MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 22 Agustus 2019 12:24
Lokalisasi Ini Ramai Jika Akhir Pekan dan Tanggal Gajian
PENDEKATAN PERSUASIF: Lokalisasi Kampung Kajang Sangatta Selatan sebelum dikunjungi Satpol PP. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, SANGATTA - Aktifnya Lokalisasi Kampung Kajang Sangatta Selatan membuat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) memberikan instruksi kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan tindakan tegas. 

Untuk hal itu, Kepala Satpol PP Kutim, Didi Herdiansyah mendatangi orang tua asuh pekerja asusila untuk mediasi dan pendekatan. "Tadi baru ketemu orangtua asuhnya saja. Koordinator atau yang dituakan disana sedang pulang kampung. Sehingga mereka belum bisa memberi keputusan," katanya saat dikonfirmasi. 

Menurutnya, pengelola Kampung Kajang harus menerima apapun keputusan pemerintah. Sebab, lokasi tersebut sebelumnya resmi ditutup.

 "Makanya kami coba sosialisasikan kepada pemilik terlebih dahulu. Tapi suka atau tidak, tetap harus ditertibkan. Karena pada 2017 sudah ditutup, tidak ada lagi alasan menunda," jelasnya. 

Sehingga, pihaknya akan mengambil tindakan penutupan dalam waktu dekat. Bahkan tidak hanya di Sangatta, satu lokasi tenda biru di Kecamatan Teluk Pandan menjadi sorotan. Dalam laporannya, pekerja seks komersial (PSK) yang bekerja secara permanen, didapati sebanyak 21 orang, sedangkan pekerja sementara atau temporari sebanyak 50-60 orang, serta pekerja di tenda biru terbagi dalam dua sisi, kiri dan kanan, yakni 69-13 yang berjumlah 72 orang. 

"Dulu sempat dipulangkan dengan diberikan biaya Rp.5 juta per wanita, namun itu tak maksimal mereka kembali lagi, jadi jika ingin efisien kita harus bongkar bangunannya,  cukup bayar ganti rugi bangunan, pastinya kita minta back up oleh TNI-Polri, untuk lahan itu sepertinya milik pemkab," tambahnya. 

Bahkan setiap PSK diketahui memiliki orang tua asuh atau muncikari. Untuk pengunjung tenda biru dikatakan Didi kebanyakan berasal dari wilayah Bontang dan puncak ramainya pada saat weekend dan juga tanggal gajihan perusahaan.

 "Menjelang akhir pekan tempat itu ramai, apalagi saat gajihan tamunya banyak. Saya juga dapat laporan kalau di Kecamatan Muara Wahau ada satu desa yang serupa, namun masih bertahap satu-persatu akan kami selidiki dahulu," tutupnya. (*/la)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 12:03

1 Pelaku Karhutla Diungkap Polres Paser

TANA PASER - Satu tersangka pelaku pembakar hutan dan lahan…

Sabtu, 21 September 2019 12:01

Kabut Asap Belum Ganggu Aktivitas Lalu Lintas Air

Aktivitas pelayaran di Bumi Batiwakkal tidak mengalami kendala meski kabut…

Sabtu, 21 September 2019 11:58

THM Itu Bukan Milik Polisi

SANGATTA-Beberapa hari lalu, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)…

Sabtu, 21 September 2019 11:46

DUH, MIRIS..!! Tiga Kelurahan Masih Membara

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam Paser Utara…

Jumat, 20 September 2019 11:49

Sangkima Kesulitan Air Bersih, Sungai Mengering Hingga Tak Bisa Dilintasi Kapal

Musim kemarau semakin terasa dampaknya bagi warga Kutim. Tak hanya…

Kamis, 19 September 2019 13:16

Ada Kampung Narkoba yang Baru

SAMARINDA–Dalam waktu semalam, tepatnya Jumat (13/9), Polsek Samarinda Ulu berhasil…

Kamis, 19 September 2019 13:11

Kutim Siap Swasembada Pangan

Pusat pemerintahan Indonesia sudah diputuskan di Kaltim. Targetnya, sebelum 2024…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Nestapa Atlet Berprestasi, Hampir Setahun, Bonus 14 Cabor Tak Kunjung Cair

SANGATTA-Banyak atlet yang membela Kutim mempersembahkan medali. Namun, janji bonus…

Kamis, 19 September 2019 13:10

Muharram Kembalikan Berkas ke PDIP

TANJUNG REDEB–Tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati yang…

Kamis, 19 September 2019 12:57

Pilkada Kukar, Sudah Dua Perahu Terbentuk

Koalisi PAN, PKS, dan PPP dikabarkan telah membentuk satu perahu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*