MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Kamis, 22 Agustus 2019 12:35
Tiongkok Akui Tangkap Staf Konjen

Berdalih Urusan Dalam Negeri

Demo di Hongkong.

PROKAL.CO, class="Default">Hubungan masam Tiongkok-Inggris berujung penangkapan yang memancing amarah para pemuda Hong Kong.

 

HONG KONG Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok akhirnya menyatakan menahan staf lokal konsulat jenderal Inggris di Hong Kong. Konfirmasi tersebut dibarengi peringatan kepada Kerajaan Britania Raya: jangan ikut campur urusan internal negara.

Pernyataan tersebut datang dari Jubir Kementerian Luar Negeri Geng Shuang. Dia menjelaskan, Simon Cheng ditahan selama 15 hari oleh Kepolisian Shenzhen. Pemuda 28 tahun itu diklaim telah melanggar hukum keamanan publik Tiongkok.

”Satu hal yang harus saya perjelas. Orang ini adalah warga Hong Kong, bukannya warga negara Inggris,” ujar Geng kepada South China Morning Post.

Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik bertujuan mempertahankan ketertiban umum di masyarakat. Namun, tolok ukur pelanggaran keamanan publik sendiri tak jelas.

Insiden penangkapan tersebut terjadi pada saat hubungan Tiongkok dan Inggris mulai masam. Berkali-kali, kabinet Xi Jinping memperingatkan agar negara kerajaan itu tak ikut campur urusan krisis politik yang terjadi di Hong Kong.

”Akhir-akhir ini, kami mendengar banyak komentar tentang Hong Kong dari Inggris. Kami harap Britania Raya segera berhenti mendramatisasi dan memanas-manasi publik,” imbuh Geng.

Simon Cheng merupakan staf bidang ekonomi di Konsulat Jenderal Inggris di Hong Kong. Dia datang ke Shenzen pada 8 Agustus untuk menghadiri pertemuan bisnis. Namun, tiba-tiba dia menghilang saat ingin menyeberang kembali ke Hong Kong.

Teman-temannya tak terima Cheng ditahan. Mereka berkumpul di depan kantor Konsulat Inggris untuk berdemo. Mereka meminta Inggris bertanggung jawab dan segera membebaskan kawan mereka.

”Saat ini warga Hong Kong berusaha melawan rencana undang-undang ekstradisi. Tapi, tanpa undang-undang pun hal seperti ini terjadi,” ujar Max Chung, koordinator demo, kepada Agence France-Presse.

Menurut Chung, temannya tak pernah mengikuti demo anti-pemerintah. Mereka juga ragu Cheng membuat keributan saat di imigrasi Tiongkok. Karena itu, mereka menduga bahwa Tiongkok sengaja melakukan penahanan untuk mencari gara-gara dengan warga Hong Kong dan Pemerintah Inggris.

”Kalau Pemerintah Beijing tidak menjelaskan secara gamblang, artinya mereka benar-benar bermain dengan api,” tegas Chung.

Isu penahanan Simon Cheng bisa jadi penyulut amarah penduduk Hong Kong. Padahal, keadaan di pusat finansial Asia itu baru saja reda setelah kericuhan di Bandara Internasional Hong Kong pekan lalu. Boleh jadi, warga kembali bersikap anarkistis.

Bara mereka tidak hanya datang dari pemerintah Tiongkok tapi juga kepolisian Hong Kong. Selasa kemarin, dua polisi di Hong Kong resmi ditahan setelah video menunjukkan mereka menganiaya pria berusia 62 tahun. Dalam cuplikan video itu, dua polisi terlihat memukuli seorang pria yang diikat dalam kasur di ruang rumah sakit.

Kasus tersebut memang tidak ada hubungan langsung dengan demo yang terjadi 11 pekan terakhir. Korban penganiayaan itu bukanlah demonstran. Dia diduga sempat menyerang petugas kepolisian dalam keadaan mabuk. Namun, Lam Cheuk-ting, politikus yang memublikasikan rekaman CCTV tersebut, menegaskan bahwa video itu menggambarkan betapa kasarnya perlakukan polisi.

Jubir Kepolisian Hong Kong John Tse mengatakan, dua polisi itu sudah dibebastugaskan. Mereka kini bakal melalui proses hukum dengan dakwaan penganiayaan. ”Kami jelas tidak akan memberikan toleransi kepada petugas yang melanggar hukum,’’ tegasnya.

Sementara itu, cerita di balik pengunduran diri bos Cathay Pacific Rupert Hogg akhirnya terungkap. Menurut Newsweek, Hogg sempat diminta memberikan daftar pegawai Cathay yang telah ikut serta dalam demo anti-pemerintah. Hogg langsung memberikan daftar tersebut dengan satu nama tercatat. Namanya sendiri. Setelah itu, dia langsung mengundurkan diri.

”Dia memilih berhenti daripada mengkhianati karyawan Cathay Pacific. Tolong ingat nama pria ini,” ujar politikus Taiwan Wang Ting-yu. (bil/c25/dos/jpg/dwi/k16)

 


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 12:53

Hindari Tragedi, Selandia Baru Batasi Senjata

WELLINGTON–Pemerintah Selandia Baru memenuhi janjinya. Akhir pekan lalu, mereka mengusulkan…

Kamis, 19 September 2019 12:52

Putin Sedot Perhatian pada Pertemuan dengan Iran dan Turki

Pertemuan trilateral di Ankara, Turki, seperti menjadi panggung Vladimir Putin.…

Rabu, 18 September 2019 13:18

Kereta Tergelincir, Pemerintah Enggan Berspekulasi

Kereta penumpang tergelincir di Hong Kong, Selasa (17/9). Pada jam…

Selasa, 17 September 2019 17:12

Tatkala Tangan Menelusup

Para pegulat pehliva ini selalu sukses menarik perhatian khalayak. Lewat…

Selasa, 17 September 2019 17:04

Buntut Serangan Drone Iran, AS Siap Membalas

Amerika Serikat mengklaim ada 19 target yang terdampak serangan. Sementara…

Selasa, 17 September 2019 17:03

Derita Penduduk Jammu dan Kashmir setelah Blokade Sebulan

Sejak otonomi dan status khusus Jammu dan Kashmir dicabut 5…

Selasa, 17 September 2019 17:02

Menabrak Batu, Kapal Terbalik

NEW DELHI – Madhavilatha begitu terpukul. Dia kehilangan suami dan…

Senin, 16 September 2019 15:12

Kabut Asap Serang Malaysia, Pemerintah Liburkan 300 Sekolah

 Pemerintah Malaysia terpaksa meliburkan 300 sekolah di Negara Bagian Johor…

Senin, 16 September 2019 14:34

NGERI..!! Perang Kartel Narkoba, Puluhan Mayat Dibuang di Sumur

MEXICO CITY– Pemerintah Meksiko mengonfirmasi penemuan 44 jenazah di sumur…

Senin, 16 September 2019 13:37

Iiihh Bikin Malu..!! Hakim Curi Celana Dalam Tetangga

Robert Cicale seharusnya malu berat. Betapa tidak. Dia adalah seorang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*