 September 2019 10:49

Pedagang Sex Toys Ditangkap, Padahal Lagi Laris-larisnya Dibeli Pria dan Perempuan Paruh Baya

BALIKPAPAN – Melakoni pekerjaan sebagai pedagang sex toys alias alat…

Jumat, 20 September 2019 10:45

Jokowi Diminta Tunjuk Koordinator Pemindahan Ibu Kota

JAKARTA – Rencana pemindahan ibu kota negara ditargetkan terlaksana pada…

Jumat, 20 September 2019 09:57

NAH ..!! Produksi Batu Bara Kaltim Menurun

SAMARINDA—Jumlah produksi batu bara Kaltim mengalami penurunan dari Juni 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*