MANAGED BY:
KAMIS
17 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Kamis, 22 Agustus 2019 12:06
Bincang dengan Dandim Tenggarong Letkol Inf Charles Alling
Penulis Tiga Buku yang Keluar-Masuk Hutan Papua
SIAP MENGABDI: Letkol Inf Charles Alling mencium duaja, panji kejayaan Korem 091/Aji Surya Natakesuma setelah dilantik sebagai Dandim 0906/Tenggarong di Makorem pada Selasa (20/8) pagi. RESTU/KP

PROKAL.CO, Komando Distrik Militer (Kodim) 0906/Tenggarong kini punya nakhoda baru. Namanya Letkol Inf Charles Alling. Resmi menjabat sejak Selasa (20/8). 

 

LETKOL Inf Alling, begitu dia disapa. Lama bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Sejak 2002, alumnus Akmil 2001 itu bergabung di Satuan 81 Kopassus (Penanggulangan Teror). Alling pernah bertugas sebagai komandan unit, perwira latihan, perwira operasi, komandan tim, wadanden, komandan detasemen, hingga wadanyon 811.

Tak hanya di dalam negeri, untuk meningkatkan keahliannya, suami dari Cynthia Angeline Tambayong itu belajar ke luar negeri. Dia meraih gelar master di Australia National University (ANU) 2015 silam. Alling memperoleh beasiswa dari program Indonesia Presidential Scholarship (IPS) yang diiniasi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dirinya mengikuti pendidikan sekolah komando dan staf (Sesko) di Negeri Kanguru.

“Lulus dari Australia kembali berdinas di Kopassus sebagai Pabandya Lat ops Kopassus, sebelum akhirnya dipromosikan sebagai Komandan Batalyon-32 Grup 3 Kopassus pada 26 Oktober 2016,” ungkapnya kepada Kaltim Post. Pengalaman Alling di medan perang tak perlu diragukan lagi. Perwira TNI kelahiran Surabaya, 19 Mei 1980 ini, pernah ditugaskan di pelbagai medan.

“Perwira staf J-7 UNIFIL (Lebanon) 2013 dan di Papua sebanyak tiga kali,” sambungnya. Di sana, Alling membantu mengawasi Papua dan mengamankan masyarakat sekitar dari intimidasi Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau yang lazim pula disebut dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). 

Puncaknya, dia terlibat dalam keberhasilan Operasi Pembebasan Sandera di Tembagapura 2017 lalu. Yang akhirnya mendapat anugerah Pisau Komando Perak (penghargaan tertinggi prajurit Kopassus). “Memang jadi kebanggaan tersendiri tentunya. Tapi pada umumnya, mengabdi demi negara adalah yang utama,” ujarnya saat diwawancara harian ini kemarin (21/8).

Sebagai Komandan Satgas Nanggala di Papua, ayah dari Gavin Alling membawahi prajurit yang terjun ke lapangan untuk menekan pergerakan KKSB. “Harus ada keahlian khusus. Papua itu ‘kan dominan hutan dan pegunungan, termasuk cuaca dingin dan medan yang curam itu. Pintar berstrategi,” tambahnya. 

Lanjut dia, dirinya memiliki tanggung jawab moral dan moril setiap kali memimpin sebuah satuan. “Morilnya tentu membuat pasukan selalu siap terjun ke lapangan kapan pun dibutuhkan, termasuk memerhatikan kesejahteraan mereka,” jelasnya. Sedangkan tanggung jawab moral, harus jadi pemimpin yang bisa terus memberikan motivasi dan teladan kepada pasukan.

Atas dedikasinya selama ini, Alling meraih beberapa tanda jasa. 

Di antaranya Dharma Nusa, Kesetiaan VIII, Kesatria Yudha, UN Medal, Lebanon Armed Forces, Canti Darma, dan Kesetiaan XVI. Selama menjabat sebagai seorang komandan, Alling selalu memikirkan para prajurit yang bertugas di medan pertempuran. “Mereka itu berkorban jiwa dan raga demi negara, makanya saya harus berpikir keras untuk merencanakan setiap langkah yang akan dilakukan,” lanjutnya.

Kepeduliannya tak sebatas itu. Kesejahteraan keluarga prajurit yang ditinggalkan bertugas ikut jadi perhatian. Kedekatan emosional diakuinya bisa memberikan suntikan motivasi kepada prajurit ketika mereka bertugas di lapangan. Mantan Dansat Intel Kopassus ini menyebutkan, ada tiga tujuan utama yang dianggap sebagai platform. Dia menyebutkan trinity pillars teritorial. Tiga poin itu mengedepankan sinergi yang mengawaki seluruh stake holders musyawarah pimpinan daerah (muspida).

Baginya, sinergi kunci pembangunan wilayah secara komprehensif. Selanjutnya, kehadiran kodim di tengah-tengah masyarakat harus menjadi solusi setiap kesulitan dan kendala yang dialami. Dan terakhir mengangkat kearifan lokal yang ada sebagai manifestasi untuk menciptakan kedekatan dengan masyarakat.

“Ketiga itu jadi pedoman saya dalam bekerja,” tegasnya. 

Bagi Letkol Inf Alling, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi (3K) adalah unsur terpenting dalam menjalankan tugas. “Dari sana akan terwujud sinergisitas,” tambah perwira yang pernah pula menempuh pendidikan di NATO School Jerman pada 2012 atas rekomendasi PBB ini.

Alling memendam bakat lain di balik seragam militer, yakni menulis. Penghargaan juara satu karya tulis kegiatan Apel Dansat TNI AD dan juara 1 Rabiniscab TNI AD selama dua tahun berturut-turut (2017 dan 2018) adalah penegas keahliannya itu.

“Ada tiga buku juga yang terbit. Di antaranya Langit Biru di Atas Naqoura (catatan sebagai staf militer di Lebanon), Kepak Sayap sang Cenderawasih (catatan operasi di Papua), dan Tim Maleo (Operasi Pembebasan Sandera di Papua),” ungkapnya. Baginya, menjadi Dandim Tenggarong sebuah kehormatan. “Ini pertama kalinya bertugas di Kaltim. Tekad saya menjalankan tugas yang diamanahkan sebaik-baiknya. (*/dra/riz/k15) 


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2019 12:24

Komentari Kasus Wiranto, IRT Kutim Diperiksa Polisi

SANGATTA - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia,…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:22

Jalan Umum Bukan untuk Hauling

Angkutan batu bara dan kelapa sawit kembali meramaikan jalan umum.…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

Kukar Makin Terbuka

  TAK hanya membangun jaringan jalan antarkecamatan, momentum penetapan wilayah…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:21

DUH JAUHNYA..!! Untuk Vaksin Saja, Jamaah Harus ke Samarinda

SENDAWAR – Belum ada pelayanan suntik vaksin meningitis bagi calon…

Kamis, 17 Oktober 2019 12:18

Pembangunan Tugu Simpang Lima Kota Habiskan Rp 1,8 M

TANA PASER - Setelah hampir 10 tahun lebih tugu di…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:47

KPU Paser Sayembarakan Maskot Pilkada

TANA PASER - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser berupaya…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:45

Paser Masih Minus Produksi Beras

TANA PASER - Kebutuhan beras di Kabupaten Paser masih belum…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:21

Warga Sudah 20 Tahun Menanti Jembatan

Usia Kutim sudah menginjak 20 tahun. Selama itu pula polemik…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18

Karapas Penyu Dijual Bebas, Penjualnya Berdalih Berdalih Tak Tahu Ada Aturan

TANJUNG REDEB-Penyu, satu di antara sekian banyak binatang yang dilindungi.…

Selasa, 15 Oktober 2019 13:17

Berau Optimistis Jadi Penyuplai Utama Daging Sapi

TANJUNG REDEB-Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau optimistis kabupaten paling…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*