MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 22 Agustus 2019 12:32
Evelyn Hernandez Lolos dari Vonis 40 Tahun Penjara
Diperkosa, Hamil, Nyaris Tewas, lantas Didakwa Pembunuhan Berencana
BEBAS: Evelyn Hernandez (pink) dinyatakan tak bersalah oleh Pengadilan Ciudad Delgado, Senin (19/8). EVENING STANDARD

PROKAL.CO, Evelyn Hernandez bernapas lega. Dia dinyatakan bebas dan tak bersalah atas tudingan pembunuhan bayinya sendiri. Sebelumnya, dia dijerat dengan hukuman 40 tahun penjara.

 

EVELYN Hernandez tak bisa menahan air mata saat keluar dari Pengadilan Ciudad Delgado, San Salvador, El Salvador, Senin (19/8). Hari itu dia resmi berstatus perempuan yang bebas seutuhnya. Pengadilan memutuskan bahwa dia tidak bersalah atas kematian bayinya.

’’Puji Tuhan, keadilan telah ditegakkan,’’ ujarnya kepada para pendukungnya di luar gedung pengadilan.

Perempuan 21 tahun itu pantas lega. Sebab, dia terbebas dari jerat hukuman 40 tahun penjara yang dijatuhkan pengadilan pada Juli 2017. Dia juga sudah menjalani hukuman selama 33 bulan penjara sebelum akhirnya ada putusan untuk sidang ulang.

Dilansir Agence France-Presse, kasus Hernandez bermula pada 6 April 216. Saat itu perutnya terasa mulas. Dia pergi ke kamar mandi di luar rumah. Hernandez mengalami pendarahan dan pingsan. Ibunya langsung melarikannya ke rumah sakit terdekat. Hasil diagnosis dokter, dia baru saja melahirkan.

Hernandez dan ibunya terkejut. Perempuan berambut panjang itu mengaku memang pernah diperkosa seorang anggota geng. Dia memilih bungkam dan tak lapor polisi karena takut serta keluarganya diancam.

Sayang, Hernandez tidak tahu berbadan dua. Terlebih, secara berkala dia mengalami pendarahan. Dia pikir haid. Pada hari nahas itu, Hernandez memang merasa ada yang keluar dari perutnya. Tapi, dia tak mengira bahwa itu bayi. Sebab, tak ada suara tangisan.

Dokter di rumah sakit langsung membuat laporan ke kepolisian. Bayi Hernandez ada di dalam septic tank. Tanpa nyawa. Begitu pulih, Hernandez yang kala itu masih 18 tahun langsung ditahan. El Salvador melarang keras aborsi dengan alasan apapun. Pelakunya bisa dijerat dengan hukuman 2–8 tahun penjara.

Nasib Hernandez bagai jatuh tertimpa tangga. Diperkosa, hamil, pendarahan, nyaris tewas, lantas didakwa pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya minimal tiga dekade penjara. Juli 2017, pengadilan menghukum Hernandez 40 tahun penjara.

Pengacaranya, Bertha Maria Deleon, tak menerima begitu saja. Dia mencari bukti-bukti baru. Ternyata pemeriksaan forensik menunjukkan bahwa bayi Hernandez meninggal karena meconium aspiration syndrome (MAS). Bayi sulit bernapas karena tersedak kotoran yang bercampur air ketuban di rahim. Artinya, Hernandez tidak menggugurkan bayinya.

Banding Deleon diterima. Februari lalu Mahkamah Agung membatalkan putusan pengadilan pada 2017. Sidang diulang dengan hakim penjara. Hernandez dikeluarkan dari penjara sembari menanti proses hukum. Pengadilan yang bermula Juli itu berakhir dengan kemenangan Hernandez.

’’Saya rasanya bakal meledak karena bahagia, tapi perjuangan harus terus berlangsung karena masih ada perempuan-perempuan lain yang dituntut dan membutuhkan keadilan,’’ cuit Deleon. Jika ditotal, ada sekitar 20 perempuan lainnya yang masih dipenjara karena mengalami keguguran.

Kebebasan Hernandez disambut bahagia oleh berbagai lembaga HAM dan aktivis perempuan. Itu disebabkan putusan pengadilan tersebut tak pernah terjadi sebelumnya. Dulu memang ada perempuan yang dibebaskan dari hukuman karena melakukan aborsi, tapi dakwaannya tidak ikut dicabut.

Direktur Amnesty International Amerika Erika Guevara-Rosas meminta pemerintah El Salvador segera mencabut Undang-Undang Anti-Aborsi. Sebab, aturan hukum itu dinilai tak manusiawi. Jika tak dicabut, akan ada Hernandez lainnya yang dijerat dengan UU tersebut hanya karena keguguran. (*/c19/dos/dwi/k16)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers