MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Kamis, 22 Agustus 2019 12:22
Kurangnya Budaya Membuat Karya Ilmiah, Guru Susah Naik Pangkat
MASIH MINIM: Sejumlah guru saat mempelajari cara membuat karya ilmiah. Lela Ratu Simi/KP

PROKAL.CO, Minat guru dalam membuat karya ilmiah di Kabupaten Kutai Timur masih tergolong sangat minim. Hal itu disebabkan belum membudayanya kebiasaan itu di daerah-daerah.

 

SANGATTA–Sebagian besar jenjang guru berakhir hanya di golongan IV B, dan belum ditemui ada guru yang sampai jenjang IV C. Jadi, 50 guru di tiga kecamatan pedalaman, diberi pelatihan karya ilmiah. 

Plt Kadisdik Kutim Roma Malau menuturkan, minimnya minat guru untuk membuat karya ilmiah disebabkan tidak adanya bimbingan dan arahan. Atas dasar itu, dia berupaya merangkul guru untuk diberi arahan. Tentunya agar mutu tenaga pengajar meningkat. Padahal, itu sudah dilakukan sejak 2017. "Saya menggandeng perusahaan yang dekat dengan Kaliorang, Kaubun, dan Karangan, yakni PT Indexim. Akhirnya, mereka memberi pelatihan ini. Karena miris, ada guru yang tidak paham membuat karya ilmiah dan 12 tahun tidak bisa naik pangkat," ungkapnya dalam workshop pendidikan, (21/8). 

Dia berharap, perusahaan lain dapat mencontoh dan memberi bantuan untuk membangun pendidikan di Kutim. Pasalnya, setelah membuat karya tulis, masih ada mekanisme lain yang menjadi kendala, yakni belum adanya jurnal dari guru. 

“Semoga tidak sekadar pelatihan, tapi juga pembangunan bantuan laboratorium untuk anak-anak di pedalaman, dan bisa terealisasi secepatnya," harap dia. 

Seperti yang diungkapkan Prof Dr Drs Tatang Herman M Ed, guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, saat menyambangi Sangatta kemarin. Menurut dia, produktivitas guru untuk menulis masih sangat rendah. 

"Permasalahan guru itu banyak kesulitan untuk naik jenjang karier karena kesusahan membuat karya tulis ilmiah," katanya. 

Karena kesibukan guru yang lebih fokus berkegiatan di dalam kelas, membuat mayoritas tenaga pengajar sekolah dasar (SD) tidak memikirkan untuk melakukan penelitian. "Apalagi guru SD, mereka sibuk mengajar. Sehingga tidak fokus mengurus karya ilmiah. Makanya susah naik golongan," katanya. 

Dia menginginkan, guru di Kutim berkembang setelah mendapatkan materi penyusunan karya ilmiah dan mampu memublikasikan jurnal. 

Kepala Departemen CSR PT Indexim Yakobus Stefanus Muda berharap, kualitas tenaga pendidik di Kutim lebih maju. "Ini tugas dan tanggung jawab perusahaan, salah satu parameternya meningkatkan kualitas guru yang ada di sekitar kami. Harapannya mampu membuat karya tulis ilmiah. Nanti kami lombakan dan mereka wajib selain peserta umum," ungkapnya. 

Penyebab lain, yang menjadi alasan sulitnya guru naik golongan, dipengaruhi belum terbiasa membuat karya ilmiah non-skripsi. Keterbatasan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan jaringan internet. Hal itu dilontarkan oleh Rini Susilowati, UPT Pendidikan Kaliorang.

"Susah mengurus apa-apa, untuk naik golongan itu banyak mekanismenya. Kalau terhambat internet juga tidak bisa apa-apa. Kami hanya berharap pada sistem offline. Semoga ke depannya semakin baik," tegasnya. (*/la/*/dra/k8)

 

 

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers